TEPATKAH MENGAMBIL
ASURANSI DANA PENSIUN?

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 707/XIV

Pak Safir yang baik,

Setelah membaca Ulas Uang di NOVA no. 668 mengenai cara memilih Reksadana, saya sangat tertarik untuk merencanakan investasi dengan jangka waktu diatas 10 tahun yaitu dengan memilih reksa dana saham. Saat ini saya juga sudah memilki investasi berupa asuransi dana pensiun dari salah satu perusahaan asuransi.

Adapun pertanyaan saya:

Apakah Reksa Dana Saham benar-benar aman dan menguntungkan, mengingat saya tidak ingin salah langkah dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Mana yang lebih aman & menguntungkan antara investasi di bank dengan investasi di reksa dana saham ?

Apakah dalam memilih investasi berupa asuransi dana pensiun sudah dianggap tepat, mengingat begitu banyak macam asuransi yang dapat dipilih oleh konsumen?

Terima kasih atas penjelasannya.

BS - Jakarta


Jawab:

Bapak BS di Jakarta,

Tidak setiap Reksa Dana (RD) Saham akan memberikan keuntungan bagi nasabahnya. Ini karena bila Anda berinvestasi ke dalam RD Saham, ini berarti sama ibaratnya bila Anda berinvestasi secara langsung ke dalam saham. Dan saham, seperti yang Anda tahu, nilainya bisa naik dan bisa juga turun. Hanya saja, bila Anda membeli saham melalui RD, maka pemilihan saham-sahamnya akan dilakukan melalui manajer investasi yang ahli dan berpengalaman. Bukan oleh Anda secara langsung. Sehingga apabila harga saham merosot dan nilai RD Saham merosot, maka besar risiko kerugian diharapkan bisa ditekan.

Salah satu sebab terbesar kenapa banyak orang melirik RD Saham untuk berinvestasi adalah karena saham itu sendiri memiliki potensi keuntungan yang dianggap cukup tinggi dalam jangka panjang. Tapi investasi dalam RD Saham, seperti layaknya investasi dalam saham itu sendiri, tidak akan selalu menguntungkan. Ini karena saham adalah surat berharga yang nilainya bisa naik dan bisa turun. Hanya saja, kalau naik bisa tinggi sekali (walaupun terkadang tidak selalu tinggi), sedangkan kalau turun bisa drastis sekali (walaupun terkadang juga tidak selalu drastis). Jadi jawabannya jelas, RD Saham tidak selalu menguntungkan.

Sekarang, bila pertanyaannya apakah RD Saham itu aman atau tidak, itu tergantung dari bagaimana definisi Anda terhadap istilah aman itu sendiri. Kalau "aman" itu Anda anggap adalah bahwa jumlah uang yang Anda masukkan tidak akan berkurang (seperti layaknya deposito), maka jawabannya adalah bahwa RD Saham tidak selalu aman. Jumlah UP RD Saham yang Anda miliki bisa saja berkurang nilainya.

Jadi, bila pertanyaannya adalah apakah RD Saham itu aman dan menguntungkan, jawabannya adalah bahwa tidak semua RD Saham itu aman dan menguntungkan. Itu semua sangat bergantung pada kepiawaian orang-orang yang duduk di dalam Tim Pengelola Investasi dari produk RD Saham Anda.

Semua produk investasi pada dasarnya mengandung risiko. Hanya saja setiap produk investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Perlu Anda ketahui bahwa hasil investasi yang bisa didapat dari sebuah produk investasi pada dasarnya cuma dua, yaitu dari bunga (seperti layaknya deposito), atau dari selisih harga jual dan harga beli seperti layaknya bila Anda membeli emas. Keuntungan emas kan didapat kalau Anda bisa menjual emas itu dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya kan?

Nah, investasi yang nilainya tidak akan berkurang dan pasti akan memberikan hasil investasi disebut Produk Investasi Berpendapatan Tetap (fixed income). Contohnya adalah deposito. Kalau Anda memasukkan Rp 5 juta ke dalam deposito, maka setelah setahun, misalnya, Anda akan mendapatkan bunga dan jumlah Rp 5 juta yang sudah Anda masukkan dijamin tidak akan berkurang nilainya. Inilah kenapa investasi seperti ini disebut investasi berpendapatan tetap, yaitu investasi yang memberikan pendapatan secara tetap (entah apakah "tetap'"nya itu sekali atau beberapa kali). Produk investasi di Bank dapat digolongkan ke dalam jenis ini.

Investasi jenis kedua adalah investasi dimana keuntungan yang Anda dapatkan tidak bersifat tetap, tetapi dari selisih harga jual dan harga beli dari produk investasi itu sendiri. Sebagai contoh, kalau Anda beli emas seharga Rp 80 ribu per gramnya, maka setahun kemudian Anda mungkin bisa menjual lagi emas Anda dengan harga - katakan - Rp 100 ribu per gramnya.

Di sini Anda mendapatkan keuntungan Rp 20 ribu per gram. Tapi jangan lupa, investasi seperti ini juga punya kemungkinan untuk turun nilainya, yaitu bila harga emas di pasaran bukan Rp 100 ribu per gram, tapi - katakan - Rp 60 ribu per gram. Ini berarti, keuntungan yang Anda dapatkan tidak bersifat tetap, melainkan dari pertumbuhan nilai dari produk investasi itu sendiri. Karenanya produk investasi seperti ini disebut Produk Investasi Pertumbuhan (growth income). Tidak peduli apakah nantinya nilainya tumbuh positif (sehingga Anda untung) atau tumbuh negatif (sehingga Anda rugi). Produk RD Saham bisa digolongkan ke dalam jenis ini.

Tentu saja dengan mudah kita bisa melihat bahwa Produk Investasi Pertumbuhan bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih besar daripada Produk Investasi Berpendapatan Tetap. Kalau keuntungan itu Anda dapatkan dari jual beli, Anda pasti bisa mengusahakan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya kan? Beda dengan Produk Investasi Berpendapatan Tetap yang besar keuntungannya biasanya berdasarkan janji. Hanya saja, risiko Produk Invetasi Pertumbuhan juga lebih besar daripada bila Anda berinvestasi ke dalam Produk Investasi Berpendapatan Tetap.

Karena itu, RD Saham, sebagai sebuah Produk Investasi Pertumbuhan, memiliki risiko investasi yang lebih besar daripada investasi di produk perbankan yang memiliki sifat fixed income. Tetapi, dalam jangka panjang, keuntungan investasi yang bisa didapat pada RD Saham bisa lebih besar daripada produk investasi di bank. Seberapa lama definisi jangka panjang yang saya maksudkan? Diatas 10 tahun, itu saran saya.

Asuransi Pensiun bisa saja Anda ambil untuk alternatif investasi. Hanya saja perlu diketahui bahwa - karena ini adalah sebuah asuransi - maka Anda juga harus membayar untuk premi asuransi jiwa. Dan lagi, Asuransi Pensiun biasanya hanya memberikan Hasil Investasi yang kecil (biasanya ya? Tidak semua). Namun demikian, sebagai sebuah investasi, Asuransi Pensiun bisa dianggap sebagai sebuah investasi seberapapun kecilnya hasil investasi yang Anda dapatkan. Tinggal apakah Anda dapat menerimanya atau tidak. Kecil bagi orang lain belum tentu kecil bagi Anda kan?



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan