KARYAWATI INGIN
BUKA USAHA SENDIRI

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 675/XIII

Pak Safir yang baik,

Saya karyawati sebuah perusahaan di Jakarta sudah empat tahun bekerja. Saat ini saya ditempatkan di kantor perwakilan di Medan. Karena gaji saya sangat kecil, saya berniat membuka usaha sendiri dengan bantuan modal dari orang tua saya. Bentuknya adalah toko pakaian kecil yang bahannya saya pasok dari Jakarta. Pertanyaan saya:

  1. Apakah dengan gaji kurang dari sejuta rupiah sebulan seperti saya bisa membuat usaha sendiri?

  2. Jika tidak ingin menyusahkan orang tua, adakah jalan lain untuk mendapatkan modal?

  3. Apa saja yang mesti saya perhitungkan agar modal saya tidak kandas begitu saja?
Semoga Pak Safir bersedia menjawab pertanyaan saya ini karena saya ingin sekali membantu keuangan orang tua saya. Terima kasih sebelumnya.

G - Medan



Jawab:

Ibu G di Medan,

  1. Tentu saja bisa. Jangankan Anda, orang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 400 ribu sebulan pun bisa memulai usaha sendiri. Tidak semua usaha membutuhkan modal yang besar, kok. Sebagai contoh adalah usaha jasa konsultasi, dan beberapa jenis usaha industri rumah tangga. Lagi pula modal bukanlah segalanya untuk memulai suatu usaha. Faktor lain yang penting adalah pengetahuan yang memadai tentang usaha Anda dan terutama motivasi yang kuat untuk berhasil. Dengan kata lain, diri Anda adalah aset utama Anda.

    Mengenai penghasilan Anda yang 'hanya' Rp 1 juta per bulan, lha kalau Anda rajin menabung sebesar Rp 100 ribu sebulan selama 24 bulan terakhir, itu cukup untuk memulai usaha toko pakaian kecil-kecilan bukan? Yang penting kan bukan seberapa besar gaji Anda, tapi seberapa besar dari gaji itu yang selama ini sudah Anda kumpulkan.

    Selain itu Anda mendapat dukungan dari orang tua baik spirit maupun materiil. Mereka bersedia membantu dari segi permodalan. Dan kelihatannya Anda juga saat ini belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan, sehingga Anda bisa lebih hemat dalam pengeluaran pribadi dan bisa lebih berkonsentrasi dalam mengembangkan usaha Anda. Bukan begitu?

  2. Tentu saja ada jalan lain untuk mendapatkan modal. Beberapa alternatif dibawah ini mungkin dapat menjadi pertimbangan Anda :

    a. Patungan dengan teman atau beberapa teman Anda. Kenapa Anda tidak mencoba mencari teman yang bisa Anda ajak bekerja sama dari segi modal? Persyaratan/ketentuannya dapat Anda tentukan sendiri, apakah keikutsertaan mereka hanya sebatas menyetor modal saja atau berkuasa juga dalam mengatur toko.

    b. Menggadaikan harta Anda ke Pegadaian untuk mendapatkan uang tunai yang akan dipakai sebagai modal. Kalau Anda punya harta yang menganggur seperti barang-barang elektronik atau emas, Anda bisa menggadaikan barang tersebut ke Pegadaian dan mendapatkan uang dari situ.

    c. Mengajukan pinjaman ke Bank. Bank Pemerintah, Bank swasta, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) biasanya mempunyai fasilitas pinjaman Kredit Pengusaha Kecil dan Mikro (KPKM) dengan bunga rendah (saat ini bunganya + 16%). Besarnya pinjaman berkisar antara Rp 5 juta s/d Rp 50 juta saja. Jaminan yang diminta biasanya tanah & bangunan (rumah tinggal, ruko, toko). Untuk pinjaman di bawah Rp 30 juta , ada juga beberapa bank yang mau me-nerima jaminan berupa kendaraan bermotor (mobil, motor). Ada juga bank yang mengeluarkan pinjaman tanpa agunan (jaminan), tapi biasanya mematok bunga, serta biaya provisi dan administrasi lebih mahal.

  3. Yang paling utama adalah Anda harus tahu betul ke mana dan untuk apa saja modal Anda mengalir dan tentukan kapan uang yang telah dikeluarkan tersebut Anda harapkan dapat kembali. Perhitungan seperti ini disebut Perkiraan Arus Kas. Setiap pengusaha mau tidak mau harus memiliki Perkiraan Arus Kas seperti ini, dan Perkiraan Arus Kas tersebut sebaiknya mencakup perkiraan untuk 12 bulan mendatang. Artinya, Anda sudah harus punya perkiraan akan menjadi berapa modal Anda tersebut dalam waktu 12 bulan mendatang. Perinci keluar masuknya uang Anda satu per satu. Dengan demikian, Anda sudah memiliki rencananya terlebih dahulu sebelum Anda betul-betul menjalankan usaha tersebut.

    Saya sarankan ikutilah pelatihan-pelatihan bagi pengusaha kecil yang banyak diadakan oleh pemerintah daerah setempat (kelurahan, kecamatan, walikota,) karena biasanya pelatihan-pelatihan macam itu tidak dipungut biaya. Selain itu carilah informasi sebanyak ­ banyaknya dari buku, majalah, tabloid dan lain-lain mengenai pe-ngembangan usaha kecil sebagai tambahan referensi untuk Anda.

    Lakukan juga pembukuan. Pembukuan yang Anda lakukan tidak perlu rumit. Buatlah semudah mungkin agar Anda mengerti apa yang Anda catat. Ingatlah, pembukuan yang baik akan menjadi tolok ukur pencapaian target Anda, sehingga dari waktu ke waktu dapat dilihat perkembangan usaha Anda, apakah usaha Anda mengalami untung atau rugi. Selamat berdagang dan semoga berhasil.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Profil | Jasa yang Ditawarkan | Artikel | Buku | Agenda


© 2000 Safir Senduk & Rekan