Dikutip dari Bab 2, buku Mencari Penghasilan Tambahan
Sebelumnya sudah dikatakan bahwa salah satu cara dalam mencegah defisit Anda saat ini, atau mengantisipasi kenaikan harga di masa-masa yang akan datang, adalah dengan menaikkan penghasilan Anda. Yang paling disarankan adalah dengan mencarinya di luar pekerjaan yang biasa Anda lakukan sekarang. Ini, dikenal dengan istilah ‘Penghasilan Tambahan’.
Pertanyaannya sekarang, kapan sebuah penghasilan yang didapat diluar pekerjaan bisa dikatakan sebagai Penghasilan Tambahan? Apakah penghasilan itu harus memenuhi jumlah tertentu sebelum bisa dikatakan sebagai Penghasilan Tambahan? Apakah penghasilan itu harus memenuhi frekwensi yang rutin baru bisa dibilang sebagai sebuah Penghasilan Tambahan? Atau, apakah penghasilan tersebut harus dua kali lebih besar daripada penghasilan saya yang sekarang sebelum bisa dibilang sebagai Penghasilan Tambahan? Ataukah yang namanya Penghasilan Tambahan itu jumlahnya harus lebih kecil dibanding penghasilan utama saya?
Menurut saya, ada satu sifat yang bisa jadi ukuran bahwa sebuah penghasilan bisa dikatakan sebagai Penghasilan Tambahan, yaitu:
“Anda mendapatkan penghasilan tersebut diluar kegiatan utama Anda.”
Ya, bila Anda memiliki sebuah kegiatan yang Anda anggap utama, seperti bekerja di kantor, kuliah di sebuah perguruan tinggi, atau apapun itu, maka segala macam penghasilan yang Anda dapatkan diluar kegiatan utama Anda, bisa dikatakan sebagai sebuah penghasilan tambahan.
Lho, lalu bagaimana kalau kegiatan utama Anda pada saat ini tidak menghasilkan uang? Apakah penghasilan yang Anda dapatkan diluar kegiatan utama itu dikatakan penghasilan tambahan? Buat saya, jawabannya tetap ya. Seorang mahasiswa misalnya, yang kegiatan utamanya adalah kuliah, mungkin saja memiliki pekerjaan diluar kegiatan kuliahnya yang menghasilkan uang. Nah, uang itu adalah penghasilan tambahannya. Jadi sekali lagi, bisa dikatakan bahwa Penghasilan Tambahan adalah penghasilan yang Anda dapatkan diluar kegiatan utama Anda, tidak peduli apakah kegiatan utama Anda itu menghasilkan uang atau tidak.
Tentu saja, namanya juga penghasilan tambahan, penghasilan tersebut tidak harus memiliki jumlah yang sama dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, bisa saja kali ini penghasilan tambahan Anda adalah Rp 1 juta, bulan mendatang penghasilan tambahan Anda adalah Rp 2 juta, bulan berikutnya Rp 1,5 juta, dan seterusnya.
Mungkin Anda berkata, “Oke..., mungkin jumlahnya tidak harus sama dari waktu ke waktu. Tetapi bagaimana dengan jumlah minimal? Apakah ada jumlah minimal tertentu untuk sebuah Penghasilan Tambahan?” Menurut saya jawabannya tidak, bapak ibu. Sebuah penghasilan yang Anda dapatkan diluar kegiatan utama tetaplah merupakan Penghasilan Tambahan, berapapun angkanya. Tinggal bagaimana gaya hidup Anda yang berbeda-beda yang menentukan cukup tidaknya Penghasilan Tambahan itu untuk Anda.
Selain jumlah yang tidak harus sama dari waktu ke waktu, penghasilan tambahan juga tidak perlu memiliki frekwensi yang berulang. Ada orang yang memiliki penghasilan tambahan dan mendapatkannya secara rutin setiap bulan. Tetapi, ada juga orang yang memiliki penghasilan tambahan yang dia dapatkan secara sesekali, hanya bila ada order. Tentu saja, bagi sebagian besar orang, akan lebih baik bila penghasilan tambahan yang mereka dapatkan bisa memiliki frekwensi berulang yang dapat diperkirakan, seperti setiap enam bulan sekali, tiga bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Ya, kalau penghasilan tambahan tersebut didapatkan secara rutin dan berulang, akan lebih enak kan dibanding kalau penghasilan tersebut tidak didapatkan secara rutin?
Oke, oke. Sudah cukup motivasinya. Sekarang, mungkin Anda bertanya: “Saya butuh langkah-langkah yang riil. Langkah-langkah yang nyata. Dan kalau perlu, praktis...” Yah, pada kenyataannya memang itulah yang selalu diinginkan orang pada setiap tulisan-tulisan saya. Mereka ingin sesuatu yang simpel, dan nggak usah terlalu njelimet. Apakah itu bisa? Bisa.
Kalau mau simpel, hanya ada 4 langkah yang harus Anda lakukan dalam mendapatkan penghasilan tambahan.
............
Langkah-langkah dalam Mendapatkan Penghasilan Tambahan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi