UANG BELANJA IDEAL

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 665/XIII

Yang terhormat Pak Safir,

Saya ibu rumah tangga dengan satu anak berusia 3 tahun. Pertanyaan saya sebagai berikut:

  1. Berapa idealnya seorang suami memberi uang belanja maupun untuk keperluan lain dalam seminggu? Suami saya bekerja di Jakarta. Gajinya Rp 500 ribu sebulan. dan dia pulang hanya pada akhir pekan.

  2. Sebaiknya tanggal berapa saya harus membayar rekening telepon dan listrik tiap bulannya? Apakah harus tanggal 1 ­ 25? Sedangkan suami saya terima gaji tanggal 28.

  3. Saya pernah membaca artikel Bapak tentang manfaat ekonomis berhenti merokok. Apakah manfaat ekonomis serupa juga bisa saya terapkan untuk benda lain (saya dan suami tidak merokok). Misalnya, menghentikan pemakaian telepon atau kompor gas?

NS - Sukaresmi



Jawab:

Ibu NS di Sukaresmi,

Tidak ada angka pasti mengenai berapa jumlah uang belanja ideal untuk sebuah keluarga. Setiap keluarga memiliki situasi dan kondisi berbeda-beda. Yang jelas, uang Belanja itu haruslah bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok yang standar dalam keluarga Anda. Saran saya, coba hitung dengan hati-hati berapa besar jumlah pengeluaran yang dibutuhkan keluarga Anda. Setelah itu, barulah diskusikan hal ini dengan suami Anda.

Kalau memang suami Anda menerima gaji pada tanggal 28 dan Anda tidak ingin bila uang itu terpakai untuk hal lain, saran saya adalah membayar rekening tersebut sedini mungkin yang Anda bisa. Ini berarti, kalau memang suami Anda menerima gaji pada tanggal 28 dan waktu pembayaran rekening adalah pada tanggal 1 - 25 di bulan berikutnya, maka apa yang harus Anda lakukan adalah mencoba membayar segala rekening Anda pada tanggal 1 - 3 setiap bulan.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan dengan uang tersebut pada tanggal 28 - 31? Begini: setiap kali suami Anda mendapatkan gajinya pada tanggal 28, langsung potong uang sejumlah tertentu yang menurut Anda cukup untuk bisa membayar rekening. Simpan uang itu lebih dulu sebelum akhirnya dibayar pada tanggal 1 - 3 di bulan berikutnya.

Sebagai contoh, kalau misalnya jumlah rekening yang biasa Anda bayar di bulan-bulan sebelumnya adalah Rp 100 ribu per bulan, maka pada saat suami menerima gaji, langsung Anda sisihkan Rp 100 ribu. Simpan uangnya dalam sebuah stoples, taruh stoples itu di lemari Anda dan jangan sentuh toples itu (katakan juga pada suami Anda untuk tidak menyentuhnya juga) sampai tiba waktunya Anda berdua harus membayar rekening sebesar Rp 100 ribu itu.

Tentang manfaat ekonomis, tentu bukan hanya dengan berhenti rokok. Penghematan juga bisa datang dari banyak hal seperti ­ mengutip contoh dari Anda ­ tidak memasang telepon atau membeli gas. Tentu saja hal itu bisa dilakukan. Cuma saya ingatkan, khusus mengenai telepon, ke-napa Anda tidak tetap memasangnya saja tapi Anda kunci. Dengan demikian setiap bulan Anda hanya membayar abonemennya saja, dan Anda bisa tetap menekan biaya pulsa yang muncul karena pemakaian keluar. Ingat, adanya telepon bisa membuat keluarga Anda tetap bisa dihubungi dari luar.

Sikap hemat ini harus terus Anda pertahankan berapa pun penghasilan dalam keluarga Anda. Ini bisa membantu Anda mengumpulkan banyak uang, sehing-ga pada akhirnya uang itu kelak bisa Anda gunakan untuk diinvestasikan sehingga bisa memberikan tambahan pemasukan untuk keluarga Anda kelak. Itulah pola yang harus Anda biasakan. Sebagai contoh, dengan berhemat, Anda bisa mengumpulkan uang, dan uang itu bisa Anda investasikan ke dalam ­ misalnya ­ deposito, dan deposito ini bisa memberikan bunga yang berarti tambahan pemasukan untuk keluarga Anda.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Profil | Jasa yang Ditawarkan | Artikel | Buku | Agenda


© 2000 Safir Senduk & Rekan