MEMILIH DAN MEMBELI
HADIAH LEBARAN

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 769/XV

Anda suka memberi hadiah ketika Hari Raya? Hadiah untuk anak, keponakan, saudara, atau relasi? Bahkan suami? Ya, pemberian hadiah memang sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia. Motivasinya bisa bermacam-macam. Entah karena urusan bisnis, kebiasaan, atau karena menjaga hubungan baik antar keluarga.

Hadiah bisa bermacam-macam bentuknya. Mulai dari amplop, sampai parsel. Mulai dari parfum, sampai kain untuk dijahit. Mulai dari sekadar kartu yang hanya untuk dibaca, sampai buah-buahan yang untuk dimakan. Apa saja.

Pertanyaan menarik yang bisa dibahas sekarang adalah, hadiah apa yang tepat untuk orang yang ingin saya berikan hadiah tersebut? Apakah pantas memberikan hadiah uang kepada anak saya yang masih berusia ­ katakan ­ 7 tahun? Apakah pantas memberikan hadiah berupa kain kepada orang tua saya yang sudah berusia 70 tahun? Apakah pantas memberikan hadiah berupa barang elektronik kepada suami saya? Lalu, hadiah apa yang tepat? Dan apakah memilih hadiah harus selalu yang harganya mahal?

Sebelum memutuskan membeli hadiah, perhatikan dulu apa tujuan Anda membelinya.

  1. Untuk Bisnis

    Sekarang tergantung untuk apa Anda memberikan hadiah itu. Pertama-tama, anggap saja Anda memberikan hadiah untuk bisnis. Katakan saja Anda punya usaha jahitan yang dijalankan dari rumah. Anda mengerjakan order jahitan setiap kali ada pesanan yang datang dari tetangga.

    Menjelang Hari Raya, order yang datang meningkat. Ketika tiga hari menjelang Hari Raya, Anda bisa memutuskan memberikan hadiah. Di sini, Anda bisa melihat fungsi apa yang ingin Anda tonjolkan dari hadiah itu. Biasanya sih, kalau untuk bisnis, Anda ingin supaya Hari Raya ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi klien Anda untuk ingat pada Anda. Nah, bisa saja Anda memberikan hadiah berupa suvenir yang unik. Keunikan unik ini diharapkan mampu membuat klien terus teringat pada Anda.

    Bagaimana dengan parsel? Tidak masalah. Tapi kalau parsel yang isinya kue-kue, coklat dan sirup sih sudah biasa. Kenapa Anda tidak mencoba memberikan parsel yang isinya lain daripada yang lain? Parsel yang isinya sabun, deodoran atau minyak wangi, misalnya, bisa membuat klien Anda tersenyum melihatnya, sehingga ia akan lebih teringat dengan Anda. Atau, bisa juga parsel yang isinya alat-alat pembersih rumah tangga. Di sini, biaya yang Anda keluarkan ­ baik parsel yang berisi alat-alat pembersih rumah tangga, alat-alat mandi atau kue-kue, coklat dan sirup ­ mungkin sama saja. Tapi karena isinya lain daripada yang lain, bisa jadi parsel Anda akan lebih memancing perhatian dan tertanam dalam ingatan penerima parsel.

    Bagaimana kalau sekadar kartu? Bisa saja. Anda bisa memberikan kartu ucapan Hari Raya yang lucu dan unik. Memang, sekarang di toko tersedia banyak sekali kartu ucapan hari raya yang bisa Anda beli. Tapi nanti jadi tidak spesial lagi dong? Saya juga pernah melihat kartu ucapan dari sebuah perusahaan, yang sudah diberi "kop" standar. Tidak ada yang spesial di situ. Tapi yang unik, ada banyak karyawan dari perusahaan itu yang membubuhkan tanda tangannya ke kartu tersebut. Dengan begitu, walaupun kartu itu dicetak massal untuk kepentingan perusahaan, tapi menimbulkan kesan personal. Lebih bagus lagi kalau kartu itu juga dibubuhi ucapan Selamat Hari Raya dengan tulisan tangan. O ya, kalau dari segi harga, pemberian hadiah berupa kartu ucapan sangat menghemat pengeluaran, lho.


  2. Untuk Teman

    Pada saat ini, hadiah berupa kartu ucapan bisa jadi merupakan hadiah yang paling lazim diberikan seseorang kepada temannya. Kita sering melihat ada banyak orang yang memborong kartu ucapan hingga 100 buah dari toko untuk dikirimkan ke teman-temannya.

    Nah, kalau dulu Anda biasa hanya mengirimkan kartu saja, kenapa kali ini tidak menyertakan kartu nama Anda dalam kartu itu? Dengan demikian, teman-teman Anda akan tahu apa pekerjaan Anda sekarang, bahkan ­ kalau Anda punya bisnis sendiri ­ mereka juga akan tahu apa bisnis Anda sekarang. Siapa tahu mereka bisa jadi customer Anda kelak. Lumayan, kan?

    Lihat bahwa pemberian hadiah untuk teman seringkali tidak perlu mahal, tapi dengan kemasan yang baik (seperti kartu nama yang dijepit dengan kartu ucapan, plus tulisan tangan Anda), bisa jadi kartu Anda itu selalu diingat.


  3. Untuk Keluarga

    Pemberian hadiah untuk anggota keluarga bisa lebih bervariasi, tergantung siapa yang Anda berikan. Hadiah yang Anda berikan untuk anak jelas berbeda dengan hadiah yang Anda berikan untuk mertua. Hadiah untuk anak yang masih usia SD tentu berbeda dengan hadiah untuk anak yang usianya sudah SMP.

    Sebagai contoh, anak yang masih SD mungkin senang sekali kalau Anda beri uang. Kalau dia biasa mendapat uang saku harian sebesar, misalnya, Rp 5.000, maka hadiah berupa uang sebesar 10 kali uang saku hariannya sudah sangat berarti baginya. Tapi untuk anak yang sudah masuk usia SMP, hadiah berupa sepeda baru (yang memang sudah dia inginkan dari dulu) bisa lebih berarti uang tunai saja.

    Bagaimana dengan hadiah untuk orang tua atau mertua? Wah, kalau untuk orang yang lebih tua, ini sih pintar-pintarnya Anda dalam memilih. Dari segi harga, mungkin Anda tidak usah lagi memilih barang yang harganya mahal. Untuk si bapak misalnya, Anda bisa memberinya hadiah yang secara fungsional mungkin dia butuhkan sehari-hari (bapak-bapak biasanya tidak terlalu memperhatikan harga, tetapi fungsi). Kursi malas misalnya. Sedangkan untuk si ibu, kain bermotif yang kira-kira bagus untuk dijadikan baju, akan sangat menarik sekali untuknya.

Jadi, yang perlu diingat adalah bahwa yang namanya hadiah, tidak selalu harus mahal. Cukup dengan pemilihan hadiah yang baik, plus kemasan yang menarik, hadiah Anda bisa membuat Anda terus diingat. Dan ujung-ujungnya, uang yang Anda keluarkan akan terasa lebih maksimal manfaatnya.

Selamat berburu hadiah.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan