MENGAMANKAN KARTU KREDIT
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Yth. Bapak Ghozali

Beberapa waktu lalu, kartu kredit saya menagih sesuatu transaksi yang tidak pernah saya lakukan. Untungnya perusahaan kartu kredit tersebut sangat kooperatif dan membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini. Satu pertanyaan yang saya tanyakan adalah adakah tips yang dapat Anda berikan seputar keamanan kartu kredit dari hal-hal penipuan seperti apa yang terjadi dengan saya? Semoga Anda dapat membantu.

Anissa – Jakarta

Jawab:

Kartu kredit memang cukup rawan sebagai target penipuan beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Kejahatan kartu kredit bisa berbagai macam caranya. Bisa dengan mengambil kartu itu sendiri dan menggunakannya secara tidak sah. Atau tanpa mengambil kartunya, namun hanya dengan menggunakan identitas kartunya saja sebagai alat belanja di internet.

Untuk mangantisipasi kejahatan kartu kredit, berikut tips ini mungkin bisa membantu:

  1. Gunakan kartu kredit dengan verifikasi elektronik
    Sekarang sudah tidak zamannya lagi transaksi kartu kredit dengan alat gesek lama yang hanya mengcopy angka-angka yang timbul di atas kartu ke kertas karbon. Karena hal ini mudah sekali untuk dimanipulasi. Gunakanlah kartu kredit dengan verifikasi elektronik yaitu dengan alat gesek elektronik yang membaca data magnetic di kartu, dan masih ditambah lagi dengan pengaman berupa PIN.
  2. Hati-hati dengan data indentifikasi kartu (nomor kartu dan masa berlaku)
    Identitikasi kartu bisa juga dijadikan sebagai alat verifikasi transaksi secara jarak jauh. Misalnya transaksi via internet atau telepon. Untuk itu berhati-hatilah dengan data identifikasi kartu Anda jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak aman. Identitas kartu Anda bisa digunakan oleh pihak lain jika mereka mengatahui nomor kartu, masa berlaku dan PIN-nya.
  3. Hati-hati dengan data pribadi (tanggal lahir dan nama ibu kandung)
    Hal ini biasanya dilakukan dengan modus yang lebih canggih melalui telepon. Jika Anda menghubungi bank via telepon untuk bertransaksi, biasanya pihak bank akan menanyakan beberapa identitas pribadi, seperti tanggal lahir dan nama ibu kandung, untuk memastikan bahwa yang menelpon mereka adalah orang yang berhak akan kartu yang digunakan. Hal ini sebagai tindakan pengamanan standar untuk melindungi konsumen. Namun berhati-hatilah jika ada yang menelpon Anda dan mengaku dari bank lalu menanyakan identitas pribadi Anda. Ingat, dalam hal ini, karena mereka yang menelpon, maka Anda yang seharusnya membuktikan bahwa yang menelpon adalah petugas bank yang berwenang, bukan sebaliknya. Akhir-akhir ini berkembang modus penipuan dimana pelakunya menelpon pemegang kartu dan mengaku sebagai petugas bank lalu menanyakan sejumlah data pribadi dan identitas kartu. Jangan berikan data tersebut jika Anda yang ditelepon, akan lebih baik jika Anda menelpon kembali mereka ke nomor yang resmi yang tertera di kartu atau brosur resmi, bukan nomor telepon yang disarankan oleh penelpon gelap itu.
  4. Pilih PIN yang mudah diingat tapi sulit ditebak
    Jika kartu Anda jatuh ke tangan yang tidak berhak, Anda sebetulnya masih memiliki alat pengaman berupa PIN agar tidak bisa digunakan di ATM atau alat gesek elektronik. Oleh karenanya, sangat penting bagi Anda untuk membuat PIN yang tidak mudah ditebak seperti tanggal lahir. Karena biasanya kejadian kehilangan kartu bersamaan dengan dompet dengan KTP didalamnya, tentunya akan dengan mudah mengetahui tanggal lahir dari KTP yang turut hilang tersebut. Buatlah PIN yang mudah diingat sehingga tidak lupa ketika dibutuhkan namun sulit ditebak sehingga tidak mudah digunakan oleh orang lain.
  5. Jangan menuliskan nomor PIN ATM di tempat yang sama untuk menaruh kartu
    Lupa memang sepertinya sudah menjadi sifat manusia, termasuk lupa PIN. Banyak orang yang sengaja menuliskan nomor PIN agar bisa mengingatnya kembali jika lupa. Sebetulnya hal ini sangat tidak disarankan. Namun jika ini terpaksa Anda lakukan, jangan taruh nomor itu dalam dompet yang sama tempat menaruh kartu karena hal ini sama saja dengan memarkir sepeda motor dengan kunci yang masih menempel di tempatnya.
  6. Tambahan identifikasi dengan foto
    Sebagai alat pengaman tambahan selain PIN dan tanda tangan, beberapa penerbit kartu kredit menawarkan fitur foto pada kartu. Walau mungkin memakan waktu lebih lama atau kena biaya tambahan misalnya, saya sarankan agar Anda gunakan fitur tersebut agar kartu Anda tidak dengan mudah dipakai belanja oleh orang lain.

Salam
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan