BIAYA MELANJUTKAN PENDIDIKAN
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari Danareksa.com

Ibu Mike Yth

Saya seorang karyawan swasta dan sedang giat-giatnya meningkatkan karir. Karena masih bujangan untuk mengisi waktu luang dan karena saya pikir bagus untuk peningkatan karir, saya meneruskan pendidikan S2 dari sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Jakarta. Pada waktu ingin mendaftar ke S2, saya sempat meminjam uang berjumlah cukup besar pada kantor saya untuk biaya pendaftaran, dan lain-lain. Sekarang bisa dibilang saya sedang dalam keadaan mencicil hutang saya pada kantor saya. Sementara itu, tampaknya saya sudah membutuhkan tambahan uang dalam jumlah cukup besar lagi untuk biaya pendaftaran ulang dan lain-lain. Apa yang harus saya lakukan, ya? Apakah etis mengajukan pinjaman lagi ke kantor, padahal kreditan pinjaman saya yang dulu belum lunas terbayar ? Selain itu, bagaimana ya kiat berhemat atau strategi mengatur keuangan seseorang dalam posisi seperti saya? (bekerja, tapi juga sedang menyelesaikan studi).

Terima kasih atas respon dan alternatif solusi yang diberikan.

Rudy Taas - Jakarta



Jawaban:

Halo Pak Rudy

Dalam kondisi keuangan anda saat ini, dimana ada biaya pendidikan yang cukup besar dan harus segera dibayar namun Anda tidak memiliki uang tunai yang cukup, maka mencari pembiayaan dengan cara meminjam kembali dari pihak lain boleh saja dilakukan. Namun selama Anda masih bisa tidak berhutang, prioritaskanlah untuk membayar biaya pendidikan ini secara tunai. Jika simpanan uang tunai yang ada tidak cukup, maka pinjamlah sebesar kekurangannya saja, agar kewajiban hutang Anda yang berjalan tidak bertambah besar. Itupun dengan syarat Anda masih bisa membayar cicilan pinjamannya. Maksudnya adalah agar jumlah total cicilan hutang Anda jangan sampai memakan porsi yang terlalu besar dari penghasilan Anda.

Jumlah cicilan hutang yang aman adalah sebesar maksimal 30% saja dari gaji Anda perbulan, sehingga masih ada sisa 70% dari gaji Anda yang cukup bagi Anda untuk membayar keperluan hidup yang lain. Dengan demikian jika saat ini total cicilan hutang Anda perbulan sudah lebih dari batas maksimal diatas, maka sebaiknya Anda tidak mengambil pinjaman baru ke kantor atau kepada pihak manapun. Jika Anda memaksakan diri, maka porsi hutang Anda terhadap penghasilan menjadi lebih besar, dan semakin besar hutang Anda semakin tidak sehat kondisi keuangan Anda karena akan menyebabkan kebutuhan hidup lainnya tidak terbayar. Dan untuk menutup kebutuhan tersebut, biasanya akan terdorong untuk berhutang lagi.

Saran saya, jika memang total cicilan hutang Anda saat ini masih kurang dari 30% perbulan, maka mengajukan pinjaman tambahan ke kantor bisa dilakukan dan perlu diingat hal ini tidak ada hubungannya dengan masalah etis atau tidak etis. Namun jika total cicilan hutang Anda saat ini besarnya lebih dari 30% dari gaji Anda, sebaiknya Anda tidak mengambil pinjaman baru. Untuk mengcover kebutuhan biaya pendaftaran ulang dan lain-lain Anda bisa pertimbangkan untuk minta bantuan pada orang tua atau saudara dekat lainnya, dengan cara berhutang sejumlah uang namun bisa dicicil dalam jangka waktu tertentu tanpa bunga.

Alternatif lainya adalah dengan menggadaikan barang-barang berharga Anda ke pegadaian. Misalnya Anda mempunyai barang elektronik, emas, jam tangan, komputer, maka Anda bisa membawanya ke pegadaian. Di sana barang-barang tersebut akan dinilai sesuai dengan harga pasarnya saat ini, kemudian Anda bisa memperoleh pinjaman sejumlah prosentase tertentu dari total barang yang digadaikan setelah dinilai. Anda bisa menebus barang yang digadaikan dengan cara membayar cicilan pinjaman dengan jangka waktu tertentu. Jika cicilan pinjaman selesai pada waktunya, baranag yang digadaikan bisa Anda ambil kembali.

Sebaiknya Anda juga pro-aktif mencari cara bagaimana agar bisa membayar pendidikan ini dengan lebih murah. Misalnya dengan meminta keringanan pembayarn kepada perguruna tinggi yang bersangkutan agar bisa membayar biaya pendidikan dengan cara mencicil, sehingga Anda bisa membayarnya dengan menyisihkan penghasilan Anda tanpa harus berhutang. Pada akhirnya jika Anda merasa bahwa biaya pendidikan ini belum sanggup Anda bayar bahkan dengan cara berhutang sekalipun, maka pertimbangkanlah untuk cuti kuliah sementara waktu jika memungkinkan. Sambil Anda mengumpulkan uang kembali untuk membayar biaya kuliah yang akan datang

Pola pengaturan keuangan bagi seseorang yang bekerja sekaligus sekolah sebenarnya tidak sulit. Asalkan Anda mempunyai pedoman anggaran belanja bulanan dan mematuhi anggaran yang telah dibuat, maka terjadinya defisit anggaran belanja bisa dihindarkan. Karena itu sebaiknya anda mulai membuat anggaran belanja bulanan. Caranya adalah dengan catatan pemasukan rutin dan kemudian mengalokasikannya pada pos-pos pengeluaran rutin Anda. Kemudian buat lah prioritas pengeluaran, sebagai berikut :

  1. Pos cicilan hutang.
    Hutang kepada kantor dibayar terlebih dahulu ( bisanya sudah dipotong langsung ), jika Anda punya hutang lain bayarlah terlebih dahulu sebelum membayar pengeluaran lain.

  2. Pos transport ke kantor dan kuliah.
    Pastikan bahwa Anda sudah menyisihkan dari penghasilan Anda sejumlah dana yang tidak bisa diganggu gugat untuk ongkos ke kantor dan kuliah. Sebab jika pos ini tidak diamankan Anda tidak bisa ke kantor maupun kuliah.

  3. Pos pendidikan.
    Sisihkanlan minimal 10% dari penghasilan Anda selama masa kuliah ini. Tujuannya adalah untuk mengcover biaya kuliah yang rutin maupun yang tidak rutin. Diharapkan dengan adanya simpanan ini bisa mencover biaya kuliah yang akan datang, paling tidak bisa membantu. Jika belum terpakai tetaplah disimpan.

  4. Pos biaya hidup lain.
    Pos ini adalah sisa dari pengasilan Anda setelah dikurangi pos-pos pengeluaran hutang, transport, dan pendidikan diatas. Segala kebutuhan hidup lainnya seperti pulsa handphone, rekreasi, pakaian, dan lain-lain, cukup tidak cukup harus menyesuaikan dengan sisa penghasilan ini.

Jika, ternyata setelah dibuat berdasarkan kondisi sebenarnya, hasilnya minus atau pengeluaran lebih besar dari pemasukan maka sebaiknya melakukan peghematan pada pos-pos pengeluaran yang masih bisa dikurangi. Jika menurut Anda tidak ada lagi yang bisa dikurangi, maka artinya penghasilan Anda yang kurang, Nah… Anda mungkin perlu melakukan usaha-usaha menambah penghasilan, misalnya dengan mengambil partime job. Agar Anda tidak keluar dari anggaran maka jangan pernah sekali-sekali melakukan pengeluaran diluar anggaran yang sudah dibuat.

Selamat mengelola keuangan.

Salam,

Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan