Dikutip dari Tabloid NOVA No. 762/XV
Pak Safir yang terhormat,
Saya adalah seorang karyawan perusahaan swasta dan sudah bekerja selama 6,5 tahun berpenghasilan kotor rata-rata Rp 1,5 juta per bulan. Saya berkeinginan untuk berhenti dari pekerjaan dan ingin punya perusahaan sendiri. Karena tabungan yang ada hanya sedikit dan saya pikir kurang memadai untuk dijadikan modal awal, saya ingin mencoba bekerja di luar negeri (Korea, Jepang, atau Taiwan), Sayangnya, bekerja di luar negeri pun memerlukan dana yang jumlahnya tidak sedikit. Pertanyaan saya:
Q - Jakarta
Pak Q di Jakarta,
Tiap orang menabung dalam jumlah yang bervariasi dengan harapan agar tersedia sejumlah dana untuk membiayai tujuan keuangannya kelak. Sayangnya mereka seringkali tidak memperhitungkan apakah jumlah yang dikumpulkannya akan cukup atau tidak. Misalnya kalau ternyata saldo akhir tabungan Anda adalah Rp 5 juta sedangkan biaya ke luar negeri kelak adalah Rp 10 juta, dari mana Anda menutup sisanya? Karena itu, tidak cukup hanya menabung tanpa mengetahui apakah jumlah tabungan Anda akan cukup membiayai keberangkatan ke luar negeri atau tidak.
Karena Anda ingin menabung untuk mempersiapkan dana ke luar negeri, maka harus ada rencana guna mencapai tujuan keuangan tersebut. Kita namakan saja "Rencana ini Mempersiapkan Dana ke Luar Negeri". Inti dari rencana keuangan ini adalah memperkirakan biaya ke luar negeri kelak, dan bagaimana Anda menyiapkan dananya untuk mencapai perkiraan biaya tersebut, serta tidak lupa memproteksinya
Berikut ini adalah langkah-langkah perencanaan yang sebaiknya Anda lakukan :
Cari informasi berapa biayanya kalau Anda bekerja di luar negeri. Misalkan Anda mendapat informasi dari lembaga penyalur tenaga kerja setempat bahwa untuk dapat disalurkan bekerja ke luar negeri saat ini menghabiskan biaya sebesar Rp 10 juta
Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya bekerja ke luar negeri per tahun, sampai dengan tahun yang Anda sudah targetkan untuk berangkat. Pada umumnya biaya keberangkatan ke luar negeri mengalami kenaikan setiap tahunnya. Anda bisa menggunakan asumsi kenaikan inflasi di Indonesia adalah 10 persen per tahun. Jangan lupa, itu adalah angka rata-rata saja. Misalkan Anda berencana ke luar negeri 3 tahun lagi, maka perkiraan biayanya kelak adalah :
Tahun 1: (Rp 10 juta X 10 % ) + Rp 10 juta = Rp 11 juta
Maka perkiraan biaya ke luar negeri 3 tahun lagi adalah Rp 13.310.000
Lihat jumlah dana yang Anda miliki saat ini, dan hitung akan jadi berapa dana itu kelak bila diinvestasikan selama 3 tahun ke dalam suatu produk investasi. Misalkan Anda mempunyai tabungan Rp 2 juta saat ini, maka saya anjurkan agar Anda investasikan dana tersebut ke dalam suatu produk investasi yang memberikan bunga (bunga berbunga bulanan per tahun) seperti tabungan, deposito, atau reksadana (reksadana pasar uang atau pendapatan tetap).
Misalkan Anda investasikan dana tersebut pada suatu produk investasi yang bisa memberikan bunga 15 persen per tahun, maka simpanan Anda 3 tahun lagi akan menjadi : Rp 2 juta x 3 th x 1.56 *) = Rp 9.360.000
Hitung selisihnya dengan kebutuhan biaya ke luar negeri kelak , yaitu:
Rp 13.310.000 - Rp 9.360.000 = Rp 3.950.000
Sekarang setelah mengetahui selisihnya, Anda bisa menghitung berapa jumlah yang harus Anda tabung untuk dapat menutup selisih tersebut. Pada perhitungan di atas disebutkan bahwa selisih dana yang dibutuhkan pada 3 tahun lagi adalah Rp 3.950.00 . Untuk menutup kekurangannya, Anda bisa menabung secara rutin tiap bulannya ke dalam suatu produk investasi juga.
Kita asumsikan saja bahwa produk investasi yang dipakai memberikan bunga 15 persen, maka jumlah setoran tabungan rutin tiap bulannya adalah: Rp 3.950.000 : 45.67 *) = Rp 86,490
Itulah jumlah yang harus Anda tabung tiap bulan selama 3 tahun , untuk menutup selisih Anda
Pada contoh di atas, saya memakai asumsi bunga 15 persen, dan pada saat ini suku bunga tabungan di bank rata-rata 8 persen, dan suku bunga deposito rata-rata 10 persen. Dengan demikian Anda bisa mempersiapkan dananya dengan cara menabung di bank atau di lembaga keuangan lainnya yang bisa memberikan pendapatan bunga yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Anda bisa mempersiapkan dananya dengan berinvestasi ke berbagai produk investasi seperti emas, saham atau reksadana. Perlu diingat bahwa biasanya semakin tinggi bunga yang dijanjikan, semakin tinggi pula resikonya.
Apa yang terjadi dengan simpanan Anda jika Anda sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya besar? Jika tidak ada sumber dana lain, maka Anda mungkin terpaksa harus mengambilnya dari dana ini. Ini tentu bisa mengganggu setoran tabungan Anda. Karena itu saya sangat menganjurkan Anda mengambil asuransi kesehatan yang juga menutup risiko kecelakaan, penyakit kritis, sekaligus rawat inap di rumah sakit.
Jika ternyata perusahaan Anda sudah memberikan fasilitas tersebut, maka Anda perlu memeriksa lagi apakah biaya penggantian dari perusahaan sudah mencakup risiko-risiko yang disebutkan di atas. Cek pula berapa besar penggantiannya.
Kredit atau pinjaman dari bank atau lembaga kredit lainnya, khusus untuk membiayai modal bekerja ke luar negeri, sepengetahuan saya sampai saat ini belum tersedia. Ada baiknya Anda menghubungi perusahaanperusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri dan mencari informasi bagaimana mereka dapat membantu Anda bekerja ke luar negeri. Semoga sukses dengan rencana Anda.
Jawaban dari Bapak sangat saya harapkan guna mengubah kehidupan ekonomi saya.Terima kasih
Jawab:
*) Angka 1,56 adalah faktor pengali bulanan menurut suku bunga investasi dan angka 45.67 adalah faktor pembagi bulanan menurut suku bunga investasi (untuk lebih jelasnya silakan membaca buku-buku "Seri Perencanaan Keuangan Keluarga " karangan saya)
Tahun 2: (Rp 11 juta X 10 % ) + Rp 11 juta = Rp 12,1 juta
Tahun 3: (Rp 12,1 juta X 10 % ) + Rp 12,1 juta = Rp 13,31 juta
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi