Tidak lama lagi hari Natal akan tiba. Salah satu hari raya umat Kristiani ini hampir selalu dirayakan secara meriah baik di Gereja, keluarga, dan sekarang ini juga dirayakan di Mal dan pusat perbelanjaan. Betul sekali, di jaman sekarang kemeriahan hari Natal tidak hanya dirasakan oleh mereka yang merayakan tapi semua orang juga bisa merayakannya. Mal sudah sejak bulan November mulai menampilkan hiasan Natal dan acara diskon, hotel dan tempat penginapan juga sudah siap dengan paket Natal dan tahun baru, tempat wisata dan restoran juga tidak mau kalah dengan acara-acara yang bertemakan Natal. Saat ini hampir semua sudut tempat keramaian sudah dihiasi dengan kemeriahan Natal.
Tapi dibalik semua kemeriahan itu, kita juga jangan sampai terhanyut dengan semua yang ditawarkan. Bagi umat Kristiani jangan sampai lupa dengan arti dan inti dari perayaan Natal. Dan bagi kita semua, jangan sampai perayaan ini justru membawa efek buruk di keuangan kita. Ikut merayakan sih boleh-boleh saja, tapi jangan sampai lupa dikendalikan. Berikut adalah lima tips bagaimana mengatur keuangan di tengah-tengah suasana perayaan Natal dan tahun baru:
- Jaga diri Anda dari godaan diskon.
Di hari raya ini, dimana-mana pasti terdapat diskon. Tapi jangan Anda mudah tergoda dengan tawaran barang dan harga murah. Godaan terutama datang dari barang tertier seperti elektronik, tas, sepatu, pakaian, mainan, kendaraan, dll. Walaupun begitu, musim diskon seperti ini merupakan saat yang tepat untuk belanja barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minyak goreng, sabun cuci, dll. Gunakan diskon di hari raya ini sebagai jalan menghemat, bukan untuk menambah barang.
- Atur liburan Anda.
Ada tiga hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum bepergian. Pertama, tentukan tujuan dan acara Anda berwisata supaya Anda tidak bepergian tidak menentu dan menghabiskan biaya. Kedua, gunakan fasilitas kartu kredit dan/atau kartu debit yang bebas biaya, dan sebisa mungkin gunakan kartu kredit yang bisa digunakan juga untuk mengambil tunai kalau bepergian ke luar negeri. Ketiga, tentukan batasan maksimum untuk dana liburan Anda supaya Anda tidak mengalami defisit setelah liburan selesai.
- Gunakan kesempatan akhir tahun untuk evaluasi keuangan.
Natal dan tahun baru tidak melulu mengenai perayaan. Gunakan kesempatan akhir tahun ini untuk mengevaluasi keuangan Anda. Akhir tahun adalah waktu yang pas karena banyak produk keuangan seperti reksadana dan asuransi menggunakan batas akhir tahun sebagai bahan perbandingan performa. Setidaknya lakukan evaluasi di tiga faktor perencanaan keuangan ini: hasil investasi, berapa besar perubahan aset dan hutang Anda, dan tujuan keuangan jangka panjang Anda yang lalu apakah masih ingin dilanjutkan atau sudah harus disesuaikan.
- Rayakan Natal dengan khidmat bukan dengan kemewahan.
Bagi Anda yang merayakan, Natal bukanlah hari yang harus dipenuhi dengan pesta dan acara. Gunakan kesempatan ini untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga. Perayaan tidak harus mewah, yang penting adalah Anda sekeluarga bisa merasakan esensi dari Natal dan mengambil hikmahnya.
- Gunakan kesempatan ini untuk membantu sesama.
Walaupun kemeriahan Natal sudah tersedia di hampir semua tempat keramaian, tapi masih banyak dari saudara-saudara kita yang hidup kekurangan. Gunakan juga kesempatan di hari Natal ini untuk membantu saudara-saudara kita. Jangan habiskan seluruh uang Anda untuk pesta perayaan dan liburan. Setidaknya sisihkan sebagian untuk teman-teman dan saudara kita yang membutuhkan.
Hari Natal memang banyak memberikan kebahagiaan terutama bagi kita yang merayakan. Mari kita berbagi kebahagiaan ini dengan sesama dan semoga Natal kali ini bisa membuat diri kita, keluarga, dan orang-orang disekitar kita menjadi lebih baik lagi.
Merry Chrismast,
And have a Happy New Year,
Eko Soelistio
Perencana Keuangan
Twitter @EkoSoelistio
|