Dikutip dari Mengantisipasi Risiko
Itu kalau Anda yang mengalami. Bagaimana kalau orang lain (yang dekat dengan Anda) yang mengalami risiko-risiko tersebut? Pernahkah Anda ditinggal pergi (baca: meninggal) oleh orang yang terdekat dalam keluarga Anda? Orang tua Anda, misalnya. Kakak atau adik Anda, atau mungkin pasangan Anda?
Saya pernah mengalaminya. Ibu saya meninggal dunia waktu saya masih berumur 9 tahun. Saya sendiri tidak mengerti apa-apa waktu itu, dan hanya tahu bahwa keluarga saya sudah ditinggal pergi. Itu saja. Tetapi 3 orang kakak saya menangis tersedu-sedu. Setelah penguburan - saya ingat sekali - salah satu kakak saya mengurung diri dalam kamar selama berhari-hari. Saya, yang masih berumur 9 tahun, pelan-pelan mulai mengerti bahwa ditinggalkan oleh orang yang kita cintai bisa menimbulkan dampak psikologis yang cukup besar. Saya bisa bayangkan, kakak-kakak saya yang waktu itu masih bersekolah tentu saja turun semangat belajarnya. Semangat bekerja ayah saya juga pasti menurun. Dan untuk menunggu pulihnya semangat tersebut, tidak setiap orang membutuhkan waktu yang sama. Ada yang cukup beberapa hari saja untuk bisa pulih kembali, tetapi ada yang berbulan-bulan baru bisa mengembalikan lagi semangatnya.
Semua ini bisa terjadi pada Anda. Kalau Anda mengalami risiko-risiko tersebut, atau orang terdekat Anda mengalami suatu risiko dan Anda juga terkena dampaknya, maka di bawah ini adalah tips tentang bagaimana mengatasi dampak psikologis yang Anda alami. Saya tidak menjamin bahwa tips ini pasti akan bekerja untuk Anda, tapi tips ini memang terbukti bekerja - bagi kebanyakan orang.
Terjadinya risiko seringkali menimbulkan dampak psikologis tertentu pada orang yang mengalaminya. Orang yang bekerja di kantor dan memiliki ambisi yang begitu besar untuk mencapai puncak karir, seringkali mengalami penurunan semangat yang drastis sewaktu ia mengalami sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Anda yang menyetir kendaraan sendiri, mungkin akan pulang dalam suasana hati yang marah sewaktu kendaraan Anda ditabrak oleh kendaraan lain. Anda yang memiliki rumah, mungkin akan menangis sewaktu Anda pulang dan melihat rumah Anda terbakar hanya gara-gara anak tetangga sebelah iseng bermain-main dengan korek api dan minyak tanah.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda