KIRIM UANG
DALAM MATA UANG ASING

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 709/XIV

Dear Bapak Safir di meja kerja,

Saya seorang tenaga kerja Indonesia di Hongkong. Saya sudah bekerja beberapa tahun di sini. Ini kontrak saya yang kedua. Saya menerima gaji sebesar 4.500 HKD (Hong Kong Dolar) dan tiap bulannya bisa menabung 3.000 HKD.

Saya tidak setiap bulan mengirim uang. Kecuali keluarga di rumah sangat membutuhkannya. Karena itu saya bermaksud mengirim jika kurs rupiah turun. Akan tetapi saya tidak pernah beruntung, justru malah rugi. Sebab jika saya pas mengirim, kursnya Rp 1.000 = 1,00 HKD. Tapi di saat saya sedang enggak mengirim, kursnya jadi Rp 2.000 = 1,00 HKD. Jadi saya merasa seperti rugi. Dan itu sering saya alami.

Belum lama ini saya mengirim uang karena sudah terkumpul banyak, eh malah rupiah anjlok Rp 950 = 1,00 HKD. Coba Bapak bayangkan berapa kerugiannya, jika saya mengirim diatas $ 10.000 HKD? Karena itu, saya ingin mengajukan pertanyaan pada Bapak:

a. Apakah sebaiknya yang harus saya lakukan jika nilai rupiah anjlok? Apa harus menunggu hingga rupiah menguat lagi? Tapi jika selalu menunggu, kok, tidak kunjung menguat? Sementara uang HKD saya sudah terkumpul banyak.

b. Apa untungnya jika saya beli USD (dolarAS)? dan perlu saya sampaikan bahwa USD ­ HKD hanya selisih sedikit, tapi saya tidak mengerti bagaimana cara membelinya. Saat ini saya baru rencana akan membeli. Menurut yang saya lihat di acara teve Business Program 7.7999,7 USD = 7.7800,7 HKD. Itu pun masih membingungkan saya karena tidak disebutkan per 1 USD itu berapa ribu HKD.

c. Jika nanti saya sudah beli USD, bagaimana cara mencairkannya nanti jika saya sudah di Indonesia? Dan bagaimana nilai USD di negeri kita?

d. Apa untungnya jika saya membuka rekening khusus USD? Apa nanti tidak menyusahkan saya? Kenapa bank-bank Indonesia yang bercabang di sana tidak mau menerima penukaran USD ke rupiah? Kenapa mereka malah menyarankan saya membuka rekening saja?

Demikian pertanyaan saya Pak Safir. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

YB - Hong Kong


Jawab:

Senang sekali mendapatkan surat langsung dari Anda di Hong Kong. Doakan saja supaya suatu hari nanti saya juga bisa mengunjungi Anda dan teman-teman lain yang ada di sana. Indonesia menganut sistem nilai tukar "mengambang bebas", yaitu sistem nilai tukar di mana harga mata uang asing sepenuhnya diserahkan kepada permintaan dan penawaran yang ada di pasar. Ini mengakibatkan harga mata uang asing tidak selalu stabil dan kadang-kadang turun-naik mengikuti permintaan dan penawaran yang ada di pasar.

Sayangnya, untuk memperkirakan apakah harga mata uang asing akan turun atau naik tidak cukup hanya dengan melihat berita di teve atau membacanya dari surat kabar, tapi Anda harus memiliki, memahami, dan menguasai teknologi informasi untuk bisa menganalisa apakah harga mata uang asing akan turun atau naik. Tanpa hal-hal tersebut, Anda mungkin harus berspekulasi untuk bisa mengambil keuntungan besar dari selisih nilai tukar mata uang. Padahal, yang namanya spekulasi risikonya sangat besar, lho. Ini karena spekulasi sama dengan melakukan investasi tanpa analisa matang.

Karena itu, dibawah ini saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda:

a. Dalam surat Anda mengatakan bahwa Anda tidak wajib mengirim uang kepada keluarga Anda dan Anda tidak selalu mengirim uang tiap bulan. Itulah karenanya Anda lalu mencoba berspekulasi menunggu harga rupiah turun dengan harapan agar dengan jumlah HKD yang sama didapat rupiah yang lebih banyak. Tapi apa yang terjadi? Ternyata perkiraan Anda tidak selalu tepat dan Anda merasa rugi terus. Kenapa bisa begitu? Hanya satu jawabannya: yaitu karena Anda memang tidak mengetahui kapan rupiah akan naik atau turun.

Jangankan Anda, saya sendiri juga tidak bisa memastikan kapan rupiah akan naik atau turun. Karena itu, daripada mengambil tindakan yang sifatnya untung-untungan tapi tanpa kepastian yang jelas, mungkin ada baiknya bila Anda melakukan tindakan-tindakan pengamanan terhadap uang Anda, bahkan - kalau bisa - berusaha menambah nilainya. Di bawah ini adalah caranya:

Saya sarankan Anda untuk mengirim uang kepada keluarga di Indonesia secara rutin tiap bulan dengan jumlah HKD yang sama. Sebagai contoh, tiap bulan Anda sudah pasti menyisihkan sejumlah HKD 1.500 untuk dikirimkan ke Indonesia berapa pun kursnya saat itu. Dengan demikian, dari sisi Anda sebenarnya jumlah uang yang Anda kirimkan tetap sama yaitu HKD 1.500, hanya saja keluarga di Indonesia bisa jadi menerimanya dalam jumlah rupiah yang berbeda tiap-tiap bulannya.

Secara rutin, masukkan sisa gaji yang belum Anda gunakan ke dalam rekening deposito ber-jangka waktu 1 bulan di bank-bank Indonesia yang ada di Hong Kong. Kenapa deposito? Karena tingkat suku bunga deposito lebih tinggi daripada tabungan, sehingga uang Anda dapat berkembang lebih besar. Jika uang tersebut akan dipakai atau Anda perlu mengirim uang ke Indonesia, cairkan saja uang sebanyak jumlah yang memang akan Anda kirimkan, misalnya sebesar HKD 1.500 seperti dalam contoh diatas tadi.

Sisanya? masukkan kembali ke dalam deposito dengan jangka waktu yang sama. Usahakan agar tanggal pengiriman dibuat sama dengan tanggal jatuh tempo deposito, supaya Anda tidak dikenakan biaya denda yang biasanya dikenakan pada pencairan deposito sebelum jatuh tempo. Dengan demikian, walaupun nilai rupiah turun, uang HKD Anda tetap naik karena Anda tetap mendapat bunga deposito?

Masukkan sisa gaji Anda sebesar HKD 1.500 yang akan digunakan untuk membiayai keperluan Anda selama bekerja di sana, masukkan ke dalam tabungan dalam mata uang HKD. Carilah tabungan yang memberikan fasilitas kartu ATM untuk memudahkan Anda untuk bisa mengambil uang kapan pun Anda butuhkan. Juga pilih yang memberikan fasilitas debit untuk memudahkan Anda berbelanja tanpa perlu membawa uang tunai.

b. Untuk mengetahui berapa harga USD terhadap HKD, cara yang paling mudah adalah dengan menanyakannya ke bank, baik bank milik pemerintah atau swasta di Hongkong maupun bank-bank Indonesia yang memang membuka cabang di sana. Membeli uang USD dengan uang HKD Anda sebetulnya sama saja ibaratnya dengan apabila Anda membeli Rupiah dengan HKD. Ini karena uang yang Anda gunakan untuk membeli USD atau Rupiah tetap sama, yaitu HKD.

Hanya saja, barang yang dibeli berbeda yaitu USD atau Rp, dan nilainya bisa naik ataupun turun. Saya tidak menyarankan Anda untuk membeli USD jika hanya akan digunakan untuk spekulasi. Ingatlah bahwa gaji Anda saat ini adalah penghasilan Anda satu-satunya di Hongkong. Tetapi sebagai tindakan berjaga-jaga maka mungkin bisa saja Anda mempertimbangkan untuk memiliki uang USD, karena mata uang USD adalah mata uang internasional yang mudah ditukar di negara manapun, sehingga memudahkan Anda bertransaksi dimanapun jika sewaktu-waktu diperlukan. Saya menyarankan agar simpanan uang USD tersebut sebaiknya dibuka dalam bentuk rekening tabungan atau deposito USD yang memungkinkan Anda untuk mencairkannya dalam bentuk USD juga.

c. Jika Anda ingin menukarkan uang USD yang Anda miliki, Anda dapat menukarkannya dengan cara menjualnya ke bank atau ke money changer, karena uang USD paling mudah ditukarkan dan dapat diterima dimanapun. Saat ini di Indonesia, harga 1 USD berkisar antara Rp 9.000 - Rp 9.500

d. Rekening di bank dalam mata uang USD biasanya dapat dibuka oleh siapa saja. Coba Anda tanyakan kepada customer service dari bank Anda tentang bagaimana peraturan membuka rekening USD bagi warga negara asing. Bank-bank Indonesia yang membuka cabang di sana memang tidak menyediakan penukaran uang kertas maupun logam rupiah karena kemungkinan menjual atau membeli uang rupiah (dengan mata uang apa pun) hanya disediakan untuk keperluan transfer atau pengiriman uang. Jadi, secara fisik tidak ada, tapi nilai rupiah tetap dibukukan di rekening Anda.

Itu saja dari saya. Salam untuk rekan-rekan Anda di Hong Kong.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan