ANGGARAN PUASA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Pak Gozali,

Bulan ramadhan insya allah akan datang dalam hitungan hari. Yang ingin saya tanyakan, biasanya pengeluaran pada saat ramadhan naik, padahal logikanya, karena siang tidak makan, maka pengeluaran menurun. Kenapa, ya? Bagaimana caranya mengatur keuangan keluarga agar pengeluaran pada bulan ramadhan tidak naik? Bahkan kalau bisa pengeluaran bisa berkurang agar uangnya bisa ditabung untuk lebaran. Terima kasih.

Hani - Jelambar


Jawab:

Bulan puasa memang menyebabkan perubahan pola konsumsi, perubahan ini tentunya menyebabkan juga perubahan pada anggaran Anda. Logikanya sih, pengeluaran untuk konsumsi seharusnya berkurang. Tapi ternyata, kenyataannya selama ini, seringkali pengeluaran justru naik bertambah. Malah, tidak jarang bisa membengkak tidak karuan.

Dari situ timbul pertanyaan yang sangat menarik sekali. Apakah memang sudah seharusnya pengeluaran untuk bulan puasa naik? Atau sebaliknya, malah seharusnya turun? Hanya kita saja yang salah dalam mengelolanya sehingga pada kenyataannya seringkali naik. Mari kita hitung sama-sama.

Dilihat dari frekuensi makannya, seharusnya memang tidak bertambah. Di bulan puasa, kita tetap makan 3 kali sehari. Hanya jadwalnya saja yang berubah. Buka puasa, makan malam dan makan sahur. Seharusnya, secara kuantitas sih justru malah berkurang karena yang biasanya makan siang di luar, menjadi buka puasa di rumah yang tentu saja bisa lebih hemat.

Satu-satunya alasan kenapa anggaran untuk makanan bisa bertambah adalah adanya peningkatan kualitas makanan. Ini wajar saja karena di bulan puasa kita harus menjaga kesehatan dengan baik. Susu, multivitamin, madu, buah-buahan menjadi lebih lengkap di bulan puasa.

Kesimpulannya, tidak ada penambahan kuantitas makanan yang tidak perlu di bulan Ramadahan. Yang ada adalah penambahan kualitas makanan agar lebih sehat berimbang. Tapi penambahan ini mungkin tidak akan besar karena diimbangi dengan berkurangnya pengeluaran untuk jajan di siang hari. Apalagi untuk Anda yang memang sudah biasa menjaga keseimbangan makanan, tidak diperlukan lagi perubahan kualitas makanan di bulan puasa.

Satu hal lagi yang mungkin menyebabkan anggaran di bulan puasa bisa jebol. Karena tidak memisahkan antara pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak rutin. Di penghujung bulan puasa, biasanya akan terjadi pengeluaran yang tidak rutin. Yaitu pengeluaran untuk menyambut lebaran. Pakaian baru, menghias rumah dan sebagainya. Untuk mengantisipasinya, pisahkan antara pengeluaran rutin dan tidak rutin.

Kalau pengeluaran rutin ini dimasukan kedalam anggaran rutin, biasanya sih yang terjadi adalah lepas kontrol. Bukan cuma anggaran tidak rutinnya yang bengkak, anggaran rutinnya pun jadi ikut tidak terkendali. Ini terjadi karena sudah dimaklumi sebelumnya bahwa pengeluaran akan naik. Untuk pengeluaran seperti itu, saya sarankan agar tidak dimasukan anggaran rutin, tapi biayai dari uang THR Anda.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan