JUAL MOBIL
UNTUK LUNASI CICILAN RUMAH

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 807/XV

Pak Safir yang terhormat,

Saya ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, semuanya sudah sekolah. Suami saya pegawai swasta dengan penghasilan sebesar Rp 2 juta per bulan. Dengan gaji sebesar itu, rasanya terlalu banyak yang harus kami bayar, di antaranya cicilan rumah BTN sebesar Rp 650 ribu/bulan (cicilan selama 15 tahun, tahun ini adalah tahun pertama), juga listrik, telepon, PAM, asuransi anak, dan biaya sekolah anak. Belum lagi biaya untuk pengeluaran rutin bulanan lain.

Saat ini saya punya mobil yang saya pakai untuk jasa antar-jemput anak sekolah, dengan pemasukan sekitar Rp 1 juta per bulan. Namun, karena angsuran rumah terasa berat, rencananya mobil itu akan saya jual untuk melunasi cicilan rumah sebesar Rp 37 juta. Mobil saya perkirakan bisa laku terjual dengan harga Rp 33 ­ Rp 35 juta.

Yang ingin saya tanyakan, apakah rencana menjual mobil itu sudah tepat? Apakah saya memang harus menjual mobil untuk melunasi cicilan rumah? Atau apakah tetap seperti sekarang saja dan setiap bulan membayar cicilan rumah selama 14 tahun (total yang harus dibayarkan adalah Rp 110 juta lebih)? Mohon bantuan Bapak untuk memecahkan masalah saya ini. Atas bantuannya kami ucapkan banyak terimakasih.

H - Karawang


Jawab:

Ibu H di Karawang,

Pertanyaan Anda terus-terang mirip dengan pertanyaan dari banyak orang yang juga mengambil rumah secara kredit. Mereka selalu bertanya-tanya, apa yang sebaiknya dilakukan pada saldo hutang KPR, apakah dicicil saja terus atau dilunasi sekalian?

Kalau melihat kasus Anda, kelihatannya mungkin akan lebih simpel bila Anda menjual mobil Anda dan menggunakan uangnya untuk melunasi hutang rumah Anda ke bank. Toh jumlah totalnya 'hanya' sekitar Rp 37 juta, jauh lebih kecil bila dibandingkan kalau Anda meneruskan cicilan rumah yang kalau ditotal sekitar Rp 110 juta.

Tapi, kalau Anda perhatikan, sebetulnya dalam kasus Anda, nyicil rumah itu enak lho. Kenapa?

  1. Biarpun kelihatannya jumlah cicilan Anda itu terasa berat, tapi jangan lupa bahwa jumlah itu relatif tidak akan terlalu banyak berubah selama 14 tahun ke depan. Padahal, penghasilan Anda biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Sehingga, dari tahun ke tahun, jumlah cicilan kredit Anda sebetulnya akan terasa makin ringan dan ringan.
  2. Dalam kasus Anda, mungkin akan lebih enak bila Anda melunasi cicilan rumah Anda dulu. Tapi, karena uang itu berasal dari penjualan mobil Anda, dan mobil tersebut biasanya Anda gunakan untuk jasa antar-jemput dan mendapatkan penghasilan, maka sebetulnya Anda sama saja dengan menghilangkan utang dengan cara mengurangi penghasilan. Buat apa? Padahal kalau dilihat, dalam jangka panjang, jumlah cicilan kredit Anda tidak akan terlalu banyak berubah, sementara ongkos antar-jemput pasti akan Anda naikkan dalam tahun-tahun mendatang. Betul nggak?
Saran saya, lunasi saja cicilan rumah Anda kalau memang Anda memiliki uang tunai berlebih saat ini. Bila tidak, lebih baik fokuskan perhatian Anda untuk menaikkan penghasilan Anda sejak sekarang. Menyewakan mobil Anda untuk jasa antar-jemput sudah merupakan langkah yang baik. Langkah selanjutnya tinggal mencari peluang lain untuk menambah penghasilan, sehingga cicilan Anda akan terasa makin ringan. Dan dari tahun ke tahun, mudah-mudahan cicilan Anda akan terus terasa makin ringan. Bagaimana?


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan