MEMILIH JANGKA WAKTU
KREDIT RUMAH

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 698/XIV

Pak Safir yang terhormat,

Baru-baru ini saya memperoleh kredit cicilan rumah sederhana dengan KPR di salah satu bank. Besarnya kredit Rp 10.800.000 dengan jangka pelunasan 15 tahun dan bunga pinjaman 14% per tahun. Sebagai pegawai kecil, kami berusaha melunasi kredit tersebut maksimal lima tahun saja. Sebab, setelah kami hitung-hitung secara kasar, terdapat perbedaan mencolok antara jumlah total pembayaran untuk jangka 5 tahun dan 15 tahun. Semakin lama jangka pelunasan, ternyata semakin besar jumlah total yang kami keluarkan.

Perinciannya: Untuk yang jangka waktu pelunasan 5 tahun, total kami mengeluarkan Rp 15.732.000 (cicilan Rp 262.200 per bulan, sebanyak 5 tahuh atau 60 bulan). Sedangkan untuk yang 15 tahun, total kami mengeluarkan Rp 26.375.400 (cicilan Rp 146.530 per bulan, selama 15 tahun atau 180 bulan). Berarti ada selisih Rp 10.643.000.

Pertanyaan saya, mana jangka waktu yang paling menguntungkan? Apakah:

  1. Dengan langsung membayar saja cicilan sebesar yang ditentukan untuk jangka waktu pelunasan 5 tahun?

  2. Mengambil yang 15 tahun, namun selisih cicilannya dengan yang 5 tahun (Rp 262.200 ­ Rp 146.530 = Rp 116.670) kami tabung terus, lalu setelah 5 tahun, tabungan itu bisa kami pakai untuk melunasi cicilan kredit secara tunai?

  3. Ataukah ada alternatif lain yang lebih baik?
Terima kasih sebelumnya.

Budi di J


Jawab:

Bapak Budi di Kota J,

Bila Anda membeli dengan cara kredit, maka jumlah yang akan Anda bayar biasanya akan lebih mahal dibanding bila Anda membelinya secara tunai. Selain itu, semakin panjang jangka waktu kredit yang Anda ambil, maka suku bunga kredit yang akan dibebankan kepada Anda akan makin besar.

Jadi, kalau Anda ingin membeli rumah, maka sudah jelas: pembayaran secara tunai akan lebih murah dibanding kalau Anda membayarnya secara kredit. Dan semakin panjang jangka waktu kreditnya, semakin besar pula jumlah uang yang akan Anda keluarkan. Walaupun untuk itu Anda akan membayar cicilan bulanan yang lebih kecil. Dalam contoh Anda, kredit 15 tahun akan lebih mahal dibanding kredit yang 5 tahun, walaupun cicilan bulanan yang 15 tahun lebih kecil.

Berikut ini adalah jawaban saya terhadap pertanyaan-pertanyaan Anda:

  1. Bila Anda merasa bahwa tidak ada masalah bagi Anda membayar cicilan bulanan untuk jangka waktu kredit 5 tahun, maka sebetulnya tidak apa-apa bagi Anda bila ingin mengambil kredit berjangka waktu 5 tahun, bukan 15 tahun.

  2. Tapi bila Anda ingin mengambil jangka waktu kredit 15 tahun dengan alasan karena Anda ingin menginvestasikan selisihnya (sebesar Rp 115.670), maka pastikan bahwa hasil investasi yang akan Anda dapatkan nanti bisa lebih besar daripada suku bunga kredit rumah Anda. Ini berarti, bila suku bunga kredit rumah Anda adalah 14% per tahun, maka Anda harus menginvestasikan selisih uang tersebut ke produk investasi yang bisa menghasilkan hasil investasi di atas 14% per tahun.

    Bila Anda tidak yakin bisa menginvestasikan uang itu ke produk investasi yang bisa menghasilkan sejumlah itu, maka sebaiknya jangan ambil alternatif ini. Pilih saja jangka waktu kredit yang 5 tahun.

  3. Alternatif yang Anda miliki pada dasarnya cuma dua: apakah Anda akan mengambil kredit berjangka waktu panjang atau kredit berjangka waktu pendek. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Melihat jawaban nomor 1 dan nomor 2 di atas, saya rasa akan lebih mudah bagi Anda dalam mengambil keputusan tentang jangka waktu kredit mana yang akan Anda ambil.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan