MENULIS SEBAGAI HOBI
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 823/XVI

Pak Safir yang terhormat,
Saya seorang karyawan BUMN yang memiliki penghasilan terbatas. Tiap bulan saya sering kelabakan untuk membagi penghasilan untuk berbagai keperluan. Saya sudah lama ingin punya penghasilan sampingan. Cuma masalahnya terbentur modal.

Perlu Bapak ketahui, saya memiliki hobi menulis. Dan ingin mengembangkan bakat itu. Kira-kira langkah apa saja yang harus saya lakukan? Saya juga ingin tahu caranya memperoleh modal usaha yang aman dan cepat. Dan bidang usaha apa yang cocok saya lakukan.

Terus terang Pak Safir, saya senang dengan rubrik ulas uang yang Bapak asuh, karena memberikan pengetahuan tambahan bagi saya. Demikian saja hal ini saya sampaikan. Atas saran yang Bapak berikan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

R ­ Deli Serdang, Sumatera Utara




Jawab:

Pak R, di Deli Serdang,

Sebenarnya Anda sudah memiliki modal yang cukup untuk mencari penghasilan tambahan, bahkan mungkin tidak perlu lagi mencari ke sana-sini modal usaha yang aman dan cepat. Apa modal yang sudah Anda miliki? Yaitu hobi menulis. Hobi murah yang kalau diasah dan diasah terus-menerus, bisa mendatangkan hasil cukup. Caranya dengan mengirimkan tulisan-tulisan Anda ke media. Menyenangkan, lho, Pak, kalau kita bisa memperoleh penghasilan tambahan justru dari sesuatu yang menjadi hobi kita. Kalau rasanya sudah capek bekerja seharian di BUMN tempat Anda sekarang, Anda bisa memanfaatkan waktu yang berada di luar waktu kerja Anda untuk menulis. Apalagi dapat penghasilan dari situ. Wah, bisa-bisa ketagihan. Pernah terpikir Pak, untuk menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan tambahan?

Nah, kalau Anda setuju, berikut ini empat langkah yang harus Anda lakukan agar hobi menulis bisa dijadikan penghasilan tambahan:

  1. Tentukan dulu bidang apa yang paling Anda kuasai
    Pertama-tama, tentukan dulu bidang apa yang paling Anda kuasai. Apakah politik? Sosial? Ekonomi? Psikologi? Atau justru usaha kecil? Penentuan bidang ini penting karena pada bidang itulah Anda akan banyak menulis. Memang sih, saya pernah melihat orang yang menguasai banyak sekali bidang, sehingga dia seringkali menulis tentang banyak hal. Tetapi jangan lupa, ketika tulisan Anda tampil di media, maka orang umumnya akan mengaitkan Anda pada satu bidang tertentu saja. Sehingga kalau Anda menulis artikel tentang banyak sekali bidang yang kesemuanya Anda kirim ke media, bisa-bisa orang akan bingung tentang apa sih sebetulnya yang menjadi topik keahlian Anda.

  2. Simak dan carilah media cetak yang bisa Anda kirimi tulisan Anda nantinya
    Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah dengan menyimak serta mencari media cetak yang bisa Anda kirimi tulisan. Pemilihan media cetak ini penting agar Anda bisa menyesuaikan gaya bahasa. Jangan takut bahwa tulisan Anda tidak akan diterima di media itu. Ingat, tugas Anda disini hanyalah untuk mencoba menyesuaikan gaya bahasa Anda dengan gaya bahasa mereka, kan?

  3. Mulailah menulis
    Langkah berikutnya, mulailah menulis. Duduklah di depan komputer, dan mulailah menulis tentang topik yang sudah Anda pilih. Jangan takut bahwa tulisan Anda jelek. Rasa takut seringkali menjadi penghambat utama seseorang dalam mencapai keberhasilan. Kemudian, jangan takut bahwa tulisan Anda sudah pernah ada yang menulis. Walaupun bidangnya sama, cobalah menulis topik yang belum pernah ditampilkan. Atau kalaupun pernah, carilah yang masih butuh pembahasan lebih lanjut. Tulis sesuai dengan pengetahuan yang Anda miliki, opini atau pendapat Anda sendiri.

  4. Kirimkan tulisan itu, dan pastikan diterima dengan baik
    Kirimkan tulisan itu dan pastikan diterima dengan baik. Anda bisa mengirimkannya lewat pos, atau kalau ada waktu, Anda bisa mengantarkannya sendiri ke sana, sekaligus menjalin hubungan dengan staf redaksi di media tersebut, yang memungkinkan Anda untuk dapat mengumpulkan tema-tema lain yang mungkin masih menarik untuk dibahas. Kadang-kadang, bertemu langsung dengan staf redaksi akan memungkinkan Anda untuk mendapat masukan dari mereka mengenai tulisan Anda. Selanjutnya tulisan Anda mungkin akan dimuat dan Anda akan memperoleh imbalan yang disebut honor. Besarnya bervariasi tergantung medianya. Tapi kalau tulisan Anda ternyata tidak dimuat, saran saya jangan langsung putus asa. Banyak orang yang baru pertama menulis tidak langsung dapat dimuat. Termasuk saya. Kalau memang begitu, coba pelajari lagi apa yang kurang? Apakah isi materinya, atau gaya bahasa, atau faktor lainnya? Yang penting, Anda bisa mencoba lagi. Toh, menulis adalah hobi Anda kan? Jadi kalau belum dapat penghasilan dari situ, yah, hitung-hitung menyalurkan hobi.

Mengenai bagaimana Anda bisa mendapatkan modal usaha yang aman dan cepat? Saran saya sebetulnya, akan lebih baik kalau Anda bisa fokus dulu pada hobi Anda menulis tadi. Jika dimuat bisa menjadi alternatif mengumpulkan modal usaha juga, lho. Salam.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan