AGAR LIBURAN
TIDAK MENGURAS KANTONG

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Nebula

Pak Gozali, saya seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang masih kecil. Karena saya dan suami bekerja, kami merasa sangat kurang memberi waktu bermain dengan anak-anak. Sebagai kompensasinya, kami berusaha agar selalu bisa mengadakan liburan keluarga setidaknya setahun dua kali. Yaitu pada saat lebaran dan libur kenaikan kelas.

Tapi masalahnya, walau sama-sama bekerja, keuangan kami sepertinya pas-pasan saja sehingga tidak punya tabungan untuk liburan. Padahal sebetulnya bisa saja kami menabung karena kalau dihitung-hitung pemasukan kami lumayan besar. Selama ini kami lebih sering mengandalkan kartu kredit untuk liburan. Untuk membayar hotel dan sebagainya kami gesek saja kartu kredit. Sedangkan untuk pengeluaran lainnya dengan mengambil uang di ATM. Tapi dengan cara ini kami seringkali malah kebobolan mengingat besarnya limit kartu kredit yang dipakai. Malah terkadang cicilan hutang yang lama belum lunas, sudah datang lagi waktunya liburan.

Bagaimana sih caranya mengatur anggaran liburan agar tidak lewat batas? Apakah cara kami selama ini dengan kartu kredit sudah tepat? Kalau harus menabung, bagaimana caranya? Terima kasih atas jawabannya

Salam,
Tari



Jawaban:

Ibu Tari, senang sekali menerima pertanyaan dari Anda.
Saya setuju sekali dengan Anda memang sudah menjadi hak anak-anak untuk mendapatkan waktu bermain dan perhatian dari orang tuanya. Dan untuk Anda berdua yang sama-sama bekerja hal ini dilakukan dengan memiliki kegiatan liburan yang rutin setidaknya 2 kali setahun pada musim libur anak sekolah. Tapi saya rasa hal itu bukan berarti Anda harus dilakukan dengan cara berhutang. Kalau memang sudah rutin dilakukan, kenapa tidak direncanakan dan disiapkan dananya sejak awal.

Jadikan kegiatan merencanakan liburan sebagai kegiatan menyenangkan untuk seluruh keluarga. Selepas liburan nanti, minta anak-anak untuk menentukan kemana mereka akan liburan selanjutnya. Dari sini Anda bisa langsung memperkirakan biayanya. Bahkan hal ini bisa dijadikan sebagai pelajaran menabung untuk anak. Salah seorang klien saya memiliki kebiasaan yang sangat baik dalam mengajarkan anak-anaknya untuk menabung. Yaitu dengan memberikan uang saku sambil meminta mereka untuk menabung sejumlah uang agar bisa berlibur ke suatu tempat tujuan tertentu yang mereka inginkan. Orang tua hanya menyediakan transportasi dan makan serta penginapan jika perlu. Sedangkan untuk jajan, naik wahana tertentu, atau membeli souvenir menggunakan uang tabungan mereka sendiri. Dengan ini anak-anak akan belajar menabung dan lebih menghargai pemberian orang tuanya.

Mengenai cara menabung, mudah saja kok. Lakukanlah di awal pada saat menerima gaji sebelum uangnya habis dipakai untuk yang lain. Karena seringkali masalahnya bukanlah tidak ada uang untuk ditabung, namun tidak bisa mengalokasikannya dengan baik sehingga keburu kehabisan uang sebelum sempat menabung. Kalau sudah punya dana sendiri, maka kartu kredit tidak perlu lagi dipakai. Namun jangan lupa untuk tetap membawanya, karena kartu kredit bisa berfungsi sebagai cadangan kalau-kalau terjadi sesuatu selama dalam perjalanan.

Walaupun sudah merancang program liburan dengan baik, tapi bisa saja melebihi anggaran yang direncanakan. Hal ini wajar saja karena biasanya saat liburan adalah masa senang-senang sehingga sulit untuk membatasi diri. Kalau Anda termasuk yang tidak bisa mengontrol uang dengan baik, kenapa tidak liburan dengan paket saja dari biro perjalanan. Dengan cara ini, Anda tidak perlu banyak keluar uang untuk macam-macam dan semua biaya sudah bisa ditentukan sejak awal dengan sistem paket.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan