MENGAJARKAN ANAK MENGENAL UANG
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Mas Ghozali,

Saya menyukai rubrik yang Bapak asuh. Kami, saya dan suami, belajar banyak tentang mengelola keuangan keluarga. Yang kemudian menjadi masalah saat ini adalah bagaimana mengajarkan anak kami mengenai manfaat uang. Karena kami memperhatikan, lingkungan tempat tinggal kami mengajarkan hal yang negatif mengenai kegunaan uang. Ananda (5 tahun) cenderung suka jajan dan tidak suka menabung. Menurut Mas Ghozali, bagaimana cara kami mengajarkan nilai-nilai yang kami miliki seputar uang kepada Ananda. Atas jawaban Mas Ghozali, kami mengucapkan terima kasih.

Desyanti - Jakarta

Jawab:

Ibu Desyanti, saya senang sekali Anda menyukai rubrik ini. Semoga kita semua bisa mengambil manfaat yang positif dari rubrik ini.

Untuk memberikan pendidikan kepada anak, saya yakin Anda sendiri yang lebih tahu bagaimana caranya. Karena Anda lah yang mengenalnya dengan baik dan menjadi teladan baginya. Namun sebagai saran dari saya, tidak ada salahnya kalau Anda ikuti tahapan berikut ini dalam mengajarkan uang pada anak:

  1. Ajarkan anak untuk membeli
    Ajarkan ia untuk membeli sesuatu untuk dirinya sendiri. Jika selama ini ia minta dibelikan sesuatu, coba ajarkan ia untuk membelinya sendiri, dengan bimbingan Anda tentu saja. Ini untuk menghindarkan agar anak tidak seenaknya mengambil sesuatu dari orang lain atau memaksa orang lain agar memberikan yang ia inginkan. Jika Anda mengajaknya berbelanja, jangan sampai ia melihat Anda berhutang sebelum Anda bisa memberikan pemahaman tentang hutang dengan baik kepadanya.

  2. Ajarkan anak tentang nilai berbagai pecahan uang
    Kalau Ananda sudah bisa berhitung, atau setidaknya sudah mulai belajar berhitung, kenalkan ia dengan berbagai pecahan uang dan cara menghitungnya. Ini untuk menghindari agar ia tidak membayar kurang dari seharusnya, atau membayar lebih tanpa mengambil kembaliannya. Jangan lanjutkan ke tahapan selanjutnya kalau ia masih belum bisa melakukannya dengan baik.

  3. Berikan ia uang saku
    Setelah ia bisa mengenali berbagai pecahan uang dan menghitungnya, mulai berikan ia uang saku. Kalau saat ini Anda mengira ia masih terlalu kecil untuk diberikan uang saku, berikanlah secara harian saja. Tapi jalankan ini dengan konsisten. Ketika Anda memberikan uang saku, sampaikan bahwa ini adalah jatahnya untuk satu hari, ia tidak akan mendapatkan uang lagi sampai besok. Ia boleh membeli apa saja yang ia suka tapi jangan sampai melebihi uang yang Anda berikan. Apapun yang ia inginkan, berikan ia uang saku setiap hari sesuai jumlahnya. Tidak kurang dan tidak lebih. Pada saat ini Anda mengajarkannya untuk bisa mengatur sendiri pengeluarannya.

  4. Ajarkan anak untuk menabung
    Kalau ia menginginkan sesuatu lebih dari uang sakunya, ajak ia untuk menabung. Bantu ia untuk menghitung berapa hari ia harus menyimpan uang sakunya agar bisa membeli yang ia inginkan. Kalau ia sudah bisa belajar bersabar dan menyisihkan uang jajannya selama beberapa hari, mulai ajarkan ia untuk bisa menabung secara rutin. Berikan motivasi yang positif dalam menabung. Misalnya, untuk membeli tas atau sepatu baru.

  5. Ajarkan anak untuk memberi
    Satu lagi pelajaran yang tidak boleh ditinggalkan, ajarkan ia untuk bisa memberi. Kalau kita hanya mengajarkan uang tanpa mengajarinya untuk memberi, saya khawatir ia nantinya akan bersikap materialistis. Mulailah dari yang sederhana, berikan ia uang untuk diberikan kepada pengemis sebagai contoh. Atau berikan contoh untuk berbagi sesuatu yang ia miliki dengan orang lain.

Selamat mengajarkan uang kepada anak.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan