Dikutip dari Tabloid NOVA No. 733/XIV
Pak Safir yang terhormat,
Saat ini penghasilan suami saya dari gajinya hanya Rp 1 juta per bulan. Jelas amat berat bagi kami untuk bisa punya rumah sendiri. Apa yang harus kami lakukan? Kalau mau bekerja, jelas tidak mungkin karena nanti anak-anak tidak ada yang menjaga.
Sebetulnya dulu saya sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Namun setelah menikah, oleh suami dilarang bekerja lagi. Masalahnya, saat ini segala kebutuhan hidup terus membengkak harganya. Bagaimana bisa kami mengatasi masalah keuangan ini? Sungguh saya stres dibuatnya. Yang ingin saya tanyakan:
Ibu D di Kota Baru
Ibu D di Kota Baru,
Tanpa bermaksud mengecilkan hati, maka dengan empat orang anak, gaji satu juta rupiah sebulan, tanpa memiliki simpanan sedikit pun, maka akan sangat sulit sekali bagi Anda untuk bisa memiliki rumah sendiri. Karena jelas, memiliki rumah sendiri membutuhkan uang tunai.
Bahkan kalau Anda mau mengambil fasilitas kredit sekalipun, Anda tetap harus menyediakan sejumlah dana untuk uang muka, yang jumlahnya minimal harus sekitar 30 persen dari harga rumah yang Anda inginkan!
Dibawah ini saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda :
Melihat kondisi keluarga Anda dengan empat orang anak, sulit sekali bagi saya memberikan saran yang lebih banyak selain agar Anda mulai berpikir untuk menambah penghasilan keluarga. Apa pun caranya!
Banyak sekali orang datang kepada saya dan bertanya tentang bagaimana cara menekan pengeluaran ini atau pengeluaran itu. Yah, menekan pengeluaran memang baik, tapi kalau setiap tahunnya harga barang dan jasa selalu naik, maka sulit sekali untuk bisa menekan pengeluaran kalau penghasilannya segitu-segitu saja. Apalagi dengan empat orang anak, gaji satu juta rupiah dan Anda sendiri tidak bekerja. Jelas, sulit sekali untuk bisa menekan pengeluaran.
Kalaupun bisa, itu mungkin hanya dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, akan sulit sekali untuk tidak gali lubang tutup lubang. Saya hanya menyarankan agar Anda mulai memikirkan untuk menambah penghasilan, entah dengan bekerja lagi atau dengan membuka usaha sendiri di rumah. Ini tidak bisa dihindari lagi. Banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan tanpa harus meninggalkan rumah, kok. Anda amati saja sekitar Anda, pasti ada. Yang paling umum adalah menerima jasa memasak (katering) atau menerima jahitan. Tentu saja masih banyak lagi bidang jasa lain yang bisa Anda tekuni.
Sayang sekali Anda tidak menyebutkan berapa persisnya pengeluaran Anda. Dari semua pos pengeluaran yang Anda katakan, semuanya terlihat penting. Air, misalnya. Dengan empat orang anak, masak Anda mau menekan penggunaan air di rumah Anda?
Listrik, kalau untuk yang satu ini, saya hanya bisa menyarankan agar Anda mengurangi penggunaan listrik secara bersamaan pada malam hari. Kurangi pemakaian AC bila Anda memiliki AC. Daripada AC, gunakan exhaust fan. Selain lebih irit, juga lebih sejuk dan lebih sehat.
Sewa rumah, saya tidak tahu apakah Anda bisa menawar biaya sewa rumah atau tidak kepada pemilik rumah Anda. Kalau bisa tawar, tawar saja. Tentang biaya sekolah anak, Anda mungkin harus bersedia memilih sekolah yang standar biayanya lebih murah seperti sekolah negeri, misalnya. Kalau untuk belanja sehari-hari, jelas Anda sendiri yang lebih tahu mengenai pengeluarannya. Dengan empat orang anak, saya pikir tidak ada lagi yang perlu Anda tekan untuk uang belanja.
Coba Anda duduk bersama dengan suami Anda dan tunjukkan perhitungan pengeluaran keluarga Anda di atas kertas. Saya tahu itu memang tidak mudah. Akan tetapi dengan bukti perhitungan di atas kertas, saya yakin seorang suami yang baik dapat memahaminya.
Yang penting untuk diingat adalah bahwa jangan sampai perhitungan yang Anda tunjukkan tersebut menyinggung harga dirinya sebagai suami, tapi tunjukkan bahwa Anda sebagai istri juga bersedia membantunya untuk menambah penghasilan keluarga. Entah dengan melamar kerja di swasta, maupun dengan membuka usaha kecil-kecilan.
Sejak awal menikah, saya dan suami menumpang di rumah orang tua. Meski suami saya bekerja, kami belum bisa membeli rumah sendiri. Setelah si sulung lahir, kami mengontrak rumah. Kini setelah anak kami empat (yang terkecil umur tiga tahun), kami masih tetap juga mengontrak.
Mohon bantuannya Pak Safir. Terima kasih sebelumnya.
Jawab:
Semoga masalah Anda dapat teratasi selekasnya.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi