MENAMBAH MODAL USAHA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Ummi

Assalamu’alaikum Wr Wb
Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih pada majalah UMMI yang semakin hari semakin baik dan bermanfaat buat para pembaca.

Pak Gozali, saya seorang TKW di Hongkong. InsyaAllah bulan Maret ini finish kontrak dan tidak ada rencana kembali ke Hongkong.

Alhamdulillah, selama di Hingkong ada rizki dan saya sudah punya usaha kecil-kecilan di Indonesia yaitu sebuah bengkel sepeda motor dan sepeda poncol sekaligus kios yang menyediakan peralatan sepeda motor dan sepeda poncol. Usaha tersebut dikelola orangtua saya di kampung dengan apa adanya.

Dan kalau saya finish kontrak kerja nanti, insyaAllah saya ada uang Rp. 30.000.000,. Saya punya rencana ingin mengembangkanusaha tersebut dengan menambah modal. Namun disisi lain saya juga ingin punya tabungan.

Pak Gozali, bagaimana langkah yang harus saya ambil dalam mengembangkan usaha saya itu? Dan bagaimana sebaiknya mengelola uang tersebut? (Pengembangan usaha atau ditabung?). Atas jawabannya, saya ucapkan Jazakallah khoir…

Wassalamu’alaikum wr wb Nanda,
Hongkong



Jawaban:

Kalau dulu kita sudah terbiasa mendengar pepatah “carilah ilmu sampai ke negeri Cina”, mungkin sekarang populer pepatah baru “carilah nafkah sampai ke negeri Hongkong”. Bumi Allah memang luas. Jika tidak di kampung halaman sendiri, di negeri seberang pun Allah melimpahkan rezekinya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Ibu Nanda, jika sudah banyak mengumpulkan modal usaha, saya rasa ide yang sangat baik untuk kembali ke tanah air dan mengembangkan modal yang sudah dimiliki di Indonesia. Selain bisa memberikan penghasilan untuk Anda, juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Nah, sekarang tinggal menilai cara mana yang lebih baik dalam mengembangkan modal yang sudah Anda kumpulkan. Apakah dengan cara menambah modal pada usaha bengkel Anda atau dengan ditabungkan saja. Mari kita bahas satu per satu alternatif tersebut:

Menambah Modal Usaha

Sebelum memutuskan untuk menambah modal, akan lebih baik jika Anda menilai dulu bagaimana perkembangan usaha Anda selama ini. Apakah sudah menguntungkan atau belum? Dan pertanyaan yang paling penting adalah, apakah dengan menambah modal usaha itu kemudian bisa menjadi lebih baik atau tidak?

Karena terkadang sebuah usaha belum tentu bisa lebih maju dari sebelumnya walaupun sudah ditambah modalnya. Atau mungkin juga usahanya bisa lebih maju namun tidak sebanding dengan besarnya modal yang disuntikkan. Untuk itu, kita perlu menilai terlebih dahulu apa yang diperlukan oleh usaha Anda untuk bisa lebih maju. Sebelumnya, pisahkan dulu pencatatan untuk usaha bengkel dan toko onderdilnya. Hal ini diperlukan agar Anda bisa menilai dengan lebih baik kondisi usaha Anda.

  1. Usaha bengkel.
    Faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha jasa seperti ini adalah keahlian dari montir dan peralatan pendukungnya. Untuk bengkel sepeda motor dan sepeda kayuh, saya rasa tidak terlalu banyak dibutuhkan alat-alat berat seperti halnya pada bengkel mobil. Jika peralatan diarasa sudah cukup, mungkin tidak perlu lagi Anda menambah modal untuk itu. Faktor kedua yang paling mempengaruhi keberhasilan usaha bengkel adalah keahlian montir. Coba ikutkan montir Anda pada kursus-kursus keahlian montir atau belikan buku-buku yang bisa menambah wawasannya dalam hal perbengkelan. Saya rasa hal ini cukup berharga untuk dimodali. Selain itu, lihat juga apakah selama ini bengkel Anda sudah kewalahan untuk menerima konsumen atau tidak. Jika ya, maka penambahan modal mungkin diperlukan untuk memperbesar kapasitas bengkel dan menambah jumlah montirnya.
  2. Usaha toko onderdil.
    Untuk usaha perdagangan seperti ini, yang harus kita nilai adalah seberapa besar permintaan pasar dibandingkan dengan kemampuan toko untuk memenuhinya. Jika selama ini toko seringkali kehabisan stock atau barang dagangannya kurang lengkap padahal banyak konsumen yang membutuhkan, maka penambahan modal dalam bentuk penambahan barang dagangan tentunya dibutuhkan. Namun kalau selama ini toko hanya menyuplai kebutuhan bengkel sendiri saja tanpa adanya konsumen lain, saya rasa yang menjadi masalah bukanlah kelengkapan barang dagangannya melainkan masalah pemasarannya.

Menabung/Berinvestasi

Mengembangkan usaha memang perlu untuk menambah sumber pemasukan, namun menabung sebaiknya juga jangan dilupakan untuk berjaga-jaga menghadapi kebutuhan di masa depan. Setidaknya ada dua tabungan yang perlu Anda miliki.

  1. Cadangan pribadi
    Pada saat kembali ke tanah air nanti, Anda sudah tidak lagi bekerja dan sumber nafkah Anda satu-satunya adalah usaha bengkel dan toko onderdil tersebut. Sebagai seorang pengusaha yang mengandalkan pemasukan hanya dari usahanya saja, saya rasa Anda perlu membuat dana cadangan untuk kebutuhan Anda pribadi, yaitu untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah dengan sumber pemasukan Anda. Karena bisa jadi usaha tidak selalu bisa berjalan dengan lancar dan menguntungkan, wajar sekali jika sewaktu-waktu pendapatan usaha menurun dan tidak bisa memberikan keuntungan untuk pemiliknya. Untuk itu, milikilah dana cadangan untuk mengantisipasi jika hal tersebut terjadi.
  2. Cadangan usaha
    Bukan cuma Anda pribadi yang butuh dana cadangan. Usaha Anda pun membutuhkan dana cadangan untuk kondisi seperti di atas. Karena tentunya sebuah usaha harus tetap mengeluarkan biaya operasional walaupun konsumennya sedang sepi dan tidak ada pemasukan. Selain itu, usaha Anda juga mungkin perlu simpanan uang tunai yang cukup besar untuk memperpanjang sewa tempat setiap tahunnya.

Oke, setelah membahas satu-persatu alternatif alokasi dananya, kita sudah bisa mendapatkan gambaran apa saja yang akan dilakukan dengan dana yang akan Anda bawa pulang dari negeri seberang. Berikut tips dari saya untuk mengelola uang tersebut:

  1. Jangan membawa pulang dan menyimpan uang Anda dalam bentuk tunai
    Selain karena alasan keamanan, uang tunai cenderung mudah untuk dibelanjakan. Apalagi dalam jumlah besar yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Mungkin Anda sendiri bisa menahan diri untuk tidak membelanjakannya, tapi bukan tidak mungkin dorongan dari keluarga Anda yang lain bisa membuat Anda ingin memanjakan mereka dan membelanjakan uangnya secara kurang bijaksana. Jangan terburu-buru untuk menggunakannya sesampainya di tanah air. Simpan dulu uang tersebut di bank sampai Anda sudah bisa membuat rencana penggunannya dengan lebih bijaksana.

  2. Hitung kebutuhan modal untuk usaha bengkel
    Dengan penjalasan di atas, coba buat perhitungan, berapa tambahan modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha bengkel yang Anda miliki tersebut. Ingat, ini urusan bisnis, jadi setiap uang yang keluar harus punya alasan yang cukup kuat untuk menambah lagi pemasukan.

  3. Hitung kebutuhan modal untuk usaha toko onderdil
    Hitung juga kebutuhan tambahan modal untuk usaha toko onderdil Anda. Apakah dengan menambah barang dagangan agar lebih lengkap lagi, atau dengan cara memperbesar tokonya agar terlihat lebih baik dan menarik lebih banyak konsumen untuk datang.

  4. Alokasikan dananya untuk poin 2 dan 3
    Setelah poin 2 dan 3 di atas sudah Anda buat, baru cairkan uang Anda dari bank dan dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Ingat, dananya dicairkan hanya jika rencana penggunaannya sudah Anda buat.

  5. Gunakan sisanya untuk ditabungkan
    Jangan semua digunakan untuk poin 2 dan 3, sisakan juga untuk ditabungkan. Buat setidaknya dua rekening untuk Anda. Yaitu untuk cadangan Anda sendiri dan untuk cadangan usaha.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan