Yustinus Eko Soelistio

Investasi Mana Ya Yang Bagus Untuk Saya
Oleh: Yustinus Eko Soelistio
Dikutip dari: http://www.facebook.com/note.php?note_id=172605819466306, 10 Juni 2011

 

"It is difficult to realize the true Way just through sword-fencing. Know the smallest things and the biggest things, the shallowest things and the deepest things."

- Miyamoto Musashi
 

    

      Anda suka musik pop korea? Kalau ya, pasti Anda sudah pernah mendengar grup musik 2NE1. Kalau tidak, mungkin sekali-kali Anda bisa browsing lagu-lagu mereka di youtube atau google.  Saya sendiri sebenarnya bukan fans lagu-lagu Korea.  Tapi waktu saya menemukan link video mereka di web, saya langsung merasa ada sesuatu yang menarik di lagu-lagu mereka.  Musik mereka adalah campuran dari musik pop, rap, hip-hop, dance, dan reggae.  Selain itu, setiap anggota 2NE1 mempunyai latar belakang dan kemampuan yang unik sehingga mereka dapat saling melengkapi satu dengan yang lain.

     Seperti halnya 2NE1 yang berhasil menggabungkan  musik dan kemampuan anggotanya, keberhasilan kita dalam menggabungkan instrumen investasi juga sering menentukan keberhasilan portofolio kita.  Kalau begitu, apa saja sih yang harus diperhatikan waktu kita memasukan berbagai instrumen investasi kedalam portofolio kita?  Kuncinya ada di bagaimana kita mengenali dan mencocokan profil tujuan keuangan kita dengan profil instrumen investasi.

     Secara garis besar profil tujuan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu prioritas (tinggi, menengah, rendah) dan waktu (jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek).  Sedangkan profil instrument investasi dapat dibagi menjadi tiga bagian: tingkat resiko (tinggi, sedang, rendah), pendekatan terhadap tingkat hasil/bunga (agresif, moderat, defensive), dan bagaimana hasil investasi diperlakukan (diberikan kepada investor sebaga pendapatan tetap atau dijadikan sebagai modal tambahan investasi sebagai pendapatan bertumbuh).  Misalnya kita berencana untuk mengirim anak kita home stay ke luar negeri waktu ia lulus SD (3 tahun lagi).  Rencana seperti ini kita golongkan sebagi rencana dengan prioritas menengah dengan jangka waktu menengah pula, sehingga kita bisa memilih instrumen investasi pendapatan bertumbuh dengan resiko menengah, agresif-moderat.  Sebaliknya rencana dengan prioritas tinggi seperti dana pensiun untuk seorang pensiunan, sebaiknya kita menggunakan instrumen investasi pendapatan tetap dengan resiko rendah, defensive.

     Banyaknya produk investasi yang ada sekarang ini membuat kita harus lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Kita harus betul-betul memahami tujuan kita berinvestasi supaya kita jangan terjebak dengan ''membeli'' produk investasi yang sebenarnya tidak kita perlukan.  Memilih produk investasi yang terbaik untuk diri kita sebenarnya tidak susah, yang penting kita tau tujuan kita dan ''setia'' menjalankan tujuan itu.

     Oya, sebelum terlupa.  Bagi anda yang berminat silahkan kunjungihttp://www.youtube.com/user/2NE1.  They really have good songs though you don’t speak Korean. Dan jangan lupa untuk mengaktifkan subtitle dengan meng-klik icon dengan tulisan “cc” di bagian bawah kanan ketika menonton 2NE1 TV.

 

 

Happy investing and youtubing,
Yustinus Eko Soelistio MM., CFP
Staff Perencana Keuangan

Artikel Lainnya:

Menilik Rekor Harga Emas
Macam-Macam Kegunaan Asuransi Jiwa
Analisa Rebound Reksadana Saham
Evolusi Produk Asuransi Jiwa
Investasi Mana Ya yang Bagus Untuk Saya?