Dikutip dari Tabloid NOVA No. 692/XIV
Bapak Safir yang terhormat,
Saya seorang ibu rumah tangga dengan satu putra balita. Saya berencana menambah momongan lagi dalam waktu dekat. Suami bekerja di perusahaan swasta sebagai karyawan biasa dengan gaji Rp 1.200.000 per bulan. Saya rasa suami tidak bisa lagi punya peluang untuk naik jabatan/posisi karena sistem perusahaannya sudah buruk. Sedangkan dari gaji suami hanya cukup untuk makan sebulan, beli keperluan rutin rumah tangga, memberi mertua, dan bayar listrik, air, serta telepon.
Pendapatan saya sendiri sebulannya hanya Rp 700.000. Dari gaji tersebut saya harus bayar asuransi Rp 100.000 per bulan, uang sekolah anak Rp 75.000 per bulan, ongkos + jajan sekolah Rp 100.000 per bulan, serta biaya tak terduga seperti jika ada yang sakit, belanja baju-sepatu-kosmetik atau dana untuk jalan-jalan/rekreasi.
Saya juga harus bayar pembantu Rp 90.000 per bulan, langganan tabloid dan koran Rp 30.000 per bulan. Tabungan saya saat ini ada 15 juta rupiah dan anak saya sebentar lagi mau saya daftarkan ke TK Swasta. Lalu yang saya ingin tanyakan:
Ny. A - Jakarta
Ibu A di Jakarta,
Bila Anda menjalankan usaha, katakan usaha percetakan kecil-kecilan atau usaha desain grafis, apakah Anda punya perkiraan kapan usaha itu bisa memberikan Anda penghasilan yang setara dengan penghasilan Anda sekarang (Rp 700 ribu per bulan)?
Oke, kita anggap saja Anda punya perkiraan bahwa usaha Anda bisa memberikan penghasilan sebesar Rp 700 ribu per bulan mulai pada bulan ke-4. Bila memang demikian, bagaimana dengan bulan pertama sampai ketiga? Padahal yang saya lihat keluarga Anda masih membutuhkan penghasilan yang Rp 700 ribu per bulan itu.
Jika memang demikian, saya sarankan Anda memiliki dana cadangan yang jumlahnya cukup untuk menggantikan penghasilan Anda selama usaha Anda belum memberikan hasil yang memang setara dengan penghasilan Anda. Sebagai contoh, kalau usaha Anda baru bisa memberikan hasil Rp 700 ribu per bulan pada bulan ke 4, maka ini berarti ada bulan pertama sampai ketiga yang "kosong" tanpa penghasilan.
Dengan demikian, maka jumlah Dana Cadangan yang Anda perlukan adalah yang setara dengan tiga bulan pengeluaran Anda, yaitu: 3 x Rp 700.000 = Rp 2.100.000.
Kita andaikan saja pengeluaran Anda sebanding dengan pemasukan Anda. Lalu dari mana uang sebesar itu Anda ambil? Saya sarankan Anda mengambilnya dari simpanan Rp 15 juta yang Anda miliki. Dengan demikian, jangan menggunakan uang Rp 15 juta Anda sepenuhnya untuk modal usaha. Tapi sisihkan sebagian (dalam contoh di atas adalah Rp 2.100.000) untuk Dana Cadangan, yang bisa digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda selama usaha Anda belum memberikan hasil yang setara dengan penghasilan Anda.
Bila Anda memilih menggunakan uang Rp 15 juta tersebut sepenuhnya untuk usaha, maka pastikan bahwa usaha Anda memang sudah bisa memberikan hasil yang setara dengan penghasilan Anda sejak bulan pertama usaha itu dibuka. Atau, bila usaha itu memang membutuhkan modal awal Rp 15 juta (sesuai dengan seluruh uang yang Anda miliki pada saat ini), tapi Anda baru bisa menikmati hasilnya pada bulan ke5, misalnya, maka saya sarankan Anda tetap mempertahankan dulu pekerjaan Anda yang sekarang. Juga berharap mudah-mudahan saja agar tidak terjadi PHK pada Anda sebelum mencapai bulan ke-5.
Oke, itu mengenai strategi keuangannya. Sekarang mengenai jenis usahanya. Wah, kalau Anda bertanya tentang jenis usaha sampingan apa yang bisa dijalankan dari rumah, maka sebetulnya ada banyak sekali jenis usaha sampingan yang bisa Anda jalankan dari rumah. Contoh yang paling populer adalah usaha jual beli barang-barang kebutuhan rumah tangga. Selain itu, usaha jasa seperti desain grafis seperti yang Anda tanyakan juga bisa dijalankan dari rumah.
Saya tidak tahu sebesar apa skala usaha percetakan atau desain grafis yang ingin Anda jalankan, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah jumlah uang yang Anda sebutkan tadi mencukupi atau tidak untuk modal awal usaha Anda. Tapi bila Anda mendapatkan penawaran kerja sama dari teman Anda, maka hal yang harus Anda lihat adalah: bagaimana perkiraan arus kas dari usaha tersebut, kapan usaha tersebut akan memerlukan atau menghasilkan uang, dan seterusnya, sehingga Anda tahu dengan pasti kapan usaha Anda akan menuai keuntungan.
Mengenai pos-pos pengeluaran apa mana yang sebaiknya Anda tekan, kenapa Anda tidak mengurangi sedikit biaya rekreasi Anda? Dengan demikian, Anda akan lebih fokus atau memiliki lebih banyak waktu dalam mengerjakan usaha Anda. Nanti setelah usaha Anda berhasil, Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal yang ingin Anda lakukan, seperti rekreasi.
Itu saja. Semoga berhasil dengan usaha Anda, ya, Bu.
Terima kasih sebelumnya.
Jawab:
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda