MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN
UNTUK BISNIS RENOVASI RUMAH

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Suami saya mempunyai usaha renovasi rumah, tapi saya bingung mengenai pembukuannya, karena saya tidak tahu cara membuat yang sederhana sehingga saya pun bisa mengetahui alur keuangan tersebut. Saya kadang hanya mencatat pembelian barang, pembayaran gaji serta penerimaan DP dari customer, jadi kadang proyek sudah selesai, tapi kami masih mempunyai tanggungan kepada toko material ataupun yang lainnya. Mohon kami dibantu tentang cara pembukuan yang sederhana sehingga hasil dari proyek renovasi rumah itu ada, bukannya malah hutang ataupun kadang rugi. Thanks ya atas bantuannya.

Salam
sumni rahayu --- jakarta


Jawaban:

Ibu Sumni, saya salut sekali Anda sebagai istri bisa memback-up usaha suami sebagai kontrol yaitu memegang pembukuan. Karena biasanya pengusaha terlalu agresif, dan perlu pendamping yang menyeimbangkan dengan agar bisa lebih rasional dan hat-hati dalam menjalankan bisnis. Dan hal itu bisa dilakukan dengan adanya pembukuan yang bisa memberikan kontrol yang memadai mengenai berapa hutang, berapa keuntungan, dan sebagainya. Bahkan pembukuan yang baik bisa "bicara" lebih banyak mengenai bagaimana pola pembelian konsumen, dan sebagainya. Hal ini bisa sangat membantu dalam membuat strategi bisnis ke depan. Namun sayangnya hal ini banyak melibatkan masalah teknis yang tentunya tidak bisa kita bicarakan dalam media yang sangat terbatas ini. Anda bisa menghubungi konsultan profesional untuk mendapatkan jasa pembuatan sistem pembukuan, atau membaca beberapa buah buku akuntansi yang cukup sederhana untuk orang awam.

Nampaknya, dari penjelasan Anda, masalah Anda adalah pembukuan yang selama ini sudah dijalankan hanya berdasarkan transaksi tunai saja. Yaitu hanya melakukan pencatatan terhadap uang keluar dan masuk, namun tidak mencatat jumlah kewajiban yang harus dibayarkan di masa depan. Dan juga tidak mencatat mengenai tagihan piutang yang menjadi hak kita di masa depan.

Saran saya, selain mencatat uang keluar dan uang masuk, catat juga semua kewajiban (hutang) dan hak (piutang) beserta dengan tanggal jatuh temponya. Dari sini Anda bisa membuat proyeksi arus kas agar tidak ada lagi masalah arus kas yang macet yang tentunya membahayakan usaha Anda.

Demikian dari saya, semoga cukup membantu.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan