MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA MUDA
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 856/XVI

Bapak Safir yang terhormat,

Saya seorang ibu muda dengan 1 orang putra berusia 1 tahun. Saya mempunyai masalah dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Suami saya bekerja dengan gaji Rp 50.000 per hari. Kalau tanggal libur atau dia tak masuk kerja karena sakit otomatis, tidak mendapat gaji, sedangkan pengeluaran adalah sebagai berikut :

Biaya Rutin

  1. Belanja dapur Rp 15.000 / hari
  2. Susu anak 1 kaleng untuk 5 hari Rp 35.000
  3. Listrik dan telepon Rp 150.000 / bulan.
  4. Gas Rp 40.000,- untuk 1,5 bulan
  5. Gaji pembantu Rp 100.000 / bulan
  6. Ongkos suami Rp 5.000/ hari

Biaya Tak Rutin
  1. Biaya ke dokter anak + obat Rp 150.000
  2. Biaya rekreasi anak Rp 50.000
  3. Biaya tak terduga Contoh: Untuk ke undangan pernikahan Untuk ngasih mertua Untuk sumbangan/zakat Untuk membeli baju anak yang setiap hari semakin besar
  4. Tabungan pendidikan anak.

Pak Safir, saya ingin sekali tabungan pendidikan anak dan zakat penghasilan suami sebesar 2,5 persen setiap bulannya bisa rutin. Kenyataannya, sering terpakai untuk biaya ke dokter dan rekreasi. Mohon saran dan terima kasih atas perhatian dan jawaban dari Bapak sebelumnya.

Ibu S - Bogor


Jawab:

Halo Ibu S di Bogor,

Dari apa yang sudah saya baca di surat, pengeluaran rutin bulanan Anda masih wajar kok, dalam arti Anda enggak boros-boros amat. Bahkan, saya melihat Anda sudah bijaksana dalam membelanjakan pengeluaran rumah tangga Anda. Saran saya sih, kalau bisa terus seperti itu ya, Bu.

Untuk mencapai kesejahteraan dalam soal keuangan, kita tidak hanya harus memperhatikan pos-pos pengeluaran kita, tetapi juga pos-pos pendapatan. Nah, selama ini, di keluarga Anda, kebetulan hanya suami yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Sebenarnya, Anda sendiri, walaupun sebagai ibu rumah tangga dengan anak yang masih kecil - kalau mau - masih bisa menambah sumber penghasilan tersebut.

Lho, caranya bagaimana? Gampang Bu, mulai saja dari rumah. Carilah peluang usaha yang bisa dikerjakan dari rumah. Saya yakin, walaupun Anda belum berpengalaman, asalkan tekun berusaha dan tidak mudah menyerah, hasil yang didapat bisa menambah sumber penghasilan rumah tangga Anda.

Banyak lho Bu, peluang usaha yang bisa dimulai dari rumah, dan dengan modal awal yang kecil pula, seperti menawarkan jasa. Apa saja. Menjahit, misalnya. Ada juga usaha dari rumah yang membutuhkan modal yang lumayan besar, berjualan misalnya. Enggak apa-apa Bu, yang penting mulailah dengan melihat kebutuhan di lingkungan sekitar rumah Anda. Dari situ, Anda bisa memutuskan, kira-kira usaha apa yang mungkin belum ada di lingkungan Anda yang sebenarnya dibutuhkan.

Banyak lho usaha rumah tangga yang bisa dijalankan asalkan Anda mau kreatif memikirkannya. Misalnya, jasa laundry, buka warung, rumah makan, jasa katering, agen koran, dan lain-lain. Tanyalah seluk beluk usaha tersebut kepada orang yang sudah menjalankannya, supaya Anda bisa dapat gambaran berapa modal awal yang dibutuhkan, bagaimana memasarkan jasa tersebut, dan seterusnya.

Ada juga alternatif usaha lain yang patut dicoba seperti Multi Level Marketing (MLM) yang tidak membutuhkan modal besar. Anda bisa membangun kemitraan sambil berjualan produk MLM tersebut. Ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk menuai hasilnya, tetapi kelebihannya, begitu Anda sudah mempunyai jaringan kemitraan, Anda bisa menikmati hasil yang lebih besar tanpa harus mengorbankan waktu Anda.

Jadi, sekali lagi Bu, untuk kasus Anda, pengeluaran Anda sebetulnya sudah pas. Yang saya sarankan adalah cobalah meningkatkan penghasilan Anda sejak sekarang, karena kalau Anda mencoba menekan pengeluaran supaya penghasilan mencukupi, sekali lagi, saya lihat pengeluaran Anda sudah ngepas, kok. Itu saja ya Bu, mudah-mudahan saran saya bisa membantu meringankan beban keuangan keluarga. Salam.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan