GAGAL MLM
KARENA TAK SUPEL

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 747/XV

Pak Safir yang baik,

Sebelumnya saya mohon maaf. Begini, tiap kali saya baca artikel maupun jawaban yang Bapak tampilkan di NOVA, kok, terkesan selalu untuk yang berpenghasilan menengah ke atas. Terus terang saya iri, Pak. Oleh karena itu saya memberanikan diri mohon kepada Bapak membahas penghasilan saya yang relatif kecil.

Saya adalah karyawati swasta yang sudah bekerja di perusahaan yang sama selama 20 tahun, dengan penghasilan kotor per bulan sebesar Rp 660.000 (sudah termasuk uang makan, tunjangan tanpa uang transpor, karena memang tidak diberi oleh perusahaan). Dari gaji suami tidak dapat saya harapkan lagi, karena habis dipotong hutang yang masih sekitar 3 tahun lagi selesainya. Jumlah gaji suami saya tidak tahu, karena memang tidak pernah diberi tahu. Yang jelas, dia pegawai negeri golongan 1.

Otomatis semua pengeluaran saya yang mengatur, sehingga saya harus gali lubang tutup lubang. Untuk menambah penghasilan di luar jam kerja saya tidak bisa. Di samping dilarang suami, saya pun kurang bisa bergaul. Saya pernah mengikuti MLM, tapi tidak berhasil, karena sifat saya yang tidak supel, cepat putus asa dan kecewa. Apalagi pekerjaan di MLM yang menuntut saya terus berhubungan dengan orang lain.

Pengeluaran saya tiap bulan :

  1. Bayar sekolah (4 anak) Rp. 100.000
  2. Gaji Pembantu Rp. 110.000
  3. Membantu Adik Rp. 100.000
  4. Listrik & PAM Rp. 100.000
  5. Beli NOVA Rp. 22.500
  6. Uang saku anak Rp. 100.000
  7. Belanja Rutin Rp. 250.000
  8. Belanja harian Rp. 300.000
Saya tidak bisa memikirkan masa depan anak-anak karena saya tidak punya tabungan. Uang selalu habis tidak tersisa. Yang ingin saya tanyakan kepada Bapak:
  1. Bagaimana caranya menambah penghasilan, sesuai dengan sifat saya yang mudah putus asa?
  2. Saya tidak punya keterampilan apa pun. Apa yang bisa Pak Safir sarankan?
  3. Untuk berdagang pun saya tidak punya keberanian dan modal. Harus bagaimana saya?
Terima kasih atas bantuannya.

Ny. A - Semarang


Jawab:

Ibu A di Semarang,

Wah, kalau sampai ada kesan seperti yang Anda maksud, itu tidak disengaja, Bu. Sebab, semua orang dengan penghasilan berapa pun bisa kok mengirimkan surat ke Rubrik Ulas Uang NOVA. Saya juga akan berusaha menjawabnya. Termasuk surat dari Ibu.

Ya, sering kali permasalahan keuangan keluarga bukan terletak pada besar kecilnya penghasilan, tapi justru pada pengeluarannya. Banyak orang berpenghasilan besar tapi juga masih saja defisit. Itu karena pengeluarannya lebih besar dibandingkan pemasukannya. Jadi Anda tidak perlu iri dengan mereka yang berpenghasilan lebih besar dari Anda. Justru jadikanlah hal itu untuk memotivasi Anda agar bisa seperti mereka.

Saya akan coba menjawab semua pertanyaan Anda.

  1. Sebetulnya akan sulit sekali untuk mendapatkan tambahan penghasilan jika Anda tidak mengubah sifat Anda yang mudah putus asa. Dan untuk mengubah sifat ini, saya tidak bisa membantu. Karena yang bisa mengubah sifat Anda yang mudah putus asa hanyalah diri Anda sendiri.

    Kalau Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang mudah putus asa, maka Anda mungkin tidak akan bisa berhasil di bidang usaha apa pun karena yang namanya membuka usaha sama sekali tidak mudah. Tapi kalau Anda merasa bisa tidak mudah putus asa, maka Anda akan menjadi seorang yang pantang menyerah dan mau bangun setiap kali Anda jatuh. Banyak berusaha dan juga jangan lupa untuk berdoa.

  2. Kalau Anda merasa penting untuk memiliki suatu keterampilan, maka saran saya Anda harus mencari atau melatih suatu keterampilan. Sebenarnya untuk melatih keterampilan tertentu tidak harus melalui sebuah kursus yang memakan biaya yang cukup besar kok. Masih banyak cara lain. Dengan membaca buku-buku keterampilan yang banyak dijual di toko buku, misalnya. Bergaul dengan orang-orang yang telah memiliki keterampilan tertentu bisa juga menjadi salah satu jalan yang bisa ditempuh. Saya yakin, di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan.

  3. Salah satu modal untuk memulai berdagang adalah kemauan untuk mencoba. Kalau Anda mau mencoba dengan sungguh-sungguh, saya yakin keberanian Anda akan timbul dengan sendirinya. Untuk modal usaha, Anda dapat mulai menabungnya dari sekarang. Tetapi kabar baiknya, tidak semua bisnis harus dimulai dengan modal yang besar. MLM misalnya. Kalau Anda bilang bahwa Anda pernah mencoba MLM tapi tidak berhasil, mungkin bukan karena sifat Anda yang tidak supel, melainkan karena Anda tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan sistem yang sudah ditetapkan.

    Selain itu, mengapa Anda tidak mengajak adik Anda untuk ikut membantu dalam merintis sebuah usaha? Toh selama ini Anda juga membantu membiayai dia. Kini saatnya dia bersama Anda bahu-membahu, bukan?

Salam saya untuk keluarga Anda. Semoga sukses selalu menyertai Anda.




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan