Dikutip dari Tabloid NOVA No. 739/XIV
Yang terhormat Pak Safir,
Saya ibu dengan satu anak berusia 2 tahun. Suami saya bekerja di perusahaan swasta. Kami sudah berumah tangga selama 3 tahun. Suami sudah 6 tahun bekerja dengan gaji Rp 660.000 per bulan. Kecil, memang.
Kami masih menempati rumah milik saudara (tanpa bayar). Sementara ini saya buka usaha salon kecil-kecilan di rumah dengan laba bersih Rp 100.OOO sebulan. Suami saya juga punya usaha sampingan dengan laba bersih sekitar Rp 300.000. Sekarang juga mencoba berdagang seperti anjuran Pak Safir di Tabloid NOVA.
Pengeluaran kami adalah untuk asuransi pendidikan anak sejak lahirnya dengan premi Rp 500.000 per tahun. Suami saya juga baru saja mengambil kredit motor dengan uang muka Rp 2,5 juta dan cicilan Rp 324.000/bulan (sudah termasuk asuransi kehilangan).
Untuk kebutuhan hidup sehari-hari (termasuk telepon, air, listrik), kami tekan sampai Rp 200.000 per bulan. Saat ini saya mungkin masih agak santai karena belum tiba waktu membayar asuransi anak saya. Entahlah kalau nanti tiba waktunya membayar.
Pertanyaan saya:
Ny. GR - Semarang
Ibu GR di Semarang,
Senang sekali mendapatkan surat Anda. Terus terang saya salut dengan kemauan Anda berdua untuk memperbesar penghasilan yang Anda dapatkan selama ini dengan melakukan beberapa macam usaha. Saya pikir, tidak ada salahnya kalau Anda berdua fokus saja dulu kepada satu, dua atau paling banyak tiga usaha yang
sedang dijalankan sekarang. Nanti kalau usaha itu sudah besar, barulah Anda bisa berpikir untuk menambah bidang usaha yang Anda jalankan.
Saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda:
Asuransi Pendidikan sebetulnya hanya salah satu dari sekian macam cara untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tidak ada cara yang lebih baik daripada cara yang lain, yang ada adalah bahwa satu cara hanya cocok untuk situasi dan kondisi keuangan tertentu. Melihat situasi dan kondisi keuangan Anda berdua, menurut saya tindakan Anda sudah benar dengan mengikutkan anak Anda pada Asuransi Pendidikan.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah jumlah Dana Pendidikan yang dijanjikan perusahaan asuransi Anda mencukupi untuk Biaya Pendidikan anak Anda yang sebenarnya nanti. Bisa saja kelihatannya jumlah itu mencukupi untuk masa sekarang. Tapi bila anak Anda baru berumur
2 tahun sekarang, belum tentu jumlah itu mencukupi untuk nanti ketika anak Anda benar-benar sudah masuk sekolah.
Kalau ternyata jumlah yang dijanjikan itu kira-kira kurang mencukupi, jangan ragu-ragu untuk menambah Uang Pertanggungannya. Tentu saja, preminya juga mungkin akan bertambah.
Ada sejumlah faktor untuk bisa melihat apakah perusahaan asuransi Anda bisa diandalkan atau tidak. Tapi bagi orang kebanyakan, diandalkan atau tidaknya perusahaan asuransi biasanya hanya dilihat dari bagaimana reputasi perusahaan tersebut dalam membayar klaim. Kalau reputasi perusahaan tersebut dalam membayar klaim cukup baik, maka ini merupakan faktor awal dalam melihat bahwa perusahaan asuransi Anda memang bisa diandalkan.
Jadi tipsnya untuk Anda, Anda tinggal melihat apakah reputasi perusahaan asuransi Anda memang baik atau tidak. Secara sekilas, hal itu bisa Anda lihat di berbagai surat pembaca yang ada di sejumlah media massa. Kalau jarang ada keluhan, berarti bisa dibilang bahwa reputasi pembayaran klaim dari perusahaan tersebut cukup baik.
Biasanya perusahaan asuransi memberitakan pembayararan klaim yang mereka lakukan dan berapa besarnya. Pemberitaan ini biasanya juga dimuat di berbagai media massa atau jurnal yang seringkali mereka terbitkan sendiri. Nah, Anda bisa meminta salinan pemberitaan tersebut pada agen asuransi Anda.
Polis Asuransi Pendidikan memberikan Dana Pendidikan yang diberikan setiap kali anak Anda memasuki jenjang pendidikan tertentu, dan biasanya mulai diberikan ketika anak Anda masuk SD. Karena itu, kalau anak Anda belum masuk ke jenjang pendidikan SD misalnya, akan sulit bagi Anda untuk dapat mengambil Dana Pendidikannya, karena perusahaan asuransi biasanya hanya akan memberikan Dana Pendidikan yang mereka janjikan sesuai dengan jadwal yang tercantum pada Polis Anda.
Selain Dana Pendidikan yang mereka berikan, Polis Asuransi Pendidikan biasanya juga memiliki Nilai Tunai yang bisa Anda ambil kalau Anda menghentikan program asuransi Anda. Nilai Tunai ini biasanya baru ada pada tahun ketiga. Selain itu, kalau Anda memilih untuk tidak menghentikan program asuransi tersebut, Anda juga bisa meminjam saja Nilai Tunai itu. Yang namanya pinjam, tentu saja harus dikembalikan dan ada bunganya juga.
Tidak mengapa bagi Anda membeli motor dengan cara angsuran, kalau memang motor itu betul-betul Anda perlukan untuk transportasi Anda dalam usaha yang Anda berdua lakukan.
Mengenai Asuransi Kehilangan, mungkin yang Anda maksud adalah Asuransi Kendaraan. Asuransi Kendaraan adalah asuransi yang akan memberikan penggantian kalau kendaraan Anda hilang atau rusak berat karena kecelakaan misalnya.
Apakah premi Asuransi Kendaraan yang Anda bayar tersebut akan kembali kalau angsuran Anda sudah lunas? Jawabannya adalah tidak. Pembayaran premi Asuransi Kendaraan adalah "uang hilang", artinya kalau tidak terjadi apa-apa dengan motor Anda, tidak akan ada pengembalian premi untuk Anda.
Coba kita hitung sedikit. Penghasilan suami Anda hampir mencapai Rp 1 juta per bulan (gaji dan usaha sampingannya). Penghasilan Anda sendiri dari salon sekitar Rp 100 ribu per bulan (Laba Bersih-nya saja) dan ada lagi pemasukan dari Usaha Marketing yang sayang tidak Anda katakan berapa jumlah yang Anda dapatkan setiap bulannya. Ini membuat saya tidak bisa menghitung bagaimana pembagian yang sebaiknya Anda lakukan. Hanya saja, cobalah menggunakan sistem amplop untuk mengatur pembayaran-pembayaran rumah yang Anda lakukan. Meski sederhana, sistem ini cukup ampuh kok.
Bagaimana dengan rumah? Untuk bisa membeli rumah, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk mengambil rumah dengan cara kredit. Tentu saja untuk kredit ini ada uang muka yang harus Anda bayar, dan uang muka tersebut harus Anda persiapkan sejak sekarang. Sayang sekali Anda juga tidak mengatakan berapa jumlah uang tunai yang Anda miliki sekarang.
Besarnya uang muka sangat bergantung pada tipe rumah apa yang Anda inginkan. Karena itu, untuk bisa mengatur berapa yang mesti disisihkan, kita juga mesti tahu rumah seperti apa yang kita inginkan. Karena itu, cobalah datang ke sebuah bank (di bagian kredit) dan tanyakan kemungkinan-kemungkinannya. Biasanya mereka dengan senang hati akan mengajukan alternatif-alternatif yang bisa Anda ambil. Ya, Anda bisa tanya saja dulu. Tidak harus mengambil sekarang.
Terima kasih atas bantuannya.
Jawab:
Itu saja, Bu, dari saya. Mudah-mudahan cukup jelas. Sukses buat And
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi