MENCARI MODAL
DI LUAR BANK

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 688/XIV

Pak Safir yang terhormat,

Saya seorang ibu dengan tiga anak ingin sekali ikut meringankan beban suami. Karena sulitnya mencari pekerjaan, saat ini dengan modal seadanya saya berdagang kecil-kecilan. Karena modalnya pas-pasan, jualan saya ya, segini aja. Tidak bisa berkembang. Tahu sendiri, kan, sekarang ini tidak ada yang murah. Saingan juga banyak.

Saya sebetulnya ingin sekali dapat pinjaman dari bank. Masalahnya, saya tidak punya apa-apa untuk dijaminkan. Rumah saja masih mengontrak. Memang, di sini banyak orang yang bersedia memberi pinjaman, tapi bunganya tinggi sekali.

Mohon Pak Safir bisa memberi jalan keluar bagaimana caranya saya bisa dapat tambahan modal. Terutama pinjaman dari bank.

Ny. US - Binjai


Jawab:

Ibu US di Binjai,

Tekad Anda patut diacungi jempol. Di tengah-tengah segala kesibukan Anda mengurus keluarga yang terdiri dari tiga anak dan satu suami, Anda masih mau menyempatkan diri memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Jangan putus asa Bu, segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Rezeki datangnya dari Tuhan, tinggal bagaimana kita mengusahakannya.

Usaha yang Anda sedang lakukan saat ini adalah berjualan kecil­kecilan dan saat ini usaha tersebut membutuhkan modal tambahan agar bisa berjalan. Namun demikian, melihat situasi dan kondisi ekonomi keluarga Anda pada saat ini, saya rasa bank akan sulit untuk memberi pinjaman pada Anda. Ditambah lagi dengan situasi ekonomi negara kita, bank pada saat ini sedang sangat berhati­hati dan membatasi pengeluaran kreditnya. Lalu kemana Anda harus meminjam? Rentenir? Saya tidak menyarankan Anda meminjam ke rentenir karena bunganya terlau tinggi. Karena itu, ada beberapa alternatif dalam mendapatkan modal tersebut:

  1. Menggadaikan harta ke pegadaian. Jika Anda memiliki harta yang bernilai tinggi, seperti emas atau barang elektronik, Anda mungkin bisa menggadaikannya ke pegadaian untuk mendapatkan uang tunai.

  2. Patungan dengan teman. Jika modal sendiri tidak cukup, Anda dapat mengajak orang lain untuk ikut menambah modal tersebut bersama Anda. Tentu saja harus diikuti dengan kesepakatan pembagian keuntungan dan pembukuan yang jelas.

  3. Meminjam ke lembaga selain bank. Anda juga bisa meminjam ke lembaga selain bank. Coba Anda cari informasi sebanyak­banyaknya mengenai pinjaman ke lembaga selain bank di daerah Anda, seperti yayasan sosial, kelurahan, maupun koperasi simpan pinjam. Biasanya pada organisasi tersebut sistem pinjamannya adalah berdasarkan bagi hasil, sehingga pembagian keuntungan maupun kerugian diatur secara proporsional.
Pada umumnya orang mengira akan selalu dibutuhkan modal yang besar untuk memulai usaha sendiri. Kenyataannya tidak selalu begitu. Besar kecilnya modal yang dibutuhkan untuk usaha adalah sangat relatif, tergantung dari jenis usaha apa yang Anda pilih. Usaha perdagangan atau jual beli, produksi, atau transportasi, secara relatif biasanya memang membutuhkan modal uang yang lebih besar dibandingkan usaha jasa.

Kenapa kita tidak mencoba bersikap lebih realistis dengan tidak selalu mengaitkan kata modal itu dengan sejumlah uang? Diperlukan lebih dari sekadar uang untuk membuat suatu usaha bisa terus berjalan dan bertahan. Kenapa Anda tidak mencoba memikirkan bahwa diri Anda sendirilah sebagai modal utama Anda. Apa pun yang Anda miliki pada saat ini selain uang, yaitu pengetahuan, pengalaman, minat, bakat, bahkan teman­teman, bisa dijadikan sarana untuk memulai suatu usaha. Kuncinya adalah jika Anda ingin memulai usaha sendiri dan tidak memiliki modal uang sepeser pun saat ini, maka Anda bisa memakai modal yang bukan uang.

Selain langkah­langkah di atas, saya juga menyarankan Anda untuk mempertimbangkan kembali bidang usaha yang Anda pilih saat ini. Kalau tadi kita membahas mengenai usaha perdagangan Anda yang sedang membutuhkan modal, mengapa Anda tidak mempertimbangkan usaha di bidang lain? Yang penting usaha tersebut sesuai dengan tujuan Anda, yaitu mendapatkan penghasilan tambahan sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Sebagai contoh, Anda bisa memilih usaha pelayanan kebutuhan rumah tangga, di mana kelihatannya Anda sudah sangat berpengalaman dalam bidang itu. Nah, bukankah itu juga suatu modal yang tidak ternilai harganya?

Lagi pula usaha jasa pelayanan kebutuhan rumah tangga tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, bahkan mungkin nyaris tidak diperlukan. Misalnya saja usaha jasa penitipan anak, mengasuh bayi, mencuci dan setrika, merawat rumah dan lain­lain. Ada banyak ide­ide usaha yang bisa dijalankan. Luangkan waktu khusus agar Anda dan suami bisa bersama-sama membicarakan hal ini. Ingatlah selalu bahwa dukungan serta kerja sama dari keluarga akan sangat memotivasi Anda dalam menjalankan usaha. Apa pun bidang usahanya.

Bersikaplah realistis dalam menentukan antara keinginan dan kemampuan Anda. Tetapkanlah tujuan dari usaha yang dipilih dan rencanakanlah langkah demi langkah dalam mencapai tujuan tersebut. Tetaplah bersemangat dan berpikir positif. Semoga berhasil.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Profil | Jasa yang Ditawarkan | Artikel | Buku | Agenda


© 2000 Safir Senduk & Rekan