MENGATASI
DANA YANG TERBATAS

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 754/XV

Pak Safir yang terhormat,

Saya pernah bekerja pada sebuah toko dengan gaji tidak seberapa. Saat ini saya punya tabungan Rp 5.000.000. Saya sebetulnya punya keinginan berhenti kerja dan membuka usaha sendiri di rumah, yaitu toko manisan. Tapi saya perhatikan bahwa untuk menjalankan usaha ini dari rumah, saya masih memerlukan renovasi pada rumah saya. Ini jelas memerlukan dana yang banyak, belum lagi untuk pengisian barang.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah mungkin dengan dana sebesar itu saya bisa merehab tempat dan mengisi barang? Saya takut dananya habis untuk renovasi.

  2. Apakah pengisian barang sebaiknya dilakukan sekaligus atau sedikit-sedikit?
Saya mohon saran Bapak, terima kasih.

Ny. A - Palembang


Jawab:

Ibu A di Palembang

Sungguh bagus Anda punya keinginan membuka usaha sendiri. Saran saya, lakukan apa saja yang memang sudah menjadi keinginan Anda. Seiring waktu, Anda akan makin mendalami seluk-beluk usaha tersebut, sambil berjalan.

Saya akan coba menjawab pertanyaan Anda:

  1. Biaya untuk merehab rumah Anda menjadi tempat usaha sangat tergantung dari harga bahan bangunan yang ada di kota Anda. Jadi, ada baiknya sebelum merehab rumah, buatlah lebih dulu daftar apa saja yang dibutuhkan untuk merehab rumah tersebut. Entah jasa tukang, pintu, tripleks, dan sebagainya.

    Setelah dibuat daftarnya, survei lebih dahulu biayanya dengan menanyakannya ke toko bangunan di daerah Anda. Baru hitung total anggaran yang dibutuhkan untuk merehabnya. Jangan lupa menghitung anggaran pembelian barang. Nah, kalau ternyata Rp 5 juta tersebut tidak cukup, Anda bisa melakukan rehabnya secara bertahap. Mungkin pintu lebih dahulu. Baru setelah ada untung, Anda bisa membuka dinding. Atau bisa juga sebaliknya. Ini karena Anda tetap perlu dana untuk mengisi barang, kan? Tapi kalau dirasa bahwa Anda tidak bisa melakukannya secara bertahap, Anda bisa meminjam sejumlah tambahan modal untuk renovasi rumah. Nah, kalau Anda meminjamnya ke bank, Anda bisa menggunakan rumah Anda sebagai jaminannya.

  2. Karena usaha manisan ini baru Anda buat, alangkah baiknya mengisi barang sedikit-sedikit saja dulu. Nanti kalau Anda sudah tahu barang mana yang cepat laku, baru Anda bisa mengisinya secara sekaligus. Tentunya Anda tidak ingin ada manisan yang busuk karena tidak laku dijual, kan?
Sebagai tambahan saran saja, sebaiknya Anda juga mempersiapkan pembukuan yang rapi untuk usaha Anda ini. Dan jangan lupa berdoa. Itu yang paling penting. Selamat berusaha ya Bu!



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan