IRIT SAAT PULANG KAMPUNG
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 860/XVI

Yth Bapak Safir Senduk,

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Saya ibu rumah tangga dengan 1 putri usia 3 tahun yang sudah bersekolah di play group. Saya tertarik tulisan Bapak "Mempersiapkan Dana Untuk Liburan". Cuma masalahnya begini, Pak. Setiap tahun, saya lebaran selalu di luar Bandung. Kadang ke rumah mertua (Jawa Timur), tahun berikutnya ke orang tua saya (Palembang). Bergantian.

Setiap pulang, banyak sekali uang yang harus saya keluarkan (menurut ukuran saya) untuk keperluan membeli oleh-oleh, biaya perjalanan (dengan mobil), dan bagi-bagi uang kepada saudara-saudara.

Yang jadi masalah yang terakhir ini Pak, kebanyakan orang menganggap kalau orang merantau itu uangnya banyak. Jadi bagi-bagi uang di keluarga saya menjadi suatu keharusan. Mulai dari orang-orang tua sampai anak kecil, dan membelikan mereka oleh-oleh berupa pakaian. Seringkali, THR tidak cukup dan saya selalu mengambil uang tabungan. Padahal, uang itu sebagai persiapan kalau ada kebutuhan yang sangat mendesak. Kadang-kadang saya merasa sayang sekali Pak, uang yang saya simpan dalam 1 tahun, bisa habis dalam waktu 1 bulan saat lebaran.

Bagaimana menyikapi ini Pak. Pernah saya coba kurangi jumlah uang yang saya bagi-bagikan ke saudara, malah saya dibilang pelit. Kadang saya berpikir, sesekali ingin irit juga dengan liburan/ lebaran di Bandung. Irit dari segi biaya di jalan (makan, bensin, dll). Tapi baik ortu maupun mertua selalu mewajibkan lebaran pulang. Meminjam istilah orang Jawa "Mangan ora mangan, sing penting kumpul." Tolong Pak, berikan solusi buat masalah saya. Kapan Bapak ke Bandung, saya ingin sekali mendengarkan langsung dari Bapak. Mudah-mudahan surat saya bisa dimuat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

D di Bandung


Jawab:

Ibu D yang baik,
Memang kadang-kadang lebih sulit menghadapi saudara sendiri dibandingkan menghadapi orang lain. Terhadap saudara pasti ada unsur tidak tega dan tidak enak hati. Beda kalau dibanding teman. Bukan begitu, Bu?

Saran saya sih, sebetulnya sudah waktunya Anda dan suami mengambil sikap tegas tentang masalah yang satu itu. Toh, kalau kita sudah berumah tangga, artinya kita berhak mengambil keputusan sendiri kan, walaupun mungkin keputusan itu tidak sejalan dengan kehendak saudara-saudara dan keponakan Anda misalnya.

Mulai dari pulang kampung setiap lebaran misalnya, Anda toh bisa bilang ke keluarga dan mertua Anda kalau tahun ini Anda ingin berlebaran di Bandung saja karena ingin perubahan suasana atau ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Itu yang pertama. Yang kedua, yang namanya hadiah atau oleh-oleh, berikan saja hadiah atau oleh-oleh yang bisa dikonsumsi bersama, misalnya makanan khas Bandung Berikan satu oleh-oleh per keluarga. Dengan begitu tentu bisa lebih hemat, kan?

Nah, kalau ada yang bilang Anda pelit dan sebagainya, wah...jangan terlalu dimasukkan ke hati, Bu. Karena seharusnya, orang yang mendapat hadiah tidak seharusnya berpikir berapa nilai hadiah yang Anda berikan, tapi yang penting seberapa besar niat Anda untuk memberinya.

Yang ketiga, pertimbangkan juga untuk memberikan uang. Tapi ada caranya, lho. Misalnya, untuk orangtua, bagilah semampu Anda, jangan terlalu memaksakan diri atau harus lebih besar dari tahun lalu. Selanjutnya, untuk keponakan, bagikan uang dengan jumlah yang bervariasi. Untuk yang sudah dewasa, Anda bisa memberikan jumlah yang lebih banyak dibanding mereka yang masih kecil.

Nah, kalau mereka tanya, kenapa kali ini uang yang dibagi-bagi berkurang jumlahnya, bilang saja bahwa Anda harus menabung untuk biaya sekolah si kecil yang dari tahun ke tahun semakin mahal. Pasti mereka akan maklum. Toh anak Anda kan saudara mereka juga. Nah Bu, mudah-mudahan saran saya bisa membantu Anda dalam mengelola keuangan sewaktu lebaran. Semoga berhasil ya, Bu. Salam.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan