Dikutip dari Harian Republika, Desember 2004
Bapak Ahmad Gozali Yth,
Assalamu'alaikum wr wb. Saya adalah seorang karyawan swasta dengan gaji Rp 2,5 juta setiap bulan. Istri saya juga bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp 3 juta per bulan. Dari keseluruhan pendapatan kami berdua tiap bulan, kami bisa menyisihkan Rp 300 ribu untuk ditabung. Kami memiliki dua anak balita. Alhamdulillah, kami sudah melunasi semua cicilan rumah dan saat ini sedang tak memiliki tanggungan hutang, selain pengeluaran rutin kebutuhan rumah tangga setiap bulan. Sudah dua tahun ini kami berdua ingin membeli mobil yang layak digunakan. Tapi, tabungan yang sengaja kami sisihkan tiap bulan selalu tidak bisa digunakan untuk membeli kendaraan. Perlukah saya membeli kendaraan dengan cara kredit? Kira-kira dengan jumlah penghasilan kami berdua sekarang ini, bisakah untuk membeli mobil? Atas jawaban dan sarannya saya mengucapkan terima kasih. Wassalam.
Triadi Santoso
Wa'alaikum salam wr wb. Saya bisa memahami kebutuhan Anda untuk memiliki sarana transportasi baik untuk kegiatan keluarga maupun bekerja. Apalagi Anda saat ini juga sedang tak memenuhi kebutuhan yang lebih pokok, misalnya rumah, serta tak memiliki kewajiban utang lainnya. Namun, dilema memang sering terjadi ketika kita membutuhkan sesuatu yang dianggap penting, tapi belum mampu untuk membelinya. Untuk itulah diciptakan suatu produk keuangan yang dinamakan kredit. Hanya saja perlu dipertimbangkan sebelum membeli secara kredit adalah apakah Anda memang benar-benar membutuhkan mobil itu sekarang. Atau bisa ditunda sampai dananya cukup untuk membelinya secara tunai.
Dengan membeli secara kredit, berarti Anda membeli dengan harga yang lebih mahal. Ini normal saja, karena selain harga mobil, Anda juga harus membayar bunganya. Keuntungannya, Anda sudah bisa menggunakan mobil itu dengan hanya membayar uang mukanya saja. Selain itu, akan ada juga tambahan untuk membayar premi asuransi kendaraan. Karena lembaga kredit akan mengharuskan untuk membeli asuransi kendaraan selama dalam masa kredit. Dengan saldo kredit yang cukup besar, Anda juga mungkin akan diminta untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terlebih dulu. Ini juga bisa membawa konsekuensi perpajakan.
Sebelum memutuskan untuk membeli mobil secara kredit, patikan bahwa Anda sudah siap dengan konsekuensi di atas. Yaitu, membayar harga mobil dengan lebih mahal, ikut asuransi, dan memiliki NPWP. Jika Anda merasa tak ada masalah dengan hal itu dan membutuhkan kendaraan itu sekarang, membeli mobil secara kredit mungkin bisa menjadi langkah yang tepat.
Namun, jika Anda bisa menunda kebutuhan itu, saran saya adalah bertindaklah sedikit lebih berani dengan dana Anda. Jangan hanya menabung, tapi investasikan dana Anda ke dalam produk keuangan yang bisa memberikan hasil yang lebih besar lagi. Dengan berinvestasi, dana Anda memiliki potensi berkembang lebih cepat jika dibandingkan dengan ditabung saja. Semakin besar hasil investasi yang didapat, semakin cepat Anda bisa mencapai tujuan keuangan Anda untuk bisa memiliki mobil sendiri.
Jika Anda bertanya apakah dengan penghasilan sebesar itu bisa membeli mobil, saya katakan bahwa masalahnya bukan terletak pada seberapa besar penghasilan Anda. Tapi, seberapa besar Anda bisa menyisihkan penghasilan untuk masa depan.
Salam
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawab:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi