PERSIAPAN FINANSIAL DI TAHUN 2004
Oleh: Pietra Sarosa
Dikutip dari Majalah KARUNIA BISNIS No.05 TAHUN I
Tahun 2003 dengan segala suka dan dukanya memang telah terakhir, digantikan dengan kehadiran tahun 2004. Sudah sepantasnya bahwa di tahun yang baru ini, kita mengharapkan segala sesuatunya akan berlangsung lebih baik untuk kita. Dengan adanya tahun yang baru, kita seolah diberikan kesempatan baru untuk membenahi apa-apa saja yang mungkin kita jalani dengan kurang baik dalam tahun-tahun kemarin.
Pembenahan ini tentu saja juga termasuk pembenahan dalam aspek finansial pribadi maupun keluarga kita. Sekaranglah saatnya untuk mengupayakan kehidupan finansial yang lebih baik bagi diri sendiri maupun keluarga kita.
Sebagian dari kita mungkin telah mendengar beberapa prediksi yang terkesan pesimis mengenai keadaan perekonomian kita tahun 2004 terutama jika dikaitkan dengan pemilu dan kondisi politik negeri ini.
Saran saya, sebagai orang beriman, janganlah gentar dan mudah terbawa arus dengan berita-berita pesimis. Yakinlah, bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita dalam keadaan apa pun. Hanya saja seperti tertulis dalam Yakobus 2:14-26 bahwa iman tanpa perbuatan hakikatnya adalah mati, maka sepantasnyalah kita mengejawantahkan iman kita dalam perbuatan konkret seperti perencanaan finansial yang matang sehingga kita akan siap dalam menghadapi kemungkinan yang terburuk sekali pun.
Setidaknya ada lima langkah yang bisa dilakukan dalam membuat suatu perencanaan keuangan adalah sebagai berikut :
- Lakukan financial check-up terlebih dahulu untuk mengetahui posisi keuangan Anda sekaligus mengukur tingkat kesehatan keuangan Anda. Caranya, buatlah suatu neraca pribadi/keluarga yang berisi daftar aset, utang, dan harta bersih Anda. Kemudian buat suatu laporan arus kas yang menggambarkan pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda. Hasil financial check-up ini sangat menentukan sebagai titik awal penentuan tujuan keuangan dan langkah–langkah pencapaiannya.
- Tentukan tujuan keuangan Anda baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Suatu tujuan keuangan yang baik mempunyai sifat spesifik, dapat diukur nilai uangnya dan jangka waktu pencapaiannya (misalnya : Ingin membeli mobil seharga Rp. 200 juta dalam tiga tahun mendatang), sekaligus realistis bagi kondisi keuangan Anda sekarang.
- Sedia payung sebelum hujan. Tidak selamanya kondisi finansial Anda akan selalu bagus. Selalu ada risiko yang mengancam kelangsungan tujuan-tujuan keuangan Anda seperti hilangnya sumber penghasilan yang diakibatkan oleh kematian, cacat tetap, sakit, PHK, ataupun sebab-ebab lainnya. Untuk mengantisipasi risiko finansial seperti inilah maka Anda perlu menyediakan program proteksi bagi tujuan keuangan Anda antara lain dengan cara mempersiapkan emergency fund dan mengikuti program asuransi yang tepat.
- Lakukan investasi untuk mencapai tujuan-tujuan finansial Anda. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam berinvestasi yaitu jangka waktu investasi, risiko dan tingkat hasil investasi, serta kecocokan investasi dengan karakter pribadi Anda. Pilih investasi yang tepat sesuai jangka waktu tujuan keuangan Anda. Semakin panjang jangka waktu investasinya, biasanya risikonya juga lebih tinggi namun potensi return yang ditawarkan juga semakin tinggi. Jika Anda seorang risk taker tidak apa-apa jika Anda ingin memilih investasi berisiko cukup tinggi. Namun jika Anda seorang risk avoider , maka sangat disarankan memilih produk investasi berisiko rendah atau moderat. Anda bisa berinvestasi dalam sektor riil seperti membuka usaha dan properti, atau juga berinvestasi dalam produk keuangan seperti produk perbankan, saham, obligasi,reksa dana, dsb. Apapun jenis investasi Anda, ingatlah bahwa Anda harus mempelajari dan benar-benar menguasai seluk-beluknya sebelum terjun ke dalam investasi tersebut.
- Lakukan evaluasi berkala setiap 6 bulan atau setahun sekali untuk memastikan bahwa langkah-langkah investasi dan proteksi Anda berjalan dalam track yang benar untuk lebih menjamin tercapainya tujuan keuangan Anda. Jika terjadi penyimpangan dari kondisi yang telah direncanakan, segera buat revisi seperlunya.
Anda bisa menyusun perencanaan keuangan ini sendiri ataupun dengan meminta bantuan pada orang yang bisa Anda percaya, seperti teman, kerabat, ataupun seorang profesional di bidang perencanaan keuangan. Selamat merencanakan kehidupan finansial yang lebih baik. Tuhan memberkati.