Dikutip dari Nebula
Pak Gozali,
Kemudian mengenai investasi jangka panjang, sekarang saya telah memiliki ladang Jati super di sumatera seluas 2 ha 1,500 batang usia 4 bulan. Apakah sudah baik invest jati saya krn saya ada keinginan memperluasnya 2x lipat ?
Dan kira kira apa yg terbaik untuk invest jangka pendek, karena saya belum punya.
Pengeluaran rutin, idealnya hanya diambil dari penghasilan yang rutin saja. Karena tentunya menjadi tidak baik kalau mengandalkan pemasukan yang tidak pasti untuk pengeluaran yang sudah pasti dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Bayangkan kalau posisi Anda tiba-tiba berubah dari marketing ke posisi lain. Tentunya Anda akan kehilangan fee penjualan Anda. Walaupun gajinya naik, tapi totoal penghasilan yang bisa dibawa pulang bisa jadi malah turun. Apalagi kalau Anda terpaksa harus pindah kerja, biasanya yang dipertimbangkan di perusahaan yang baru adalah gaji pokok Anda di tempat lama, bukan take home pay.
Dalam kasus Anda, pemasukan rutin totalnya adalah Rp 9 juta, yaitu Rp 7 juta dari gaji Anda sendiri ditambah dengan gaji istri Rp 2 juta. Sementara pengeluaran rutinnya sendiri masih di bawah Rp 9 juta, yaitu Rp 8 juta. Ini berarti pengeluaran Anda masih dalam batas yang cukup aman.
Sementara penghasilan tidak rutin Anda yang berasal dari fee sebaiknya lebih diarahkan untuk tujuan investasi saja. Gaji istri dapat digunakan untuk tabungan pribadinya sendiri. Dan fee yang Anda terima bisa digunakan untuk melakukan investasi untuk memperbesar aset Anda.
Mengenai investasi jangka pendek, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan. Pertama, yaitu produk perbankan berupa tabungan dan deposito. Bagaimanapun Anda harus memiliki sebaran investasi kedalam produk yang cukup likuid untuk berjaga-jaga akan kebutuhan kas yang mendesak. Saya sarankan setidaknya sejumlah 2 - 3 kali pengeluaran rutin Anda disimpan di bank.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dengan resiko yang moderat, saya rasa beberapa macam reksa dana juga bisa dipertimbangkan. Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap cukup baik untuk alokasi jangka menengah. Investasi ini dapat digunakan untuk tujuan jangka menengah 5 - 10 tahun lagi seperti biaya pendidikan anak atau dana naik haji.
Mengenai investasi pada kebun jati, sepertinya Anda perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk manambah investasinya atau tidak. Evaluasi ini terutama dilakukan untuk menilai seberapa besar potensi hasil dan resikonya selama ini. Walaupun belum pernah panen, setidaknya bisa dinilai dengan melihat perkembangan harga kayu jati dan kondisi kebun yang sekarang serta resiko pengaruh alam yang mungkin terjadi. Jika sudah bisa menunjukkan proyeksi yang sesuai dengan harapan Anda, tidak ada masalah untuk menambah investasinya. Menambahnya menjadi 2 kali lipat menurut saya sudah cukup besar. Mungkin sisanya bisa Anda alokasikan untuk investasi jangka panjang dalam bentuk tanah/rumah di sekitar Jabotabek atau daerah lain yang pesat pertumbuhannya.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profesi saya marketing di sebuah perusahaan asing. Usia saya 31 thn punya 3 anak (1-5 thn) dengan penghasilan tetap 7 Juta dan penghasilan tidak tetap sebesar 5-10 Jt (fee), sedangkan penghasilan istri dari gajinya 2 jt. Pengeluaran perbulan kami sekitar 8 juta. Pertanyaan dari saya, amankah expense saya perbulan tersebut?
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi