Dikutip dari Tabloid NOVA No. 674/XIII
Bapak Safir yang terhormat,
Begini Pak, saya punya masalah yang selalu membuat stres setiap akhir bulan. Tiga tahun lalu, saya dan suami memutuskan mengambil kredit di BRI sebesar Rp 100 juta dengan jaminan sertifikat rumah. Rumah kami terletak di pinggir jalan raya, sehingga kami memutuskan untuk membesarkan usaha toko kami. Tapi karena daerahnya memang sepi, usaha kami tetap begitu-begitu aja, Pak. Bahkan, pemasukan perharinya hanya berkisar Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu saja. Terakhir, kami menambah mesin foto kopi, tapi rasanya juga tak banyak membantu.
Nah, saat ini uang kredit kami sudah habis, Pak, semenntara kami harus selalu membayar bunga perbulannya sekitar Rp 1,5 juta. Kemarin-kemarin kami juga memiliki armada keliling. Tapi karena akhirnya banyak juga toko yang mengelilingkan barang dagangannya, maka kami memilih menjual mobil keliling tadi. Hasil penjualan ini sebetulnya ingin sekali kami tutupkan ke BRI. Tapi kenyataannya, selain pinjaman di BRI, kami juga masih punya tanggungan hutang di luar. Jadi, terpaksa uang hasil penjualan mobil kami pakai untuk menutup pinjaman di luar.
Saat ini pun kami masih memiliki tanggungan 2 asuransi untuk 2 anak kami di dua perusahaan asuransi yang berbeda ditambah dana kesehatan suami istri. Kedua anak kami duduk di kelas 6 dan 3 SD. Yang ingin kami tanyakan, bagaimana jika saya menghentikan kedua asuransi ini, karena kami tak mampu lagi mem-bayarnya. Jika kami berniat menghentikannya, bagaimana cara penarikan uang kami kembali? Terus, bagaimana juga caranya agar kami bisa mengembalikan hutang kami? Menurut NOVA no. 655 pinjaman di BNI bisa membantu. Nah, apakah saya bisa meminjam dari BNI untuk mengatasi masalah saya, dan bagaimana cara menghitung bunganya?
Sebagai gambaran, pengeluaran per bulan saya adalah Rp 1.365.000. Mungkin dengan gambaran ini Bapak bisa mengkalkulasikan bagaimana saya harus berbuat. Perlu Bapak ketahui, saya juga membantu suami dengan berjualan kue-kue basah, meski tak banyak membantu. Pernah juga terpikir oleh saya untuk menjual rumah, tapi urung kami lakukan karena kelihatannya rumah kami digunakan untuk sarang burung walet. Ya, siapa tahu bisa mendatangkan keuntungan. Saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak dan terima kasih banyak sebelumnya.
Ny. RH di M
Jawab:
Nyonya RH yang gundah,
Sayangnya, Anda juga tidak menceritakan toko macam apa yang Anda jalankan tersebut. Tapi seperti kata Anda, dari usaha toko Anda ada pemasukan minimal sebesar Rp 75 ribu sehari. Bila dikalikan 30 hari, maka jumlah pemasukan toko itu akan sama dengan Rp 2.250.000. Nah, angka itu kita bulatkan saja menjadi Rp 2 juta per bulan. Pemasukan sebesar itu, tentu saja cukup untuk membayar cicilan Anda ke bank.
Namun demikian, Anda juga punya pengeluaran bulanan untuk keluarga sebesar Rp 1.365.000,-. Bagaimana cara menutupinya setiap bulan?
Tambah pemasukan dalam keluarga. Sayangnya dalam surat Anda tidak menceritakan apa-apa tentang suami Anda. Tapi saya asumsikan saja bahwa Anda berdua selama ini hanya mengandalkan pemasukan dari usaha saja. Karena itu, saran saya untuk masalah Anda adalah agar sebaiknya salah satu dari Anda mencari pekerjaan untuk menambah pemasukan dalam keluarga. Di sini, mungkin saja suami Anda yang bekerja, sedangkan Anda (si ibu) yang mengurus usaha. Atau bisa juga sebaliknya. Dengan demikian, tidak perlu kedua-duanya mengurus usaha tersebut.
Memang sebetulnya akan baik kalau kedua dari Anda mengurus usaha itu bersama-sama. Tetapi dalam kondisi Anda mengalami defisit karena adanya pengeluaran keluarga yang harus dibayar, maka menurut saya akan sangat membantu bila salah satu dari Anda juga bekerja di tempat lain. Dari uang gaji itulah diharapkan bisa membayar pengeluaran keluarga sebesar Rp 1.365.000,- per bulan. Nanti bila usaha Anda berhasil dengan cukup baik, maka kedua dari Anda bisa terjun secara penuh ke dalamnya.
Bila pada saat ini Anda adalah single parent, maka ini berarti Andalah yang harus mendapatkan penghasilan tambahan tersebut dengan bekerja pada orang lain. Toh, Anda bisa menyerahkan penjagaan toko itu ke pembantu Anda, kan? Bila Anda tidak yakin untuk menyerahkan penjagaan toko itu pada pembantu Anda, maka tak ada jalan lain, Anda harus membesarkan toko Anda. Apakah Anda sudah mencoba mempromosikan toko Anda? Kebanyakan usaha toko rumahan tidak melakukan promosi, lo
Bila lokasi toko Anda anggap kurang baik untuk usaha, maka tak ada jalan lain Anda mungkin harus menutup saja toko Anda dan menjual barang-barang dagangan di dalamnya. Sudah waktunya bagi Anda untuk memikirkan jenis usaha lain.
Atau Anda bisa juga mengubah toko Anda menjadi lebih fokus dengan menjual barang-barang yang khusus saja. Misalnya, toko Anda bisa saja hanya menjual baju saja. Atau, toko yang hanya menjual barang kelontong saja. Toko yang hanya menjual beras saja. Dan seterusnya. Saya tahu, memang akan ada godaan untuk menambah jenis barang yang dijual di toko Anda. Tapi ingat, biasanya toko yang barang dagangannya terspesialisasi, akan lebih mudah diingat orang. Sebagai contoh, kalau toko Anda hanya menjual beras, maka kapan pun konsumen Anda ingin membeli beras, mereka akan langsung teringat pada toko Anda yang hanya menjual beras.
Saya perhatikan bahwa pada saat ini Anda memiliki dua bidang usaha. Usaha toko, dan usaha burung walet. Melihat situasi dan kondisi Anda, saya menyarankan agar Anda fokus dulu di satu bidang usaha saja. Entah di usaha toko atau di usaha burung walet. Satu bidang usaha belum sukses, jangan dulu buka bidang usaha yang lain. Sukseskan dulu satu bidang usaha saja. Bila itu berhasil, barulah Anda bisa berpikir untuk membuka usaha lain.
Mengenai asuransi dengan anak Anda sebagai ahli warisnya, saya tetap menyarankan Anda untuk memilikinya. Namun demikian, ada baiknya kalau Anda memilih jenis asuransi jiwa yang lebih murah. Sebagai contoh adalah Asuransi Jiwa Berjangka yang hanya memberikan proteksi saja. Jadi, kalau Anda tidak mampu membayar asuransi lama Anda, stop saja asuransi itu dan ambil nilai tunainya. Selanjutnya, tanyakan kepada agen asuransi Anda apakah ia juga memiliki Asuransi Jiwa Berjangka (yang memberikan proteksi saja, tanpa unsur investasi). Bila perusahaan asuransi itu memiliki produk itu, maka ambil saja produk asuransi itu, sehingga nantinya premi yang Anda bayar akan jauh lebih murah dibanding produk asuransi lama Anda, walaupun jumlah pertanggungannya sama.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda