Dikutip dari Tabloid NOVA No. 767/XIV
Akhirnya tiba juga bulan Ramadhan yang sudah lama ditunggu-tunggu. Bagi Anda yang menunaikan ibadah puasa, irama kehidupan sudah tentu mengalami perubahan. Misalnya saja, kalau Anda sering makan keluar, hal itu mungkin berkurang. Namun di sisi lain, Anda mungkin meningkatkan frekuensi jalan-jalan ke mal (dengan alasan menunggu buka, begitu kan?).
Nah, kalau gaya hidup berubah, otomatis jumlah pengeluaran juga akan berubah. Seberapa besar? Mari kita simak bersama-sama.
Umumnya, ketika bulan puasa, saat-saat yang paling "memberatkan" adalah menjelang buka. Kalau Anda wanita karier dan bekerja di kantor, biasanya ada tiga pilihan tindakan: meneruskan pekerjaan di kantor (kalau memang ada), pulang ke rumah dan menyiapkan hidangan buka puasa, atau jalan-jalan. Mal umumnya menjadi tempat menunggu buka paling favorit. Di sinilah Anda punya sekian waktu di tempat yang banyak godaan untuk membeli sesuatu.
Bagi ibu rumah tangga, mungkin mal bukan pilihan utama untuk ngabuburit. Karena bisa jadi Anda mungkin sedang sibuk menyiapkan hidangan buka puasa. Tapi bukan berarti tidak ada ibu rumah tangga yang ke pertokoan, lho. Karena tak sedikit pula yang bersama keluarganya pergi bersama ke mal untuk berbuka di sana.
Nah, saat ngabuburit di mal, pertanyaannya sederhana: toko mana yang biasanya Anda datangi pertama kali? Umumnya toko busana dan aksesori. Betul kan? Itu sebabnya, selama bulan puasa, pembelian baju dan aksesori di mal-mal bisa meningkat sampai 2 - 3 kali lipat dibanding bulan-bulan biasa!
Lho, memangnya enggak boleh? Tentu saja boleh. Untuk itu, saya akan berikan beberapa tips bagi Anda agar tetap dapat mengontrol pengeluaran Anda:
Bagaimana dengan makanan? Banyak orang mengira bahwa ketika bulan puasa, pembelian bahan makanan jadi berkurang. Kenyataan nya tidak. Karena jumlah makanan yang diperlukan sebetulnya sama dengan hari biasa. Hanya waktu makannya yang beda. Malah, saat bulan puasa, ada dorongan untuk menambah menu, terutama saat berbuka. Umumnya keluarga di Indonesia menyiapkan menu buka puasa dengan dua atau tiga macam menu. Contoh, kolak pisang, bubur sumsum, dan es blewah.
Yang perlu disadari, memasuki bulan puasa, harga-harga bahan makanan umumnya mulai merambat naik (sekarang saja sudah terjadi). Kesimpulannya, pengeluaran rupiah untuk pembelian bahan makanan selama bulan puasa tidak berkurang. Malah mungkin meningkat.
Wah, kalau uangnya ada sih tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau dana Anda terbatas? Bagaimana mengatur anggarannya? Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.
UTAMAKAN YANG PERLU
KURANGI JUMLAH MENU
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi