Dikutip dari Tabloid NOVA No. 757/XV
Bapak Safir yang terhormat,
Saya adalah pembaca yang paling suka membaca rubrik Bapak, karena saya jadi banyak tahu. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak karena diberi kesempatan untuk membahas masalah saya ini.
Begini, Pak. Saya seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Suami saya seorang pedagang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Saat ini saya kesulitan mengatur uang belanja yang diberikan suami secara harian. Terus terang saja, saya diberi suami Rp 50.000 per hari. Dari uang itu, suami saya tidak mau tahu-menahu tentang keperluan belanja harian, uang sekolah anak, rekening listrik, air, dan sebagainya.
Kalau dihitung secara total,berarti saya sebulan diberi oleh suami Rp 1.500.000. Saya melihat bahwa harga barang sekarang ini serba mahal dan harganya makin enggak karuan. Dari pengeluaran wajib yang saya bayarkan tiap bulannya kurang lebih sekitar Rp 900.000. Dari sisa uang itu, saya menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Yang ingin saya tanyakan:
Ny. J - Bekasi
Ibu J yang sedang bingung,
Syukur kalau Anda merasa bahwa rubrik ini banyak membantu Anda dan membuat Anda jadi tahu tentang pentingnya merencanakan keuangan dalam keluarga. Saya ikut senang mengetahui bahwa rubrik ini memang berguna dan bermanfaat untuk Anda.
Bicara tentang belanja rumah tangga, terus terang memang gampang-gampang sulit. Tapi saya akan mencoba menjawab kesulitan Anda:
Berkaitan dengan harga-harga yang makin mahal, cobalah untuk mulai berhemat. Mulailah menghemat penggunaan listrik, air, telepon, dan sebagainya. Kurangi juga pengeluaran-pengeluaran yang dirasa tidak perlu.
Jadi sekali lagi, cobalah untuk membuat anggaran dan patuhi anggaran Anda.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Itu saja dari saya pak. Mudah-mudahan bapak bisa membantu.
Jawab:
Bagaimana, Bu? Mudah-mudahan bermanfaat ya, jawaban dari saya? Salam untuk keluarga Anda.
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi