Dikutip dari Tabloid NOVA No. 773/XV
Pak Safir yang terhormat,
Yang mau saya tanyakan, dengan gaji saya sebesar Rp 2,4 juta per bulan, saya ingin sekali bisa menyekolahkan anak-anak saya ke perguruan tinggi yang baik. Anak saya yang pertama, akan masuk kuliah dua tahun lagi. Perkiraan saya, saya butuh dana sekitar Rp 20 juta untuk membayar biaya kuliah, plus uang semester di tahun pertama.
Sebetulnya saat ini saya sudah punya simpanan sebesar Rp 37 juta di deposito. Tapi saya pikir sayang juga kalau saya pakai dana itu untuk membayar uang kuliah. Gimana ya pak? Apa saya gunakan dulu uang itu untuk buka usaha?
Terima kasih pak. Sukses buat Pak Safir.
S - Bekasi
Ibu S di Bekasi,
Saya mengerti sekali bahwa Anda mungkin merasa sayang kalau harus menggunakan uang Anda yang Rp 37 juta untuk membayar biaya kuliah anak Anda. Tapi mau bagaimana lagi Bu? Bukankah pendidikan itu penting untuk anak Anda?
Saran saya untuk Anda, mumpung masih ada waktu selama 2 tahun, kenapa Anda tidak coba menginvestasikan uang tersebut lebih dulu ke dalam produk-produk investasi yang diharapkan hasilnya bisa lebih besar daripada deposito. Sebagai contoh, Anda bisa coba memasukkan uang itu ke reksa dana. Pada reksa dana, uang itu bisa memberikan hasil yang lebih besar daripada deposito. Dengan demikian, selama uang itu masih nganggur, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan.
Alternatif lain, Anda bisa mencoba menggunakan sebagian uang itu untuk membuka usaha sampingan. Jangan lupa bahwa usaha sampingan itu investasi juga lho, Bu. Memang, yang namanya usaha itu cukup berisiko. Sebagai contoh, kalau Anda membuka usaha di bidang pembuatan parsel, misalnya, maka ada risiko bahwa uang yang Anda tanamkan tidak akan kembali.
Tapi jangan lupa, kalau usaha tersebut maju, hasil investasi Anda yang akan Anda dapatkan bisa cukup besar. Jadi, investasi usaha bisa memberikan hasil yang lebih besar daripada kalau Anda berinvestasi ke dalam produk keuangan. Tapi risikonya juga cukup besar. Bagi Anda sendiri, kalau usaha tersebut maju, wah... bisa-bisa kuliah anak Anda bisa dibiayai dari pemasukan usaha tersebut.
Nah, bagaimana kalau Anda ingin membuka usaha sampingan tersebut? Caranya, jangan gunakan seluruh uang Anda untuk modal usaha. Kalau Anda bilang bahwa biaya kuliah anak Anda adalah Rp 20 juta, coba ambil sekitar Rp 17 juta (Rp 37 dikurangi 20 juta), untuk modal usaha. Dengan tidak menggunakan semua uang, Anda sudah berjaga-jaga terhadap kemungkinan kegagalan usaha. Jadi, kalau terjadi kegagalan pada usaha Anda, uang Rp 20 juta untuk biaya kuliah anak masih ada.
Mengenai modal, jangan lupa bahwa tidak semua usaha harus dibuka dengan modal besar. Ada banyak sekali usaha yang bisa dijalankan dengan modal yang sangat terjangkau. Mengenai bidang apa yang sebaiknya Anda jalankan, hanya Anda sendiri yang tahu. Tapi mungkin, kalau bisa, sesuaikan bidang itu dengan keahlian Anda. Dengan membuka usaha yang sesuai dengan keahlian Anda, mudah-mudahan keberhasilan bisa Anda capai dengan lebih cepat. Ujung-ujungnya, Anda bisa punya dana yang lebih dari cukup untuk membayar biaya kuliah anak Anda.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya seorang ibu dengan dua orang anak. Satu berumur 15 tahun, dan satu berumur 13 tahun. Suami saya sudah lama meninggal, dan kini saya harus menghidupi kedua anak saya dengan bekerja sebagai seorang manajer di sebuah perusahaan yang menjual barang-barang perangkat keamanan. Pelanggan kami umumnya adalah perusahaan-perusahaan pertambangan.
Jawab:
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi