Dikutip dari Tabloid NOVA No. 816/XVI
Pak Safir yang baik,
Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Saat ini saya sedang mengangsur kredit di sebuah bank (baru berjalan 5 bulan). Saya mengambil jangka waktu kredit 15 tahun. Menurut informasi, kredit KPR di bank tersebut bersifat anuitas, bukan flat, dan perbandingan antara bunga kredit dan pokok tidak sama selama kurun waktu kredit, dimana di awal-awal tahun bunganya lebih besar dari pokok.
Oleh karenanya, seorang teman menganjurkan saya untuk tidak langsung melunasinya di awal-awal tahun kredit, karena saya akan 'rugi'. Soalnya, katanya, saya hanya melunasi bunganya (alasan yang buat saya belum jelas juga). Hanya saja, dari perhitungan saya yang awam, kalau menunggu semakin lama sementara kita sudah mampu melunasi, mestinya total uang yang dikeluarkan akan lebih besar, bukan begitu?
Jadi, yang saya ingin tanyakan, apakah memang ada perhitungan waktu yang tepat untuk melunasi hutang KPR saya? Demikian pertanyaan saya, terima kasih.
I - Jakarta
Pak I di Jakarta,
Senang berkenalan dengan Anda. Anda betul, KPR bersifat anuitas dan bukan flat, dan perbandingan antara bunga kredit dan pokok tidak sama selama kurun waktu kredit, di mana awal-awal tahun bunga lebih besar dari pokok.
Dalam hal melunasi KPR, tidak bisa dipisahkan antara pokok dan bunganya, tetapi harus dilihat sebagai satu kesatuan saldo hutang. Cicilan hutang kita memang terdiri dari pokok dan bunga, namun seluruh saldo hutang KPR kita adalah sisa pokok hutang kita. Pelunasan KPR terbagi 2, yaitu pelunasan seluruhnya dan pelunasan sebagian. Berdasarkan kedua bentuk pelunasan KPR inilah, ada 2 saran sebagai pertimbangan Anda:
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawab:
Sedangkan jika Anda melakukan pelunasan sebagian di akhir-akhir masa pinjaman, maka sisa hutang berikutnya yang dibungakan juga lebih sedikit, sehingga cicilan bulanannya makin kecil.Dalam pelunasan sebagian, yang paling penting bukan hanya masalah waktu, di awal atau di akhir, tetapi juga jumlah pelunasan sebagian tersebut. Semakin besar jumlah pelunasan, akan semakin banyak mengurangi hutang pokok atau saldo hutangnya. Dengan demikian, jika sisa hutang semakin kecil, maka saldo hutang berikutnya yang dikenakan bunga juga semakin kecil. Mudah-mudahan dari 2 perbandingan tersebut, Anda bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan Anda, dan memutuskan mana cara pelunasan yang paling tepat. Semoga bermanfaat. Salam.
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi