BAGAIMANA MENGATASI HUTANG
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Haris --- Jakarta

1. Saya karyawan BUMN yang mempunyai gaji sekitar 3,5 juta/ bulan, ditambah usaha di luar yang kadang berpendapatan 1-1,5 juta. Istri saya juga bekerja dengan gaji sekitar 1,5 juta. Yang membuat saya pusing adalah, saya mengelola uang teman sekitar 20 juta dengan memberikan keuntungan setiap bulan 1,5 juta/ bulan, dan perjanjian awal saya adalah modal kawan tersebut tidak akan hilang. Awalnya saya sanggup, tetapi sudah 4 bulan ini usaha tersebut sudah tidak menghasilkan lagi, sedangkan modal sudah terlanjur saya investasikan dalam bentuk barang. Ditambah karyawan saya yang pertama tidak bertanggung jawab dan kabur. Bagaimana saya mengatasi masalah ini?

Terima kasih sebelumnya.




Jawaban:

Halo Pak Haris,

Sebenarnya jika usaha Anda lancar-lancar saja, maka tidak ada masalah dengan pembayaran keuntungan usaha Rp 1,5 juta kepada teman Anda. Bahkan jika usaha Anda bertambah maju, sedangkan jumlah keuntungan yang dibayarkan kepada sang teman tetap sama, maka tentunya Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Sayangnya, usaha Anda saat ini sedang bermasalah, sehingga tidak lagi menghasilkan keuntungan, bahkan terancam bangkrut.

Seperti kita ketahui, setiap bisnis atau usaha pasti memiliki risiko untung rugi. Dengan demikian, seharusnya setiap keuntungan dan kerugian usaha ditanggung oleh semua pihak, baik pihak Anda maupun teman Anda. Namun dalam perjanjian awal, Anda memiliki kewajiban kepada teman Anda untuk mengembalikan nilai modal awal Rp 20 juta, sehingga yang saya lihat, bentuk perjanjian antara Anda dan teman Anda adalah hutang piutang dengan pokok pinjaman Rp 20 juta, dan cicilan pembayaran Rp 1,5 juta/ bulan, tetapi tanpa jangka waktu.

Berdasarkan sifat pinjaman ini maka hutang bisa dilunasi kapan saja. Masalahnya sekarang, Anda tidak mempunyai dana untuk pelunasan dan selama hutang belum bisa dilunasi, maka Anda tetap wajib membayar bunga.

Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah negosiasi yang bisa Anda lakukan:

  1. Bayar hutang pokok Rp 20 juta sekaligus. Anda bisa mencari sumber dana pelunasan dengan cara menjual aset usaha seperti persedian barang yang ada, ditambah aset Anda sendiri, misalnya perhiasan dan barang berharga lainnya. Jika Anda punya sejumlah dana tunai, mungkin bisa digunakan juga untuk membantu pelunasan.

  2. Jika dana pelunasan sekaligus tidak tersedia, maka Anda bisa minta stop pembayaran bunga dan mulai mencicil pokok hutangnya dalam jangka pendek. Misalnya pokok hutang Rp 20 juta dicicil 2 kali: Rp 10 juta/ bulan. Dana untuk pelunasan cicilan pokok ini juga bisa diusahakan dengan cara menjual asset seperti di atas.

  3. Jika pelunasan pokok hutang dalam jangka pendek masih terlalu berat, maka Anda bisa mengajukan keringanan pembayaran dengan mencicil hutang pokok ditambah bunga lebih rendah dengan jangka waktu lebih panjang. Misalnya Rp 20 juta dengan bungan 12% effektif pertahun (seperti cicilan kredit rumah atau KPR)/ jangka waktu 12 bulan. Sehingga cicilan perbulan sebesar Rp. 1.776.976,- atau dibulatkan Rp 1,8 juta per bulan. Dana untuk cicilan hutang ini bisa Anda usahakan dengan menyisihkan dari penghasilan rutin Anda .

Masih banyak lagi cara negosiasi dengan teman Anda dalam penyelesaian hutang piutang ini yang menguntungkan ke dua belah pihak. Intinya, negosiasi di sini adalah dengan mencari cara bagaimana agar Anda bisa mengembalikan modal awal teman Anda (mungkin juga dengan keuntungan), dengan cara yang paling ringan untuk Anda. Agar negosiasi ini berhasil, jangan sungkan mengemukakan kesulitan Anda, terutama tentang masalah usaha yang macet. Tekankan niat baik Anda untuk tetap mengembalikan pinjaman. Disamping itu, mintalah teman Anda untuk mempertimbangkan bahwa Anda juga masih harus membiayai kebutuhan hidup keluarga, sehingga teman Anda bisa memberikan keringan pembayaran yang Anda butuhkan.

Selain itu penyelesaian hutang piutang juga bisa diusahakan dalam jangka pendek. Saran saya, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan untuk memperbaiki kondisi usaha Anda, sehingga dalam jangka panjang tetap ada potensi keuntungan yang bisa Anda kembangkan dari usaha tersebut.

Semoga berhasil

Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan