ALTERNATIF PEMBELIAN
SECARA TUNAI atau KREDIT

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI Edisi 4 tahun III

Assalamualaikum wr. wb.,

Pengelola rubrik keuangan yang baik,
Saya seorang ibu rumah tangga dan suami saya sekarang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Kami ingin sekali mengganti mobil kami yang sudah mulai banyak memerlukan perbaikan. Kami mencoba mempertimbangkan berbagai alternatif, baik membelinya tunai maupun dengan kredit. Menurut Anda, sebaiknya membelinya dengan tunai atau kredit? Bila kredit sebaiknya mengambil dari sektor perbankan atau perusahaan pembiayaan (multifinance)? Demikian pertanyaan kami. Semoga kami dapat dibantu.

Ednita - di Jakarta


Jawab:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Adanya fasilitas kredit seringkali bisa memudahkan orang dalam bertransaksi. Baik itu untuk kepentingan modal usaha maupun kredit yang sifatnya konsumtif. Untuk memiliki sesuatu yang bernilai besar secara tunai Anda harus menabung dahulu baru membeli belakangan. Tapi dengan kredit, beli dahulu, nabungnya belakangan. Tapi nabungnya untuk kepentingan bank.

Walaupun fasilitas kredit disediakan untuk memudahkan konsumen, tapi tidak jarang hal ini menimbulkan masalah keuangan yang berkepanjangan. Hal ini terjadi karena kurang bijak dalam menentukan mana yang sebaiknya dibeli secara tunai, dan mana yang bisa dibeli secara kredit.

Kalau uangnya ada sih, membeli apapun, baiknya secara tunai saja. Karena dengan membeli tunai, kita menghindarkan diri dari kebiasaan berhutang. Selain itu, menghindarkan diri juga dari sistem bunga (riba). Dan dengan membeli kredit tentu saja harganya akan lebih mahal karena ditambah dengan kewajiban untuk membayar bunganya.

Apalagi untuk barang yang nilainya menurun seperti mobil, akan lebih baik kalau dibeli secara tunai saja. Karena kalau Anda membelinya secara kredit, boleh jadi nilai barangnya sudah menurun drastis padahal cicilannya dan bunganya masih terus Anda bayarkan.

Kecuali kalau Anda membelinya untuk kepentingan yang produktif, untuk usaha misalnya. Walaupun nilainya menurun namun masih bisa lebih bijaksana jika diambil secara kredit. Itu selama mobil itu bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar daripada beban bunganya. Sehingga uang tunainya bisa gunakan dahulu untuk kepentingan lain.

Tapi kalau kondisi keuangan terlalu berat untuk membeli secara tunai, membeli kredit pun tidak mengapa. Namun sebaiknya kita juga hati-hati dan bijaksana dalam mengambil kredit. Jangan sampai karena salah perhitungan membuat Anda menyesal karena harus membayar mahal.

Salah satu strategi mengambil kredit adalah dengan memilih jangka waktu kredit sependek mungkin sehingga beban bunga yang harus dibayar menjadi lebih kecil. Dengan jangka waktu yang makin pendek, Anda tentu saja akan diminta untuk membayar uang cicilan yang lebih besar. Jadi jangan lupa untuk mempertimbangkan juga kemampuan Anda dalam membayar cicilannya sebelum mengambil langkah ini.

Mengenai penyedia kreditnya, dealer mobil umumnya sudah memiliki kerja sama dengan pihak penyedia kredit, entah itu bank atau perusahaan pembiayaan. Jadi Anda sudah dimudahkan karena pengurusannya bisa dilakukan sekaligus di dealer mobil tersebut. Namun biasanya bank memiliki persyaratan yang lebih ketat dan jangka waktu pemrosesan yang sedikit lebih lama. Tapi biasanya juga, bank memiliki suku bunga kredit yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bunga yang dibebankan oleh perusahaan pembiayaan. Saran saya, jika Anda bisa memenuhi persyaratan kredit dari bank, ambil di bank saja. Tapi kalau terlalu sulit, pakai saja kredit dari perusahaan pembiayaan yang lebih mudah.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan