PENGHASILAN TAMBAHAN
BERKURANG

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 677/XIII

Pak Safir yang terhormat,

Saya pegawai negeri dengan satu anak kelas 2 SD. Suami saya lulusan S2 notariat, tapi belum ditempatkan. Saat ini saya punya penghasilan tetap Rp 900.000 sebulan. Saya juga punya tabungan Rp 44 juta. Kemudian ada tambahan penghasilan dari wartel dan persewaan play station (PS) dengan hasil sekitar Rp 550.000. Pengeluaran rutin kami sekitar Rp 1.500.000 sebulan. Ditambah kontrak rumah Rp 4.000.000 per tahun, pajak dan pemeliharaan mobil Rp 500.000, serta asuransi Rp 800.000 per tahun, selama 9 tahun. Harga mobil ini kalau dijual sekitar Rp 16 juta.

Kami punya rumah tipe 21 yang kami kontrakkan Rp 1.250.000 per tahun. Jika dijual, harganya sekitar Rp 30 juta. Rumah itu belum kami tempati karena jauh lokasinya dan belum diperbesar (masih kecil sekali).

Jadi, penghasilan kami hanya pas untuk pengeluaran rutin. Sedangkan untuk pajak mobil, asuransi, maupun kontrak rumah, harus kami ambil dari tabungan. Perlu diketahui, tabungan itu berasal dari hasil jasa menjualkan meja biliar. Tapi karena sekarang krisis, tak ada lagi pemesan meja biliar.

Keinginan kami saat ini, bisa punya tambahan penghasilan Rp 1.000.000 untuk menutupi kebutuhan non-rutin. Kami juga ingin punya rumah yang dekat tempat kerja, seharga Rp 80 juta, agar tak perlu kontrak lagi. Selain itu kami juga ingin ganti mobil niaga, yang harganya sekitar Rp 25 juta. Bagaimana caranya mengelola uang yang ada sekarang, sementara sumber penghasilan tambahan kami sudah berkurang?

NN - Surabaya



Jawab:

Ibu NN di Surabaya,

Mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk membuka bidang usaha baru. Kalau Anda tidak suka lagi dengan usaha wartel Anda, maka tutup saja usaha itu. Percuma saja Anda mempertahankannya kalau Anda sendiri ­ sebagai pemilik usaha ­ sudah tidak yakin dengan usaha itu.

Khusus untuk usaha jual beli meja biliar, karena makelaran saja, tidak apa-apa Anda teruskan. Toh Anda hanya jalan kalau ada order. Sedangkan untuk usaha rental PS, pertahankan saja dulu untuk sementara ini. Toh dia bisa memberikan hasil sebesar Rp 550 ribu per bulan yang bisa digunakan untuk menambah pemasukan keluarga. Digabung dengan gaji Anda, jumlahnya sekitar Rp 1.450.000, yang hampir sama dengan jumlah pengeluaran bulanan Anda.

Sekarang masalahnya, bagaimana agar Anda bisa mendapatkan penghasilan sampingan lain sebesar Rp 1 juta per bulan. Kalau uang tabungan Anda Rp 44 juta pada saat ini, maka inilah yang sebaiknya Anda lakukan:

  1. Dari uang Rp 44 juta yang Anda miliki, sisihkan sebagian untuk Dana Cadangan Anda. Besar Dana Cadangan ini saya sarankan sebesar enam bulan pengeluaran keluarga. Ini berarti, jumlahnya adalah Rp 1,5 juta dikali enam = Rp 9 juta.

  2. Sekarang Anda ada sisa Rp 35 juta. Dari situ, ambil Rp 9 juta lagi untuk tukar tambah mobil Anda. Iya dong, Anda bilang bahwa mobil Anda kalau dijual bisa laku sekitar Rp 16 juta, sehingga untuk mendapatkan mobil seharga Rp 25 juta, ini berarti Anda harus menambah Rp 9 juta lagi. Nah, ambil Rp 9 juta itu dari sisa yang Rp 35 juta tadi.

  3. Sekarang sisanya sudah Rp 26 juta. Dari situ, ambil lagi uang untuk bisa membayar pengeluaran non-rutin selama setahun. Ini berarti, bila dihitung pengeluaran non-rutin Anda selama setahun adalah sekitar Rp 5,3 juta. Anggap saja Rp 6 juta.

  4. Jadi sekarang sisanya tinggal Rp 20 juta. Betul kan? Nah, gunakan itu untuk membuka bidang usaha baru. Apa bidangnya? Terserah Anda. Tapi menurut saya jumlah Rp 20 juta itu sudah cukup untuk menjadi modal awal dari sebuah usaha rumah tangga kecil-kecilan. Jangan tanya saya apa bidang usaha yang tepat untuk Anda, karena hanya Andalah yang tahu bidang usaha apa yang Anda kuasai.

  5. Melihat situasi Anda, saya juga tidak menyarankan agar Anda membeli rumah sekarang. Bila situasi keuangan Anda sudah cukup ketat seperti sekarang, maka mengontrak rumah adalah jalan yang terbaik untuk sementara ini. Jadi, kembangkan saja dulu usaha baru Anda. Kita harapkan setelah 3 tahun, Anda bisa mengumpulkan cukup banyak uang untuk membeli rumah yang Anda inginkan tersebut.

  6. Ditambah lagi, suami Anda toh juga sedang menunggu penempatan kan? Bila ia sudah bekerja nantinya, maka keluarga Anda akan ada tambahan pemasukan lagi kan?
Itu saja dari saya. Semoga Anda bisa memanfaatkan sisa uang tabungan Anda dengan baik.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Profil | Jasa yang Ditawarkan | Artikel | Buku | Agenda


© 2000 Safir Senduk & Rekan