Dikutip dari Ummi
Assalamu’alaikum Wr wb
Syamsu Irman,
Merk dagang memegang peranan penting dalam sebuah usaha. Yang utama yaitu sebagai identitas bagi sebuah produk. Walaupun sudah kenal dengan Anda, namun teman-teman Anda tentunya akan kesulitan untuk memanggil Anda jika Anda sendiri tidak punya nama. Begitu juga dengan produk dagangan, walaupun konsumen Anda sudah tahu dimana bisa membeli produk Anda, namun akan kesulitan untuk mengkomunikasikannya jika tidak memiliki nama (merk).
Dengan merk, Anda bisa lebih mudah untuk monsosialisasikan produk Anda pada para pelanggan. Jika pada tahap awal ini Anda bisa mendapatkan konsumen dari orang-orang yang memang sudah kenal pada Anda pribadi dan percaya dengan produk yang Anda hasilkan. Namun kalau kualitas produk Anda sudah teruji, konsumen tidak perlu mengenal Anda lagi, cukup merknya yang disosialisasikan. Dan pelanggan lama pun bisa dengan mudah merekomendasikan produk Anda pada calon pelanggan yang lain.
Lebih dari itu, merk dagang juga bisa berpengaruh terhadap pandangan konsumen terhadap suatu produk. Sebut saja merk “So-Klin” tentunya yang sudah terbayang adalah “bersih” karena merk itu mungkin berasal dari kata “so clean” (sangat bersih). Ingat, merk bisa mewakili image produk.
Bahkan untuk usaha pembuatan mie ayam ini juga saya rasa merk tetap diperlukan. Tentunya Anda tidak menginginkan mie ini hanya beredar di kalangan yang mengenal Anda saja bukan. Bayangkan kalau produk Anda bisa dijual juga pasar-pasar, akan sulit bagi konsumen dan penjual untuk melakukan pembelian ulang jika tidak ada merknya.
Pada tahap awal, saya rasa usaha Anda sudah bisa berjalan tanpa merk sekalipun. Pada tahap awal ini lebih baik berkonsentrasi pada penjualan dan kualitas produk. Jika sudah mulai berkembang nanti, mau tidak mau merk dagang harus sudah dimiliki agar bisa berkembang lebih luas lagi.
Bahkan kalau perlu, merk dagang Anda mungkin harus dipatenkan juga. Jangan sampai merk dagang Anda digunakan oleh produsen lain yang ingin mendompleng kesuksesan Anda dalam memproduksi mie ayam yang berkualitas tinggi. Selain bisa mengurangi volume penjualan, hal ini juga bisa merusak pandangan konsumen akan kualitas produk Anda.
Sukses untuk Anda pak Syamsu..!!
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya adalah seorang karyawan. Saat ini saya sedang membuat makanan mie ayam tanpa pengawet dan halal. Alhamdulillah teman-teman sudah ada beberapa yang minat ingin mengembangkan usaha saya tersebut di daerahnya masing-masing. Yang ingin saya tanyakan adalah:
Terima kasih atas jawaban bapak
Jakarta Timur
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi