MENENTUKAN
PRIORITAS KEUANGAN

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 712/XIV

Bapak Safir yang terhormat,

Saya ibu rumah tangga 28 tahun, dengan dua anak usia 4 tahun dan 3 bulan. Suami saya, 33 tahun, bekerja di kapal asing dengan gaji dalam kurs dolar, tapi ditransfer oleh jasa pengiriman dalam bentuk rupiah. Penghasilan rata-rata suami sekitar 1.000 dolar AS per bulan.

Masalah saya, tiap suami pulang, tabungan kami selalu habis buat kebutuhan hidup. Padahal suami bisa berada setahun jika sedang di rumah. Sedangkan di lautnya bisa 6 bulan sampai 1 tahun. Seringkali suami berangkat lagi meninggalkan saya dalam keadaan terbebani hutang.

Di satu sisi, kami masih punya banyak keperluan yang belum tercapai sehingga suami harus kembali berlayar. Di sisi lain, saya ingin hidup sebagaimana suami-istri layaknya yang selalu bersama. Apa pun, saya selalu berusaha tabah dengan harapan akan meraih masa depan yang lebih baik.

Alhamdulillah, kini saya sudah bisa membeli rumah dan mencoba usaha tambak udang (tapi hasilnya belum optimal). Kami juga sudah naik haji. Tahun ini, suami akan ke laut lagi. Harapan saya tahun ini:

Pertanyaan saya, dari harapan-harapan itu, mana yang harus saya prioritaskan? Bagaimana sebaiknya saya mengatur keuangan rumah tangga? Bagaimana merencanakan masa depan, mengingat suami tidak akan selamanya di kapal? Apakah sebaiknya penghasilan suami ditransfer ke rekening dolar saja? Apa saja yang dipertimbangkan dalam membuka suatu usaha?

Ny. SN - Demak


Jawab:

Ibu SN di Demak,

Saya turut senang kerja suami Anda selama ini tidak sia-sia, di mana Anda berdua akhirnya bisa membeli rumah dan membuka usaha tambak udang, ditambah lagi sudah naik haji. Berikut ini jawaban pertanyaan Anda:

Dari cerita Anda, saya rasa ada baiknya bila Anda menabung dulu untuk persiapan dana pendidikan anak-anak Anda. Itu yang pertama. Dengan menabung untuk pendidikan anak-anak Anda, paling tidak Anda akan merasa lebih tenang dalam bekerja dan berusaha.

Prioritas kedua yang saya sarankan adalah dengan menambah modal untuk usaha Anda, entah itu untuk usaha Anda yang sekarang atau usaha Anda yang lain. Ini karena secara jangka panjang, usaha-usaha ini diharapkan bisa memberi tambahan pemasukan dalam keluarga yang nantinya bisa sangat membantu problem keuangan dalam keluarga.

Bagaimana dengan prioritas ketiga? Untuk yang satu ini mungkin kembali lagi kepada Anda untuk melihat mana yang lebih penting, apakah itu membeli mobil atau meneruskan pembangunan rumah yang terhenti. Saran saya, dulukan yang lebih penting dan fokuslah ke situ.

Untuk pengaturan keuangan, cobalah bikin perencanaan keluar masuk uang dalam keluarga Anda. Segera setelah menerima uang dari suami Anda, tulislah rencana pengeluaran Anda dalam sebulan. Tuliskan untuk pengeluaran apa saja uang itu akan digunakan. Entah itu untuk dapur, susu anak, bahan makanan, apa pun itu.

Setelah itu, ambil sejumlah uang yang diperlukan untuk masing-masing pengeluaran dan pindahkan ke dalam amplop-amplop. Satu amplop untuk satu pengeluaran. Selama sebulan, disiplinkan diri Anda untuk hanya menggunakan uang sesuai jatah yang tersedia dalam amplop. Dan kalau bisa, masukkan menabung sebagai salah satu pos pengeluaran yang Anda lakukan, sehingga dengan demikian Anda akan memaksakan diri untuk mau menabung. Gunakan cara ini terus menerus setiap bulan. Mudah-mudahan bisa berhasil.

Mengenai perencanaan masa depan, kenapa Anda tidak coba mengembangkan usaha keluarga? Dengan demikian, diharapkan dari usaha itu nanti bisa memberikan penghasilan, entah itu untuk menambah penghasilan keluarga Anda sekarang, atau kelak ketika suami Anda tidak lagi bekerja. Mengenai jenis usaha yang sebaiknya Anda tekuni, ada baiknya bila Anda fokus dulu kepada satu bidang usaha. Bila itu sudah berhasil, barulah Anda bisa berpikir untuk melakukan ekspansi ke bidang usaha lain.

Yang penting dalam membuka usaha adalah niat, kemauan, dan kerja keras. Selain itu, ada baiknya bila Anda juga membuat perkiraan tentang berapa perkiraan jumlah pemasukan dan pengeluaran dalam 12 bulan mendatang. Perkiraan seperti ini disebut Perkiraan Arus Kas. Dengan memiliki Perkiraan Arus Kas, Anda bisa memperkirakan kapan Anda akan menuai untung dari usaha tersebut.

Tentang transfer dalam dolar, itu ide bagus. Buka saja rekening dolar di sini, dan biarkan saja uang dari suami dikirim ke Anda dalam bentuk dolar. Setelah sampai disini dalam dolar, biar Anda sendiri yang menukarkannya ke rupiah. Jadi jangan terus disimpan dalam dolar. Dolar sekarang sudah cukup mahal, lho.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan