Dikutip dari Auto Cyber Center
Kenapa saat income naik, fixed cost juga naik
Sudah menjadi kebiasaan yang lumrah bahwa kenaikan penghasilan akan menyebabkan naiknya juga pengeluaran. Akhirnya, seringkali berapapun penghasilannya selalu terasa tidak cukup.
Hal ini sering terjadi karena setiap kali ada kenaikan penghasilan seringkali diikuti dengan perubahan pola hidup atau standar kehidupan. Ini wajar saja terjadi, uang dicari memang untuk memudahkan kehidupan. Yang tidak wajar adalah kalau ternyata kenaikan gaya hidupnya justru lebih besar daripada kenaikan penghasilannya. Contoh sederhana, kebiasaan menggunakan bis patas non AC. Dengan naiknya jabatan dan tentunya diikuti pula dengan kenaikan penghasilan. Karena merasa penghasilan sudah naik, maka kebiasaan untuk menggunakan bis non-AC beralih menjadi menggunakan bis AC. Tidak terasa berat memang karena hanya beberapa ribu rupiah saja setiap hari. Tapi hal ini menjadi kebiasaan baru yang bukan satu atau dua kali saja, namun sudah menjadi keseharian dan membutuhkan pengeluaran tambahan yang tidak sedikit.
Dan yang kedua adalah seringkali peningkatan penghasilan akan mendorong pembelian barang-barang, yang disadari atau tidak, justru akan menyebabkan lebih banyak lagi pengeluaran. Contohnya, pembelian telepon genggam. Mungkin pada saat membeli yang menjadi pertimbangan adalah harganya. Karena harga Rp 1 juta mudah terjangkau, maka dibelilah handphone tersebut. Padahal, dengan membeli handphone, akan timbul kebutuhan baru yang nilainya jauh lebih besar dari harga pesawat handphone itu sendiri. Kalau sudah punya handphone, maka pembelian pulsa Rp 100.000 setiap bulan terasa menjadi sebuah keharusan dan pengeluaran yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Aida
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi