HUTANG KE BANK
DEMI MOBIL BARU

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 704/XIV

Bapak Safir yang baik,

Saya baru saja menikah tahun lalu. Suami saya kerja di BUMN, sedangkan saya di perusahaan swasta dengan status pegawai kontrak. Pendapatan saya Rp 700 ribu per bulan, sedangkan suami saya hanya Rp 500 ribu. Sejak masih bujangan, suami sudah punya rumah sendiri dengan mencicil Rp 50 ribu per bulan. Cicilan kredit ini baru selesai sekitar 10 tahun lagi.

Baru-baru ini kami meminjam dana Rp 10 juta dari bank untuk merenovasi rumah. Sebelum itu, kami juga menjual mobil kami lebih dulu. Tujuannya adalah untuk dibelikan mobil yang tahunnya lebih muda/baru.

Rencana kami pinjam ke bank itu semula adalah untuk dua keperluan. Yang Rp 5 juta untuk menambah uang pembelian mobil baru, dan Rp 5 juta lagi untuk renovasi rumah.

Ternyata perkembangan yang terjadi di luar perkiraan kami. Biaya renovasi membengkak sehingga akhirnya dana untuk mobil juga ikut terpakai. Masalahnya, mobil itu adalah milik orang tua saya. Dan mereka kini belum tahu uang Rp 5 juta untuk mobil baru sudah terpakai untuk renovasi.

Saya kemudian mengusulkan pada suami untuk membeli mobil yang tahunnya lebih tua agar dananya cukup. Tapi dia menolak dan bersikeras ingin mobil yang tahunnya lebih muda. Malah dia kemudian meminjam lagi ke bank untuk keperluan itu dengan jaminan uang gaji saya. Padahal status saya, kan, masih kontrak. Bagaimana kalau kontrak saya tidak diperpanjang? Sementara hutang di bank masih banyak? Mau makan apa kami?

Pertanyaan saya, apakah sebaiknya pembelian mobil tahun muda ini ditunda sampai hutang-hutang di bank lunas semua? Berarti tiga tahun lagi kami harus menunggu. Padahal, kalau tanpa kendaraan kita susah ke mana-mana. Ditambah lagi pencopet/pencoleng berkeliaran di mana-mana. Saat ini, sementara belum punya mobil sendiri, kami memakai mobil milik perusahaan suami saya. Bagaimana jalan yang terbaik menurut Bapak? Terima kasih sebelumnya.

Ny. NS - Palembang


Jawab:

Ibu NS di Palembang,

Setahu saya bank mungkin agak sulit menerima permohonan kredit Anda bila masa kerja Anda belum mencapai jangka waktu tertentu (biasanya persyaratan jangka waktunya adalah 2 tahun). Melihat status kerja Anda yang masih kontrak, kelihatannya mungkin masa kerja Anda belum mencapai jangka waktu 2 tahun, ya? Jadi mungkin agak sulit bila Anda atau suami Anda harus mengambil kredit atas nama Anda.

Dan jangan lupa bahwa untuk mengkredit mobil lewat bank, bank biasanya hanya akan membiayai sekitar 70%. Sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda sebagai uang muka. Dan melihat kondisi keuangan Anda, kelihatannya uang muka itu masih agak sulit untuk dibayar sekarang-sekarang ini.

Lalu bagaimana? Membaca kasus Anda, terlihat bahwa bengkaknya biaya renovasi rumah telah membuat segala rencana keuangan Anda untuk membeli mobil berantakan. Bahkan uang sisa hasil penjualan mobil ikut terpakai. Jadi di sini, terus terang saya tidak menyarankan Anda untuk mengambil kredit lagi.

Mengenai pendapat Anda bahwa dengan tidak memiliki mobil maka Anda akan sulit pergi ke mana-mana, saya rasa kita disini perlu melihatnya secara bijak. Artinya, kita harus bisa melihat mana yang lebih penting: ada mobil tapi keuangan amburadul karena banyak hutang bahkan tidak layak untuk punya hutang baru, atau tidak memiliki mobil dulu (untuk sementara) tapi Anda punya kesempatan menata kembali keuangan dalam keluarga Anda.

Jadi dibawah ini adalah saran saya untuk Anda:

  1. Tunda dulu pembelian mobil Anda, paling tidak sampai sekitar 6 bulan ke depan. Dari situ Anda berdua punya kesempatan untuk menata kembali keuangan Anda. Bila diibaratkan orang yang sedang lari pagi dan kondisi napas Anda ngos-ngosan karena kecapekan, berhentilah sebentar untuk mengambil napas agar nanti Anda bisa berlari lagi dengan napas yang lebih teratur.

  2. Mengenai apakah nanti Anda berdua harus membeli mobil yang umurnya lebih muda dari mobil Anda yang baru dijual, sekali lagi itu semua sangat tergantung kepada harga mobil yang akan dibeli tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa biasanya harga mobil yang tahunnya lebih muda memang akan lebih mahal. Tapi kalau dalam waktu 6 bulan ke depan kondisi keuangan Anda berdua tidak memungkinkan, kenapa harus membeli mobil yang umurnya lebih muda? Bila memang pembelian mobil itu tidak bisa ditunda sementara keuangan Anda berdua tidak memungkinkan untuk membeli mobil yang umurnya lebih muda, tidak apa-apa membeli mobil yang lebih tua daripada mobil Anda yang baru dijual.
Itu saja dari saya, Bu. Pesan saya, mudah-mudahan dengan pengalaman yang Anda alami sekarang ini, Anda bisa makin bijak dalam menghadapi persoalan keuangan Anda di masa-masa yang akan datang. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal ini dengan suami Anda dan ambillah keputusan yang terbaik.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan