Dikutip dari Tabloid NOVA No. 667/XIII
Bagi Anda yang beragama Islam, kebanyakan dari Anda pada saat ini mungkin hanya mempersiapkan diri untuk menyongsong datangnya bulan Ramadhan. Tapi apakah Anda juga sudah melakukan persiapan menyongsong datangnya Idul Fitri? Ada baiknya Anda sudah menyiapkan anggarannya dari sekarang. Biasanya inilah pos-pos tambahan yang perlu dibuatkan anggarannya.
Banyaknya tamu mengharuskan Anda menyediakan suguhan, entah masakan atau kue. Saya pernah melihat sebuah keluarga dikunjungi 7 tamu pada hari pertama Lebaran, 5 tamu pada hari keduanya, dan 8 tamu pada hari ketiga. Satu tamu rata-rata adalah suami-istri dengan dua anak. Jadi, 4 orang sekali datang. Tamu baru benar-benar habis pada hari ketujuh.
Keluarga ini tadinya sudah menyiapkan 7 stoples kue kering. Tapi pada akhir hari kedua, tujuh stoples itu hampir habis sehingga mereka harus membeli tiga stoples tambahan. Pada akhir hari keempat, tiga stoples itu habis juga sehingga mereka harus membeli lagi sekitar 4 stoples. Setelah dihitung-hitung, mereka sudah membeli sekitar 14 stoples kue! Satu stoplesnya sekitar Rp 25.000.
Inti dari ilustrasi tadi, Anda hendaknya memperhitungkan siapa saja yang bakal bertandang sejak Lebaran hari pertama sampai jangka waktu seminggu setelah itu. Sekaligus Anda bisa memperkirakan berapa banyak masakan atau kue yang harus Anda sediakan.
Mungkin bukan hanya busana, tapi juga tas, sepatu atau semacam itu. Perkirakan baik-baik siapa saja yang akan Anda belikan, lalu buat batasan berapa yang akan Anda belanjakan untuk masing-masing orang dan turuti batasan tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa toko punya segala macam alasan untuk bisa mengadakan acara diskon. Jangankan Lebaran, Tahun Baru pun toko akan menjadikannya alasan untuk memberikan diskon. Selain itu, ada juga Diskon yang diberikan pada saat Natal, Valentine (Hari Kasih Sayang tiap 14 Februari), bahkan diskon saat liburan sekolah.
Buat daftar siapa-siapa saja orang yang akan Anda beri hadiah. Misalnya orang tua, suami, istri, anak, saudara, teman, dan sebagainya. Di samping tiap nama tersebut, tuliskan berapa batas pengeluaran yang Anda sediakan. Misalnya: orang tua Rp 100 ribu. Suami - Rp 50 ribu. Anak Rp 60 ribu. Dengan demikian, semua pengeluaran Anda untuk Hadiah Lebaran jadi terencana. Biasanya, kebanyakan orang terlalu fokus kepada jenis barang apa yang ingin mereka beli, ketimbang berapa rupiah yang harus mereka belanjakan.
Sekarang daftar Anda selesai dan Anda sudah tahu batas jumlah rupiah yang harus Anda belanjakan. Tapi stop, jangan membelinya dulu. Datanglah ke ATM dan ambil uang tunai untuk membeli barang-barang tersebut. Ya, betul. Saya tidak menyarankan Anda membawa kartu kredit ketika hendak berbelanja barang untuk hadiah di mal. Ingat, kartu kredit biasanya sangat menggoda bila Anda sedang melihat-lihat barang di mal. Akibatnya, tagihan Anda pada bulan berikutnya bisa membengkak hingga Anda tidak bisa melunasinya dalam satu kali tagihan saja. Jadi, bila Anda memutuskan mengeluarkan uang Rp 300 ribu untuk hadiah Lebaran tahun ini, maka datang ke ATM, ambil Rp 300 ribu secara tunai, dan gunakan uang tunai itu untuk membeli hadiah.
Wah, ini dia. Jangka waktu seminggu setelah Lebaran sering dipakai untuk berekreasi. Untuk yang satu ini, biasanya tidak akan ada pengeluaran yang terlalu besar bila Anda hanya berekreasi di dalam kota saja. Tetapi bila Anda berekreasi keluar kota, maka biayanya mungkin akan jadi lebih besar. Rencanakan tempat yang baik untuk berekreasi. Tidak harus yang berbiaya mahal. Sesekali ajak anak-anak ke tempat-tempat rekreasi yang mendidik, semisal ke museum atau kebun binatang.
1. Makanan dan Kue untuk Suguhan
2. Busana Baru
3. Hadiah
4. Rekreasi
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda