BELI YANG BARU ATAU YANG BEKAS
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Mei 2004

Bapak Ahmad Gozali Yth

Saya karyawan swasta yang baru bekerja selama dua tahun. Penghasilan saya Rp 750 ribu dan ada tambahan tidak tetap sebesar Rp 450 ribu setiap bulannya. Saya ingin membeli sepeda motor dengan cara kredit dengan uang muka Rp 3,5 juta dan selanjutnya kredit sebesar Rp 550 ribu selama 17 kali/bulan. Saat ini uang muka sudah ada di tangan. Dengan penghasilan yang ada saya merasa dapat menutupi pengeluaran tersebut. Namun, karena ada rencana pernikahan yang kepastian waktunya belum ditentukan (tahun ini atau tahun depan), saya menjadi bingung. Yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. Mana lebih tepat, beli sepeda motor kredit atau yang bekas?
  2. Bagaimana untuk menyiasati keuangan dengan jumlah penghasilan yang ada dengan mendapatkan sepeda motor dan menyisihkan biaya pernikahan yang tidak tentu rencananya.
Atas sarannya saya mengucapkan terima kasih.

Mujib Rahman
Surabaya




Jawab:

Mana yang lebih baik, membeli sepeda motor bekas atau sepeda motor baru secara kredit?

  1. Kalau Anda mengerti dengan baik mengenai mesin motor, mungkin tidak persoalan kalau membeli saja motor bekas. Karena Anda bisa memilih motor yang masih baik kondisinya, namun dengan harga yang pantas. Tapi, kalau Anda kurang paham dengan mesin motor, mungkin ada baiknya membeli saja sepeda motor yang baru agar lebih terjamin kualitas dan daya tahannya. Tapi konsekuensinya adalah Anda harus membayar sedikit lebih mahal dan setiap bulannya masih harus keluar uang pembayaran cicilan. Jadi mau tidak mau Anda harus memastikan bahwa Anda bisa dengan rutin membayar cicilannya. Karena kalau tidak, maka sepeda motor Anda bisa disita kembali oleh perusahaan leasing.

  2. Sudahkah Anda membuat anggaran bulanan? Kalau belum, saya sarankan agar mulai membuatnya untuk memudahkan Anda dalam mengelola keuangan. Untuk pengeluaran yang sudah pasti dan rutin, saya sarankan agar Anda mengambilnya dari pemasukan yang rutin pula. Jangan mengandalkan pemasukan yang tidak tetap untuk pengeluaran yang rutin. Gunakan pemasukan yang tidak rutin itu untuk pengeluaran yang tidak rutin juga, misalnya membeli pakaian atau barang elektronik yang tidak terlalu mendesak. Atau gunakan pemasukan yang tidak rutin itu untuk persiapan dana pernikahan Anda. Selain itu, sebaiknya sedari sekarang Anda sudah bisa membuat rencana pernikahan. Setidaknya perkiraan waktunya sudah disepakati dengan calon pasangan dan keluarga. Dengan begitu akan memudahkan Anda dalam menyusun rencana dan membuat persiapan keuangannya.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan