INVESTASI SAHAM
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Auto Cyber Center

Herry

Kepada Yth Pak Gozali,
Saya baru menikah & belum memiliki anak. Apa yang Anda dapat sarankan bagi kami dalam merencanakan keuangan dengan gaji sebesar Rp. 2,5 juta perbulan ? Jika ada keinginan bermain saham bagaimana caranya ?




Jawaban:

Merencanakan keuangan adalah sebuah strategi dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang anda inginkan.
Kata kuncinya disini adalah tujuan keuangan. Yaitu sesuatu yang ingin anda capai dilihat dari sudut pandang keuangan.
Contohnya, anda ingin memiliki rumah sendiri dalam kurun waktu 3 tahun dari sekarang dengan perkiraan harga Rp 100 juta.
Untuk bisa membelinya secara tunai tentunya akan berat, mau tidak mau harus mengambil KPR.
Kalau anda menyisihkan Rp 800 ribu per bulan selama 3 tahun, akan didapat dana kira-kira Rp 35 juta untuk uang mukanya. Sedangkan untuk cicilannya, teruskan saja sisihkan Rp 800 ribu per bulan.
Itu hanyalah salah satu contoh, tentunya apa yang menjadi tujuan keuangan sangat tergantung dengan keinginan anda sendiri.
Mungkin anda lebih menginginkan untuk memiliki mobil terlebih dahulu, sedangkan rumah bisa menyusul kemudian.
Atau karena sudah punya keduanya maka anda lebih fokus dalam merencanakan pendidikan anak, dan sebagainya.
Buatlah tujuan keuangan yang spesifik dan terukur, setidaknya ada nilainya dan waktunya.
Dari situ kita bisa buat skala prioritas dilihat dari segi kepentingan, target waktu, dan kondisi keuangan sekarang.
Untuk bisa bermain saham (investasi di bursa saham), dibutuhkan dana yang cukup besar.
Memang untuk sekedar membeli unit minimal saham bisa dibeli dengan kisaran Rp 1 juta, tapi untuk bisa bermain dengan optimal tentunya butuh dana yang jauh lebih besar dari itu.
Anda cuma bisa diam dan menunggu hingga harganya naik untuk dijual kembali.
Akan sulit untuk bisa membeli berbagai macam saham dan melakukan trading dengan aktif.
Alternatifnya, anda bisa menggunakan reksa dana. Yaitu produk investasi yang menggabungkan dana investasi anda dan para investor lain untuk dikelola oleh manajer investasi.
Selanjutnya, manajer investasi yang akan menginvestasikan kembali dana tersebut ke dalam berbagai produk investasi seperti saham, obligasi, valas dan sebagainya.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan