INGIN MEMILIKI
DANA CADANGAN

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI Edisi 13 Th. II

Assalamualaikum wr. wb.,

Mas Gozali yang baik,

Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Selama ini saya sudah berusaha menerapkan pengaturan keuangan dengan cara amplop. Maksudnya, setiap kali gajian saya selalu mengatur masing-masing anggaran di dalam amplop. Biasanya jumlah anggaran sesuai dengan tagihan yang saya terima.

Jumlah gaji saya dan suami kalau disatukan sekitar Rp 2,5 juta. Biaya rutin yang kami keluarkan adalah tagihan listrik, karena air menggunakan air tanah, sekitar Rp 200 ribu. Biaya sekolah anak saya paling besar di SD sekitar Rp 150 ribu sebulan. Selain itu saya menggaji pembantu sekitar 300 ribu sebulan. Belanja bulanan yang saya tetapkan sebanyak 1 juta rupiah sebulan. Sisanya sebagian kami gunakan untuk mencicil rumah yang kami tempati sebanyak Rp 700 ribu.

Tapi saya bingung juga mengatur biaya ini. Apalagi jika ada anak yang sakit atau bahkan saya atau suami yang sakit. Kami tidak punya dana cadangan yang besar. Walau sebagian biaya berobat diganti kantor, tetap saja terasa berat bagi kami. Saya takut jika suatu saat suami atau saya kehilangan pekerjaan, kami tidak punya dana cukup. Apa yang sebaiknya saya lakukan agar saya punya dana cadangan cukup untuk saat-saat tak terduga?

Nina
Jakarta Timur


Jawab:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Ibu Nina, senang sekali saya dapat membantu Anda dalam menghadapi problem anggaran. Untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga, memang sangat dianjurkan agar Anda memiliki Dana Cadangan. Dana ini dimaksudkan sebagai cadangan pengganti pemasukan rutin yang mungkin terganggu. Hal-hal yang dapat mengganggu pemasukan rutin contohnya seperti PHK atau sakit yang menyebabkan tidak bisa bekerja.

Untuk memiliki dana cadangan cukup, tak ada cara lain kecuali dengan menabung. Menabung, menurut saya, bukanlah menyisihkan sisa atau kelebihan anggaran bulanan Anda. Menabung harus dimasukan ke dalam anggaran bulanan Anda. Prioritaskan menabung di atas biaya hidup yang harus dikeluarkan.

Dengan pemasukan Rp 2,5 juta perbulan dan pengeluaran rutin Rp 2,35 juta, maka Anda masih memiliki setidaknya Rp 150 ribu untuk ditabung sebagai Dana Cadangan. Ini berarti setiap Anda menerima gaji, langsung sisihkan Rp 150 ribu tersebut ke dalam rekening tabungan Anda. Setelah itu barulah Anda menggunakan sisanya sebagai biaya hidup.

Lalu berapa besarnya Dana Cadangan yang ideal Anda miliki? Idealnya, besarnya Dana Cadangan bisa mencukupi pengeluaran bulanan untuk 3 sampai 12 bulan pengeluaran bulanan. Hal ini tergantung dari stabil atau tidaknya pendapatan yang Anda terima.

Jika Anda merasa bahwa sumber pendapatan Anda sangat stabil, maka Dana Cadangan yang besarnya 3 kali pengeluaran bulanan mungkin sudah cukup. Namun jika Anda merasa sumber pendapatan kurang stabil, ada baiknya memperbesar Dana Cadangan sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

Dengan mengandalkan tabungan rutin Anda yang ‘hanya’ sebesar Rp 150 ribu per bulan, akan terlalu riskan untuk membentuk Dana Cadangan. Karena dibutuhkan waktu satu tahun lebih untuk mendapat Dana Cadangan ideal. Untuk itu saya sarankan agar Anda mengurangi biaya hidup yang dirasa kurang prioritas agar Anda dapat menambah setoran tabungan rutin.

Sedangkan untuk mengantisipasi biaya tak terduga karena kondisi kesehatan suami dan anak-anak, ada baiknya jika sekeluarga dilindungi dengan Asuransi Kesehatan.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan