BAB 9
MELAKUKAN INVESTASI
PENDAPATAN TETAP

Dikutip dari Bab 9, buku Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari Penghasilan Tambahan

Sekarang, kita akan berbicara tentang bagaimana mendapatkan Penghasilan Tambahan dengan cara melakukan investasi pada produk pendapatan tetap. Apa yang dimaksud dengan berinvestasi pada produk pendapatan tetap? Disini, Anda melakukan investasi ke dalam sebuah produk investasi, dimana dari investasi tersebut Anda akan mendapatkan penghasilan yang tetap sifatnya, seperti bunga, uang sewa, atau semacam itu. Sebagai contoh, kalau Anda punya dana Rp 100 juta, Anda bisa menginvestasikannya pada deposito, dan mendapatkan penghasilan rutin dari bunganya. Atau, dana tersebut bisa Anda alihkan ke dalam bentuk barang (seperti rumah) misalnya, dimana Anda bisa menyewakannya, dan mendapatkan penghasilan sewanya.

Langkah yang harus Anda lakukan dalam menambah penghasilan melalui cara ini adalah:

  1. Tentukan berapa angka penghasilan tambahan yang Anda inginkan per bulannya, kemudian kalikan dengan 12 (jumlah bulan dalam setahun),
  2. Bagi angka itu dengan asumsi Hasil Investasi per tahun yang mungkin bisa Anda dapatkan,
Itulah jumlah yang harus Anda investasikan ke dalam produk investasi berpendapatan tetap. Sebagai contoh, kalau Anda ingin punya penghasilan tambahan sebesar Rp 1 juta per bulan dari bunga deposito, maka dengan asumsi bunga deposito 12% bersih per tahun, jumlah dana deposito yang Anda butuhkan adalah:
= (Rp 1 juta x 12) : 12%
= Rp 12 juta : 12%
= Rp 100 juta.

Kelebihan & Kekurangan

Kalau saya boleh jujur, dalam kaitannya dengan mendapatkan penghasilan tambahan, mendapatkan penghasilan tambahan dengan melakukan investasi pada produk investasi berpendapatan tetap adalah cara yang paling enak dibanding cara yang lain. Ini masuk akal karena pada cara seperti ini, penghasilan tambahan yang Anda dapatkan biasanya tidak membutuhkan usaha fisik yang banyak, karena Anda sudah memiliki aset dan tinggal menginvestasikannya, kemudian menunggu bunganya. Atau, kalau aset Anda adalah berupa barang (hard asset), Anda tinggal menyewakannya dan mendapatkan penghasilannya. Hampir tidak adanya penggunaan fisik ini menjadi penting karena umumnya Anda sudah sibuk di pekerjaan utama Anda sehingga biasanya Anda tidak mau lagi terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam mendapatkan penghasilan tambahan. Jadi, kalau Anda punya cukup dana, Anda bisa menggunakan cara ini.

Sayangnya, cara ini juga memiliki kekurangan. Yang pertama, umumnya Anda membutuhkan dana besar terlebih dahulu untuk bisa memberikan penghasilan tambahan yang ‘memuaskan’. Kalau kita melihat contoh diatas, untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 1 juta per bulan dengan asumsi bunga deposito 12% setahun, Anda membutuhkan jumlah dana tunai sebesar Rp 100 juta. Jelas, tidak semua orang memiliki dana tunai sebesar itu. Belum lagi kalau bunga deposito turun menjadi dibawah 12% per tahun, maka jumlah dana deposito yang Anda butuhkan bisa jadi menjadi lebih besar.

Itu kekurangan pertama. Kekurangan kedua, penghasilan tambahan yang Anda dapatkan jumlahnya cenderung tetap, sementara harga barang dan jasa cenderung naik setiap tahunnya. Sebagai contoh, kalau Anda memasukkan Rp 100 juta ke dalam deposito dengan bunga 12% per tahun, maka bunga yang anda dapatkan adalah Rp 12 juta per tahun atau Rp 1 juta per bulan. Padahal, dengan naiknya harga barang dan jasa dari tahun ke tahun, Anda membutuhkan bunga yang naik juga dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, mungkin sekarang Anda butuh bunga 12% setahun sehingga bisa memberikan bunga Rp 12 juta setahun atau Rp 1 juta sebulan. Padahal, dengan adanya inflasi sebesar – katakan – 10% per tahun, tahun depan Anda mungkin membutuhkan penghasilan tambahan Rp 1,1 juta sebulan, sehingga bunga 12% setahun tidak lagi cukup untuk Anda, karena Anda butuh bunga 13,2% setahun untuk mendapatkan bunga Rp 1,1 juta sebulan. Belum lagi tahun depannya. Begitu seterusnya.

Sejumlah Kiat

Nah, kalau Anda ingin mendapatkan Penghasilan Tambahan dengan cara melakukan investasi pada produk pendapatan tetap, maka berikut ini ada beberapa kiat yang mungkin bermanfaat:

  1. Pilih produk investasi yang jumlah pendapatan tetapnya bisa memenuhi kebutuhan penghasilan tambahan Anda,
  2. Pertimbangkan untuk melakukan investasi berpendapatan tetap pada barang (hard asset), kemudian menyewakannya dengan harga yang naik dari tahun ke tahun untuk mengimbangi inflasi dalam jangka panjang,
  3. Bila Anda melakukan investasi pada produk pendapatan tetap yang bukan berupa barang, maka tambah jumlah pokok investasi Anda dari tahun ke tahun untuk mengimbangi inflasi dalam jangka panjang.
Ayo kita membahasnya satu per satu. ............




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan