Dikutip dari Harian Republika, September 2007
Assalamualaikum wr wb
Mas Gozali, apa kabar?
Setelah tiga tahun lebih saya bekerja dan berhasil menabung, saya memiliki tabungan kurang lebih Rp 90 juta. Yang saya ingin tanyakan, apa yang harus saya lakukan dengan tabungan saya tersebut, mengingat tahun depan saya berencana menikah. Selain itu, saya juga memikirkan sifat pekerjaan saya yang tidak tetap di LSM tersebut.
Dengan uang tabungan saya itu, apakah saya dapat membuka usaha? Kira-kira, usaha apa saat ini yang dapat dijadikan sandaran hidup? Ataukah saya cukup hanya menabungnya di reksadana atau deposito syariah? O ya Mas, sebesar 65 persen tabungan saya itu ada di deposito syariah maupun konvensional dan sisanya di reksadana asuransi jiwa.
Tolong Mas, beri saya masukan tentang hal ini. Sebenarnya, saya juga telah mencoba mencari pekerjaan lain di luar LSM, namun belum satu pun yang memanggil saya walaupun hanya untuk sekadar tes. Terima kasih banyak atas masukannya.
Teddy Hartoko, Jakarta
Mas Tedy, Alhamdulillah kabar saya baik, semoga Anda juga ya. Alhamdulillah pula, Anda telah memanfaatkan masa muda dan gaji besar Anda untuk menabung. Karena banyak juga lho karyawan yang gajinya lumayan besar, tapi tidak berhasil menabung karena terlena dengan gajinya dengan besar.
Satu hal juga yang patut disadari bahwa status pekerjaan Anda saat ini adalah sebagai karyawan kontrak sehingga tidak bisa mengharapkan gaji dari pekerjaan ini saja dalam jangka panjang. Maka, sekarang ada dua hal yang harus Anda putuskan yaitu mengenai penggunaan dana tabungan dan rencana karier Anda. Tentunya ini juga berhubungan dengan rencana Anda untuk segera menikah di tahun depan.
Untuk lebih enaknya, mari kita bicarakan dulu mengenai rencana karier Anda. Saat ini, Anda punya tiga pilihan, yaitu tetap bekerja di LSM walaupun tidak bisa diprediksi sampai kapan. Bekerja di tempat lain sebagai karyawan tetap, dan pilihan ketiga yaitu menjalankan usaha. Sekarang, kembali ke alasan Anda bekerja Mas. Apakah Anda menjadikan pekerjaan sebagai sumber penghasilan utama sampai pensiun? Kalau begitu, maka lebih baik Anda mencari pekerjaan lain yang sifatnya lebih mapan. Walau sampai sekarang belum mendapatkan hasil, tidak ada salahnya untuk terus mencoba melamar ke perusahaan lain. Tapi kalau Anda punya rencana untuk memiliki usaha sendiri dan bekerja hanya untuk mengumpulkan modal saja, saya rasa sekarang Anda berada di jalur yang sudah benar.
Mengenai pertanyaan Anda, bisakah membuka usaha dan usaha apa yang bisa dijandikan sandaran hidup, saya berpendapat bahwa saat ini Anda belum siap untuk melakukannya. Sebab, Anda belum memiliki keyakinan ke arah sana. Karena itu, saya tidak sarankan Anda untuk langsung keluar kerja dan buka usaha. Namun, tak ada salahnya jika Anda buka usaha sambil tetap bekerja.
Status calon istri juga mungkin bisa dijadikan salah satu pertimbangan. Misalnya, jika istri Anda bekerja sebagai karyawan tetap, mungkin Anda bisa sedikit mengambil risiko dengan tetap bekerja di LSM. Tapi kalau istri Anda ternyata memiliki jiwa usaha, tidak ada salahnya usaha dijalankan olehnya sambil Anda mencari pekerjaan lain yang lebih mapan. Hal ini bisa dipertimbangkan untuk mengimbangi risiko penghasilan bersama. Satu penghasilan berisiko tinggi, dan satu lagi penghasilan dengan risiko rendah.
Sekarang mengenai tabungan Anda, saya tidak sarankan hanya disimpan dalam deposito dan unit link (asuransi plus reksadana) saja tanpa rencana yang jelas. Tapi, penggunaan dana ini juga harus sejalan dengan rencana karier Anda di atas. Kalau Anda masih mau berusaha mencari pekerjaan lain, coba saja. Tapi kalau sudah menikah dan belum juga mendapatkan pekerjaan lain, dana tersebut bisa digunakan untuk membeli rumah. Tapi kalau mendapatkan pekerjaan lain sebelum menikah, Anda bisa membeli rumah dengan cara KPR saja, sehingga tabungan Anda bisa digunakan untuk uang muka dan investasi untuk pendidikan anak kelak. Bisa juga dimanfaatkan sebagai modal usaha.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Perkenalkan, saya pria lajang berusia 25 tahun. Lulus dari Universitas Jayabaya tiga tahun lalu dan langsung bekerja sebagai junior auditor di KAP. Setahun kemudian, saya pindah kerja di salah satu LSM dengan status kontrak dengan gaji yang lumayan besar untuk bujangan seperti saya.
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi